My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 45. MIHIYO YANG LICIK


__ADS_3

Merasa kesal dengan kedatangan Dardack yang tiba-tiba, membuat Alexander merasa geram. Alexander segera menuju ke ruang bacanya agar bisa menemui Dardack dan mengajak agar ia keluar dari sana. Alexander tidak ingin Dardack menikmati lukisan indah tentang Miss Vallery.


"Jangan sentuh lukisan itu!" teriak Alexander dari ujung pintu.


Tentu saja suara teriakan Alexander membuat Dardack sedikit terkejut. Lalu setelahnya ia tersenyum ke arah Alexander.


"Santai saja, Bro, kenapa kau terlihat sangat marah kepadaku?"


"Aku ini adalah tamu, apakah ini sikap yang dibenarkan ketika seseorang sedang menyambut tamu?"


Alex membuang muka, baginya melihat sosok Dardack di hadapannya membuat muak. Namun, ia masih membutuhkan dukungan dari Dardack untuk melengserkan posisi Nyonya Debora.


"Maaf jika ucapan dariku membuat dirimu tersinggung," ucap Alexander bersikap sopan.


"Maaf, lukisan itu sangat penting bagiku, tidak bisakah kau menjauh darinya."


"Memangnya kenapa?"


"Lukisan itu sangat spesial karena aku mendapatkannya dari seseorang yang sangat berharga dan itu hanya dibuat satu-satunya."


"Oh, maaf. Aku mengira itu sosok wanita yang aku kenal, rupanya pemahamanku salah, maaf."


"Ikut aku ke ruangan sebelah, ada hal yang ingin aku tunjukkan kepadamu saat ini."

__ADS_1


"Oke, baiklah."


Sementara itu di Kediaman Lim, Mihiyo sedang mencoba mendekati ibunya. Saat ibunya memasak, Mihiyo membantu untuk mencincang sayuran di depannya.


"Bu, maaf, apakah Ibu sudah mempersiapkan hadiah saat bertemu dengan Nona Cleo?"


Nyonya Lim menoleh ke arah putrinya.


"Astaga, bagaimana ibu bisa melupakan hal itu?"


Mihiyo tersenyum ke arah ibunya.


"Ibu tidak usah khawatir, aku akan memberikan solusi untuk ibu."


"Oh, ya apa itu, Nak?"


"Acara lelang? Akan tetapi ibu sudah tidak tertarik untuk mengikuti hal seperti itu."


"Bu, katanya acara lelang saat ini berbeda. Akan ada banyak barang berharga yang bernilai tinggi. Bagaimana jika kita datang ke sana dan memilihkan beberapa hadiah yang cocok untuk Nona Cleo."


Sejenak Nyonya Lim memikirkan apakah ia akan menyetujui usulan putrinya atau tidak.


"Sepertinya memilihkan hadiah untuk Nona Cleo tidak menjadi masalah. Oleh karena itu ibu akan memikirkannya lagi."

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan lagi, Nona Cleo pasti akan menyukai barang berharga dari acara lelang tersebut.


Seketika bola mata Nyonya Lim berbinar. Ada segurat senyum yang terlukis di sana. Ia sudah tidak sabar untuk memberikan hadiah pada seorang wanita yang mempunyai iris mata seperti mendiang putrinya.


"Aku setuju, di mana acara itu akan dilakukan?"


"Di jalan X untuk waktunya akan diberitahukan menyusul, bagaimana apa Ibu mau ikut?"


"Ibu pasti ikut. Aturlah jadwalmu agar bisa menemani ibu."


"Baiklah, dengan senang hati."


Akhirnya sebuah rencana yang disusun oleh Mihiyo sudah berjalan setengah. Setelah ini ia akan melanjutkan dengan langkah kedua.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, Bu. Lain kali kita akan mengobrol lagi."


"Loh, kamu tidak ingin makan malam bersama ibu dan kakakmu?"


"Tidak, lain kali saja. Aku masih ada banyak urusan."


"Kapan dia bisa bersikap lebih dewasa. Aku sudah tidak muda lagi. Setelah ini aku pasti akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah tidak bisa menemanimu selamanya. Ibu berharap kamu bersikap lebih dewasa lagi."


Mihiyo segera melangkah keluar. Wajahnya terlihat memendam amarah.

__ADS_1


"Mau aku mengobrol lebih banyak denganmu, jangan bermimpi wahai nenek tua. Aku belum cukup untuk bersenang-senang di luar sana. Jangan pernah mencoba mengaturku!"


Mihiyo memang hanyalah anak angkat. Ia bahkan tidak pernah mendapatkan kepuasan meksipun telah banyak menghabiskan harta benda dari Keluarga Lim. Baginya setiap waktu lebih baik digunakan untuk bersenang-senang daripada untuk menemaninya minum teh.


__ADS_2