
"Tuan Jim, Anda sangat hebat!"
"Kamu benar-benar hebat, dapat menebak seluruh tindakan Juno asisten Tango!"
"Aku tidak percaya dia bisa kecolongan sampai tahap ini!"
"Bagaimana kamu melakukan itu?"
Tuan Jim masih bersikap tenang sambil menuangkan teh hijau pada cangkirnya. Sementara itu Dardack terus bercerita dengan sangat bahagia.
"Itu bukan masalah besar, aku hanya mengenalnya dengan sangat baik."
"Ini bukan hanya! Orang itu adalah Tango De Laurent, orang yang berkuasa di seluruh kota!"
"Kamu mempermainkan seseorang yang berkuasa di kota ini, bagaimana mungkin sekedar 'hanya'?"
"Sebenarnya memang mudah. Bahkan jika ini adalah pertikaian dua kubu, yang penting kamu mengerti pihak lawan, maka kamu akan menang."
"Apakah akan menang hanya dengan mengenal, ini terlalu mudah ... Sudahlah, aku juga tidak tahu bagaimana caranya, tapi satu hal yang pasti aku akan menang jika bersamamu."
Dardack mengarahkan gelasnya pada Jim dan mengajaknya untuk bersulang.
"Bersulang!"
__ADS_1
Kedua lelaki itu saling tertawa satu sama lain. Lalu Jim juga mengingatkan beberapa hal pada Dardack.
"Tunggu hingga Juno menelpon kamu, masih ingat apa yang aku sampaikan?"
"Tentu saja, Tuan Jim," ucap Dardack sambil tersenyum menyeringai.
"Tapi kenapa harus melibatkan keponakanku? Kenapa tidak secara langsung mengatakan jika memang itu semua dilakukan oleh Tango sebelum pernikahan Cleo dan Tango terjadi."
"Biarkan keponakanmu masuk dalam rantai ini, bukankah kamu juga mempunyai dendam pribadi kepadanya?"
"Bagaimana Anda bisa tahu?"
"Ha ha ha, kamu seperti orang lain saja, bukankah sebelum ini kamu sudah tahu cara kerjaku?"
"Memang itu yang seharusnya kamu lakukan saat ini. Jangan sampai membuat orang lain curiga, mengerti!"
"Mengerti."
Padahal jauh sebelum pertemuan mereka itu terjadi, Dimitri sudah mengetahui rencana Dardack dan juga Tuan Jim. Dari pemantauan yang selama ini ia lakukan, Dimitri bisa menyimpulkan jika Dardack hanya dimanfaatkan kekuatannya saja.
Apalagi Tuan Jim adalah orang yang sangat licik. Ia bisa menggunakan kekuasaannya untuk menekan seseorang agar ia tunduk dan patuh dalam sekejap di bawah kekuasaannya.
Sama seperti yang ia lakukan kali ini terhadap Dardack. Hanya saja mata Dardack sudah tertutup oleh ucapan manis dari Tuan Jim yang menjanjikan bahwa ia akan membantu Dardack untuk mengambil alih semua saham yang dimiliki oleh Fernandez.
__ADS_1
"Fernandez, jangan pernah menyalahkan aku tentang hal ini. Salahkan saja ibu yang tidak berlaku adil padaku!"
Seorang manusia yang sedang gila harta, jarang sekali mendengarkan ucapan dari orang lain. Seolah tidak akan ada yang bisa menghentikan langkahnya demi mencapai sebuah tujuan yang sangat ia nantikan.
"Aku harap mulutmu bisa menjaga semua rahasia ini. Apalagi rantai kecurigaan ini sangatlah lemah. Masuknya pihak ketiga akan memutuskannya."
"Maksud Anda?"
"Kita tidak boleh langsung memberi tahu Nyonya Debora tentang hal ini, biarkan dia berada di Rumah Sakit salam waktu yang lama."
Tuan Jim menoleh kembali ke arah Dardack.
"Kita hanya boleh memberinya petunjuk untuk menyelidikinya sendiri, agar seimbang."
"Aku mengerti! Tuan Jim sangat hebat, Anda bisa membuat dua keluarga berkelahi tanpa keluar rumah!"
"Anda sungguh menguasai situasi kali ini. Kita akan menjadi pemenang!" ucap Dardack penuh semangat.
Tuan Jim yang sebelumnya ingin meninggalkan ruangan segera berbalik.
"Jangan merayakan sebelum kemenangan! Kita harus bergerak perlahan!"
"Baiklah, aku mengerti Tuan Jim. Maaf untuk kelancanganku sebelumnya."
__ADS_1