My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 65. SEBUAH KENANGAN


__ADS_3

Mengetahui jika Tango sudah meninggal sempat membuat Nyonya Rose dan Dimitri teringat dengan doa-doa yang mereka panjatkan ketika Tango saat ia masih kecil. Dulu saat Cleo masih kecil kedua keluarga itu saling berteman.


Fernandez dan Amora membawa Cleo untuk bermain bersama. Sementara itu Rose dan Dimitri membawa Tango.


"Anak kamu sekarang usianya berapa, kenapa usia segini sudah bermain dengan laptop?" tanya Amora pada Rose.


Rose tersenyum ke arah Amora.


"Putraku baru berusia sepuluh tahun. Akan tetapi sedari kecil ia sangat menyukai dunia bisnis sama seperti ayahnya."


"Bahkan ketika di dunia pendidikan ia sering memimpin sebuah organisasi di sekolah."


"Wah, hebat sekali. Pasti semua itu berkat didikan keras dari Dimitri. Andaikan aku mempunyai seorang putra sama seperti Tango sudah pasti Fernandez akan mendidik dengan cara yang sama."


"Ha ha ha, kau bisa saja. Oh, ya kalau Cleo sekarang berusia berapa tahun?"


"Cleo masih berusia tujuh tahun, tetapi sejak lima tahun ia sangat menyukai dunia musik dan seni. Kami hanya bisa mendukung bakatnya sejak dini."


"Betul, Cleo tumbuh menjadi anak perempuan yang sangat cantik dan menawan, sudah pasti jika dewasa nanti dia akan diperebutkan oleh banyak pebisnis laki-laki di luaran sana."


"Ha ha ha, apa yang kau katakan. Jika hal itu sampai terjadi sudah pasti Fernandez akan berada di garda terdepan untuk memilah siapa calon suami yang cocok untuk Cleo."

__ADS_1


"Ya, jika aku mempunyai anak perempuan sudah pasti Dimitri juga akan melakukan hal yang sama."


Ketika kedua ibunya sedang asyik mengobrol Cleo masih memainkan piano, sedangkan Tango melihat permainaan catur yang dilakukan oleh Dimitri bersama Fernandez. Sesekali ia memberikan saran kepada ayahnya agar lebih unggul dari permainan Fernandez.


"Tunggu dulu, kenapa kau menjadi curang seperti ini. Bukankah kita maen hanya berdua. Jadi untuk apa putramu ikut bermain?"


Dimitri mengusap kepala Tango dan tersenyum ke arahnya. "Dia adalah tangan kananku di masa depan. Oleh karena itu aku membiarkan dia belajar tentang banyak hal."


Sementara itu ketika ia melihat bahwa Tango membantu ayahnya, Cleo menghentikan permainan piano dan lebih memilih untuk menyusul ke tempat ayahnya bermain catur.


Dipeluknya sang ayah tercinta, Fernandez sambil tersenyum ke arah Dimitri dan juga Tango. "Kalau putra paman ikut membantu dalam permainan ini, maka dengan senang hati aku juga akan melakukan hal yang sama kepada ayahku."


Tentu saja ucapan dari Cleo kecil menimbulkan kekaguman di dalam hati Rose, Amora, Dimitri dan juga Fernandez. Kedua ayah hebat itu saling memeluk putra dan putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Bukankah keuda anak kita merupakan perpaduan yang sangat pas. Tentunya sifat genius dari keduanya akan saling memperkuat satu sama lain."


"Aku setuju sekali, bagaimana dengan kalian berdua sebagai seorang ibu dari anak-anak kamu?"


Keempat orang itu menatap ke arah tempat duduk Rose dan juga Amora.


"Kalau aku justru akan merasa sangat bahagia jika mereka sampai berjodoh di masa depan," ucap Amora dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Begitu pula denganku yang setuju dengan rencana ini," ucap Rose dengan berjuta pengharapan yang sama.


"Oke, kalau begitu perjanjian ini kita sepakati bersama."


"Deal?"


"Deal."


Banyak percakapan yang sering dilakukan oleh mereka secara bersama-sama. Cleo adalah anak yang genius, begitu pula dengan Tango sehingga rencana perjodohan di masa depan akhirnya disepakati.


Sejak saat itulah Cleo dan Tango resmi dijodohkan. Meski keduanya masih berusia anak-anak. Akan tetapi jika kedua orang tua telah berkehendak, maka hal yang mustahil pun akan mereka lakukan dengan sangat hati-hati.


Setelah itu keenam orang di halaman belakang mansion De Laurent, melakukan makan siang secara bersama-sama untuk merayakan hal ini.


"Baiklah, karena kesepakatan telah terjadi dan semua pihak setuju dengan hal ini. Akankah lebih baik jika kita makan siang bersama."


"Eh, tidak usah merepotkan Jeng. Lagi pula sebentar lagi semuanya sudah pasti akan kelaparan."


"Bukankah begitu anak-anak?"


"Setuju sekali Tante, terlebih untuk menjadi seorang anak genius itu tidak harus terlihat sempurna di dalam semua penampilannya. akan tetapi biarkan prestasi kita yang berbicara."

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Cleo membuat Tango dan semua orang sangat setuju dengan ucapan Cleo. Semakin lama Cleo juga tumbuh menjadi gadis yang berbakat di semua bidang.


__ADS_2