
Ternyata ketika cinta disatukan dalam balutan suci, keduanya bisa menjadi sosok raja dan ratu semalam. Menarik atensi dari semua orang yang berada di ballroom untuk memusatkan perhatian mereka pada seorang lelaki yang baru saja tiba di dalam ruangan dansa.
Sorot mata Cleo tidak pernah bisa lepas dari sosok laki-laki itu yang ternyata dia suaminya sendiri. Tango yang tiba-tiba muncul di tengah acara dansa benar-benar membuat semuanya seolah menjadi tersihir dan lupa jika Tango sudah meninggal.
Lelaki macho dengan kulit putih kemerahan, bibir ranum merah muda dengan bola mata berwarna hitam kecoklatan itu memandang Cleo dengan penuh cinta. Memakai pakaian tuxedo berwarna black brown senada dengan gaun yang dipakai Cleo warna nude. Kini berjalan melangkah perlahan dan mulai mendekati pujaan hatinya.
"Hi, girls."
"Hi ...."
Saat kelopak mata Cleo mulai tidak bisa menahan buliran kristal bening yang hendak menganak sungai di kedua pipinya, Tango sudah lebih dulu menahannya. Mengusap kedua pipi Cleo yang lembut.
"Don't cry, Baby."
Suara Tango bagaikan sihir yang menenangkan jiwa. Membuat aliran darahnya menjadi yang semula berjalan lancar kini kian mengalir deras memenuhi rongga dada hingga terasa hangat.
"Tango, benarkah itu kamu?"
Tango mengangguk perlahan.
"Sentuhlah aku, maka kau akan bisa mengetahui apakah ini benar-benar aku ataukah hanya sebuah ilusi."
Dengan perlahan, langkah kaki Cleo perlahan menuntunnya untuk semakin mendekati sosok laki-laki yang beberapa bulan ini selalu mengisi setiap hembusan nafas dan aliran darahnya. Tangannya benar-benar terulur untuk mengusap rahang kokoh milik suaminya itu.
Senyumnya mengembang ketika Cleo mengetahui jika dia adalah Tango De Laurent.
"I miss you ...."
"Miss you too Baby."
Melihat keromantisan yang terjadi di sana, tiba-tiba saja sorot lampu mengarah tepat ke arah Tango dan juga Cleo. Kedua mata yang saling menatap satu sama lain itu seolah mengisyaratkan rindu yang tidak terbatas.
Tango mengulurkan tangannya ke arah Cleo yang disambut dengan uluran tangan yang sama dengannya. Lalu keduanya mulai berdansa satu sama lain, bergerak mengikuti alunan lagu yang mengalun indah.
Dari kejauhan terlihat jika Nyonya Rose, Tuan Dimitri, Nyonya Debora, Dardack dan juga Miss Vallery menatap mereka dengan raut wajah haru dan bahagia. Penuh rasa suka cita yang sangat mendalam.
Keduanya bahkan tidak menghiraukan banyaknya pasang mata yang melihat hal itu. Di tambah lagi Tango memang meminta bantuan Pendeta Alex dan Pendeta Louis untuk menjaganya dari hal-hal buruk.
Penampakan Tango hanya bisa dilakukan tiap satu kali dalam satu kali purnama. Sama seperti saat ini ia begitu tampak nyata di dalam pandangan semua orang. Bahkan sampai pesta pertunangan Dardack dan Miss Vallery usai.
Kini keduanya tampak saling merajut asa di sebuah balkon. Demi kebaikan dan hadiah keduanya, Nyonya Debora, Nyonya Rose dan Tuan Dimitri sepakat untuk menyewa satu kamar spesial untuk mereka.
"Aku sungguh bahagia malam ini. Rasanya semua mimpi dan impianku akan menjadi sebuah kenyataan."
"Kenapa bisa begitu?"
"Tentu saja iya, karena malam ini aku tidak akan melepasmu," ucap Cleo sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Tentu saja Tango tergelak akan sikap istrinya yang begitu menawan dan menggoda malam itu. Dibelainya poni yang menutup kening Cleo sambil menikmati indahnya wajah istrinya, Tango benar-benar mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk sang istri tercinta.
"Kamu adalah sebuah karya yang sangat luar biasa, Sayang. Bagaimana pun cara Tuhan mempertemukan kita adalah sebuah anugrah tidak terkira. Aku tidak akan pernah menyesal untuk mengenalmu. Sebagaimana tangan Tuhan berkehendak."
"Sama halnya denganku, Sayang. Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Love you, Sayangku."
"I love you too."
Saat hembusan nafas saling tertukar, kini kedua bibir kenyal dan lembut itu saling beradu. Membesut asa di antara rasa rindu yang mendalam, menciptakan decapan indah seiring permainan indah di antara kedua insan yang saling memadu kasih. Romantis dan penuh cinta.
Semoga apa yang mereka harapkan akan menemukan sebuah keajaiban.
__ADS_1
belum re
Ternyata ketika cinta disatukan dalam balutan suci, keduanya bisa menjadi sosok raja dan ratu semalam. Menarik atensi dari semua orang yang berada di ballroom untuk memusatkan perhatian mereka pada seorang lelaki yang baru saja tiba di dalam ruangan dansa.
Sorot mata Cleo tidak pernah bisa lepas dari sosok laki-laki itu yang ternyata dia suaminya sendiri. Tango yang tiba-tiba muncul di tengah acara dansa benar-benar membuat semuanya seolah menjadi tersihir dan lupa jika Tango sudah meninggal.
Lelaki macho dengan kulit putih kemerahan, bibir ranum merah muda dengan bola mata berwarna hitam kecoklatan itu memandang Cleo dengan penuh cinta. Memakai pakaian tuxedo berwarna black brown senada dengan gaun yang dipakai Cleo warna nude. Kini berjalan melangkah perlahan dan mulai mendekati pujaan hatinya.
"Hi, girls."
"Hi ...."
Saat kelopak mata Cleo mulai tidak bisa menahan buliran kristal bening yang hendak menganak sungai di kedua pipinya, Tango sudah lebih dulu menahannya. Mengusap kedua pipi Cleo yang lembut.
"Don't cry, Baby."
Suara Tango bagaikan sihir yang menenangkan jiwa. Membuat aliran darahnya menjadi yang semula berjalan lancar kini kian mengalir deras memenuhi rongga dada hingga terasa hangat.
"Tango, benarkah itu kamu?"
Tango mengangguk perlahan.
"Sentuhlah aku, maka kau akan bisa mengetahui apakah ini benar-benar aku ataukah hanya sebuah ilusi."
Dengan perlahan, langkah kaki Cleo perlahan menuntunnya untuk semakin mendekati sosok laki-laki yang beberapa bulan ini selalu mengisi setiap hembusan nafas dan aliran darahnya. Tangannya benar-benar terulur untuk mengusap rahang kokoh milik suaminya itu.
Senyumnya mengembang ketika Cleo mengetahui jika dia adalah Tango De Laurent.
"I miss you ...."
"Miss you too Baby."
Melihat keromantisan yang terjadi di sana, tiba-tiba saja sorot lampu mengarah tepat ke arah Tango dan juga Cleo. Kedua mata yang saling menatap satu sama lain itu seolah mengisyaratkan rindu yang tidak terbatas.
Tango mengulurkan tangannya ke arah Cleo yang disambut dengan uluran tangan yang sama dengannya. Lalu keduanya mulai berdansa satu sama lain, bergerak mengikuti alunan lagu yang mengalun indah.
Dari kejauhan terlihat jika Nyonya Rose, Tuan Dimitri, Nyonya Debora, Dardack dan juga Miss Vallery menatap mereka dengan raut wajah haru dan bahagia. Penuh rasa suka cita yang sangat mendalam.
Keduanya bahkan tidak menghiraukan banyaknya pasang mata yang melihat hal itu. Di tambah lagi Tango memang meminta bantuan Pendeta Alex dan Pendeta Louis untuk menjaganya dari hal-hal buruk.
Penampakan Tango hanya bisa dilakukan tiap satu kali dalam satu kali purnama. Sama seperti saat ini ia begitu tampak nyata di dalam pandangan semua orang. Bahkan sampai pesta pertunangan Dardack dan Miss Vallery usai.
Kini keduanya tampak saling merajut asa di sebuah balkon. Demi kebaikan dan hadiah keduanya, Nyonya Debora, Nyonya Rose dan Tuan Dimitri sepakat untuk menyewa satu kamar spesial untuk mereka.
"Aku sungguh bahagia malam ini. Rasanya semua mimpi dan impianku akan menjadi sebuah kenyataan."
"Kenapa bisa begitu?"
"Tentu saja iya, karena malam ini aku tidak akan melepasmu," ucap Cleo sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Tentu saja Tango tergelak akan sikap istrinya yang begitu menawan dan menggoda malam itu. Dibelainya poni yang menutup kening Cleo sambil menikmati indahnya wajah istrinya, Tango benar-benar mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk sang istri tercinta.
"Kamu adalah sebuah karya yang sangat luar biasa, Sayang. Bagaimana pun cara Tuhan mempertemukan kita adalah sebuah anugrah tidak terkira. Aku tidak akan pernah menyesal untuk mengenalmu. Sebagaimana tangan Tuhan berkehendak."
"Sama halnya denganku, Sayang. Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Love you, Sayangku."
"I love you too."
Saat hembusan nafas saling tertukar, kini kedua bibir kenyal dan lembut itu saling beradu. Membesut asa di antara rasa rindu yang mendalam, menciptakan decapan indah seiring permainan indah di antara kedua insan yang saling memadu kasih. Romantis dan penuh cinta.
__ADS_1
Semoga apa yang mereka harapkan akan menemukan sebuah keajaiban.
Ternyata ketika cinta disatukan dalam balutan suci, keduanya bisa menjadi sosok raja dan ratu semalam. Menarik atensi dari semua orang yang berada di ballroom untuk memusatkan perhatian mereka pada seorang lelaki yang baru saja tiba di dalam ruangan dansa.
Sorot mata Cleo tidak pernah bisa lepas dari sosok laki-laki itu yang ternyata dia suaminya sendiri. Tango yang tiba-tiba muncul di tengah acara dansa benar-benar membuat semuanya seolah menjadi tersihir dan lupa jika Tango sudah meninggal.
Lelaki macho dengan kulit putih kemerahan, bibir ranum merah muda dengan bola mata berwarna hitam kecoklatan itu memandang Cleo dengan penuh cinta. Memakai pakaian tuxedo berwarna black brown senada dengan gaun yang dipakai Cleo warna nude. Kini berjalan melangkah perlahan dan mulai mendekati pujaan hatinya.
"Hi, girls."
"Hi ...."
Saat kelopak mata Cleo mulai tidak bisa menahan buliran kristal bening yang hendak menganak sungai di kedua pipinya, Tango sudah lebih dulu menahannya. Mengusap kedua pipi Cleo yang lembut.
"Don't cry, Baby."
Suara Tango bagaikan sihir yang menenangkan jiwa. Membuat aliran darahnya menjadi yang semula berjalan lancar kini kian mengalir deras memenuhi rongga dada hingga terasa hangat.
"Tango, benarkah itu kamu?"
Tango mengangguk perlahan.
"Sentuhlah aku, maka kau akan bisa mengetahui apakah ini benar-benar aku ataukah hanya sebuah ilusi."
Dengan perlahan, langkah kaki Cleo perlahan menuntunnya untuk semakin mendekati sosok laki-laki yang beberapa bulan ini selalu mengisi setiap hembusan nafas dan aliran darahnya. Tangannya benar-benar terulur untuk mengusap rahang kokoh milik suaminya itu.
Senyumnya mengembang ketika Cleo mengetahui jika dia adalah Tango De Laurent.
"I miss you ...."
"Miss you too Baby."
Melihat keromantisan yang terjadi di sana, tiba-tiba saja sorot lampu mengarah tepat ke arah Tango dan juga Cleo. Kedua mata yang saling menatap satu sama lain itu seolah mengisyaratkan rindu yang tidak terbatas.
Tango mengulurkan tangannya ke arah Cleo yang disambut dengan uluran tangan yang sama dengannya. Lalu keduanya mulai berdansa satu sama lain, bergerak mengikuti alunan lagu yang mengalun indah.
Dari kejauhan terlihat jika Nyonya Rose, Tuan Dimitri, Nyonya Debora, Dardack dan juga Miss Vallery menatap mereka dengan raut wajah haru dan bahagia. Penuh rasa suka cita yang sangat mendalam.
Keduanya bahkan tidak menghiraukan banyaknya pasang mata yang melihat hal itu. Di tambah lagi Tango memang meminta bantuan Pendeta Alex dan Pendeta Louis untuk menjaganya dari hal-hal buruk.
Penampakan Tango hanya bisa dilakukan tiap satu kali dalam satu kali purnama. Sama seperti saat ini ia begitu tampak nyata di dalam pandangan semua orang. Bahkan sampai pesta pertunangan Dardack dan Miss Vallery usai.
Kini keduanya tampak saling merajut asa di sebuah balkon. Demi kebaikan dan hadiah keduanya, Nyonya Debora, Nyonya Rose dan Tuan Dimitri sepakat untuk menyewa satu kamar spesial untuk mereka.
"Aku sungguh bahagia malam ini. Rasanya semua mimpi dan impianku akan menjadi sebuah kenyataan."
"Kenapa bisa begitu?"
"Tentu saja iya, karena malam ini aku tidak akan melepasmu," ucap Cleo sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Tentu saja Tango tergelak akan sikap istrinya yang begitu menawan dan menggoda malam itu. Dibelainya poni yang menutup kening Cleo sambil menikmati indahnya wajah istrinya, Tango benar-benar mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk sang istri tercinta.
"Kamu adalah sebuah karya yang sangat luar biasa, Sayang. Bagaimana pun cara Tuhan mempertemukan kita adalah sebuah anugrah tidak terkira. Aku tidak akan pernah menyesal untuk mengenalmu. Sebagaimana tangan Tuhan berkehendak."
"Sama halnya denganku, Sayang. Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Love you, Sayangku."
"I love you too."
Saat hembusan nafas saling tertukar, kini kedua bibir kenyal dan lembut itu saling beradu. Membesut asa di antara rasa rindu yang mendalam, menciptakan decapan indah seiring permainan indah di antara kedua insan yang saling memadu kasih. Romantis dan penuh cinta.
__ADS_1
Semoga apa yang mereka harapkan akan menemukan sebuah keajaiban.