My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 51. BERTEMU MUSUH


__ADS_3

"Selamat datang Tuan dan Nyonya."


"Wah, sepertinya akan banyak orang penting yang datang ke acara ini?"


"Betul sekali, sepertinya begitu. Coba lihatlah ke sana, bahkan orang penting di kota ini sudah hadir."


"Iya, itu bukankah Nyonya Rose dan juga siapa wanita cantik di sampingnya?"


"Apakah itu menantu dari Keluarga De Laurent?"


"Ah, tidak mungkin karena menurut kabar menantunya itu seorang yang tidak bisa melihat akan tetapi memang cantik, sih."


"Jadi penasaran, tetapi tidak mungkin juga istri Tuan Tango sampai dipublish karena menurut kabar menantu mereka sangat misterius sama seperti mereka menjaga putra semata wayangnya, Tango De Laurent."


"Semoga saja kita bisa segera melihat menantu keluarga terpenting di kota ini."


"Betul, aku sangat setuju akan hal itu."


Tidak berapa lama setelah mereka masuk, keluarga terbesar kedua juga mulai hadir. Tampak sebuah mobil mewah berwarna merah menyala terlihat muncul di depan gedung.


Bagaimanapun di setiap kesempatan pasti ada saja pertemuan secara tidak sengaja dengan musuh kita. Seperti itulah yang dialami oleh Cleo dan juga Nyonya Rose.


Kedatangan mereka di acara lelang tersebut ternyata sudah diatur oleh Alexander. Seorang lelaki yang memiliki dendam kesumat kepada Keluarga De Laurent.


Berpuluh-puluh tahun menjaga api dendam di dalam hatinya membuat Alexander menjadi seseorang yang pendiam. Pada saat yang bersamaan Mihiyo juga datang bersama dengan ibunya. Mereka sama sekali tidak tahu jika hal ini telah diatur oleh Alexander.


Mereka juga pergi ke acara lelang tersebut tanpa persetujuan dari Presdir Lim. Mihiyo sengaja menculik ibunya secara diam-diam agar ia dengan mudah dapat menyaksikan kehancuran dari Cleo dan juga ibunya sendiri.


Ia begitu lelah dengan semua aturan yang berlaku di dalam Keluarga Lim, tetapi ia sangat menikmati uang dan semua fasilitas yang dipersiapkan untuknya.


Dengan memakai gaun yang mewah, Mihiyo mulai turun dari mobil. Sorot lampu kamera yang mengabadikan kedatangannya sama sekali tidak membuatnya gemetar. Justru ia semakin terlihat berkilau dengan semua aksesoris yang ia kenakan.


Berbeda sekali dengan apa yang dipakai oleh ibunya, Nyonya Lim Lee. Tampak biasa namun tidak mengurangi aura kecantikan dari dirinya. Keanggunan tampak terpancar dalam setiap tingkah lakunya.

__ADS_1


"Mihiyo, sebaiknya ibu pulang saja, ya. Tempat ramai seperti ini tidak terlalu cocok dengan ibu."


"Loh, loh ... nggak bisa begitu dong. Masa iya aku harus datang di acara seperti ini sendirian. Ibu nggak asyik."


Mihiyo menampilkan raut wajah kecewa, hal itu apa saja membuat Nyonya Lim tidak enak. Apalagi Mihiyo adalah anak perempuan satu-satunya. Ia tidak bisa menolak atau menyakiti putrinya itu. Maka dengan terpaksa ia membuang egonya dan tetap menemani sang putri.


"Baiklah, Mama tidak akan pergi, tetapi kamu harus berjanji jika Mama tidak mau datang lagi ke acara seperti ini, Mama kurang suka."


"Iya aku berjanji jika ini terakhir kalinya aku maksa Mama."


"Ya jelas terakhir kali karena setelah ini aku yakin, jika Mama pasti sudah End."


Sesaat kemudian mereka diajak masuk.


"Ayo kita lihat, bagaimana reaksimu setelah mengetahui jika Cleo wanita yang kau dambakan sebagai calon menantumu itu sudah menikah dengan Tango anak dari musuh bebuyutanmu, wahai nenek tua," gumam Mihiyo ketika menyadari jika tamu kehormatan dari Keluarga De Laurent sudah datang.


Meskipun Mihiyo datang terlambat, tetapi ia telah mengatur semuanya itu sehingga seolah-olah Keluarga De Laurent mendapatkan undangan secara resmi dari pihak penyelenggara.


Padahal pada kenyataannya Mihiyo sudah membeli beberapa undangan dan ia kirimkan secara acak kepada keluarga yang menjadi target utamanya.


Lalu mereka didampingi oleh petugas resmi dan diantarkan sampai masuk ke dalam ruangan VIP.


Sama halnya dengan yang ia dapatkan saat ini. Mihiyo juga mendapatkan perlakukan ekslusif dari pihak penyelenggara. Mendapatkan sebuah buket bunga dan juga didampingi oleh salah satu kru dari pihak penyelenggara.


"Selamat datang Nyonya Lim dan Nona Mihiyo, silakan masuk!"


"Mari ikut dengan saya, Nyonya dan Nona."


"Terima kasih. Ayo Ma kita masuk!" ajak Mihiyo sambil memegang salah satu tangan Nyonya Lim.


Seperti dugaan, ternyata kedua keluarga itu duduk bersandingan. Hanya saja ada sebuah sekat yang membatasi keduanya agar tidak bisa melihat satu sama lain. Meskipun begitu mih iya sangat yakin jika kalau duduk di sampingnya.


"Bagaimana Ma, apakah Mama sudah merasa nyaman saat ini. Ini ruangan ekslusif, loh!"

__ADS_1


Nyonya Lim mengangguk setuju. Entah kenapa pikirannya tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak enak firasatnya mengatakan ada sesuatu hal buruk yang bakal terjadi hari ini.


"Kenapa perasaanku tiba-tiba merasa tidak nyaman? Memangnya apa yang perlu ditakutkan di acara sepenting ini?" gumamnya di dalam hati.


Mihiyo sejak tadi memperhatikan ke arah sekitar. Ia tampak sudah tidak sabar ketika pembawa acara mengumumkan jika acara pelelangan akan segera dibuka.


Salah satu petugas datang ke meja keluarga ada Lauren ia menyodorkan sebuah katalog yang berisikan tentang barang apa saja yang akan dilelang hari itu.


"Nyonya, Nona Muda silakan dilihat ini daftar semua barang yang akan dilelang hari ini."


"Terima kasih, banyak," ucap Nyonya Rose dengan tersenyum ramah.


"Jika Nyonya dan Nona butuh sesuatu, kalian bisa memanggilku karena saya ada di depan pintu."


"Iya, terima kasih banyak."


Kini giliran Cleo yang menjawab dengan ramah. Meskipun awalnya Cleo tidak merasa nyaman berada di sana, tetapi demi menghormati ibunya Ia pun menekan egonya.


"Ma, lihatlah dulu ... mungkin ada barang yang Mama suka. Kalau untuk Cleo 'kan baru pertama kali datang ke sini. Jadi tidak mengerti apapun."


"Ha ha ha, setelah ini kamu pasti akan mengerti bagaimana itu yang dinamakan acara pelelangan."


"Iya, mohon bimbingannya ya, Ma."


Meskipun wajahnya tersenyum, tetapi di dalam hatinya Cleo tetap merindukan kehadiran Tango.


"Andaikan dia berada di sini, bukankah akan lebih terasa menyenangkan. Tidak, aku tidak boleh membebaninya lagi ia sudah hidup tenang di alamnya. Aku akan berusaha membahagiakan Mama sebisa mungkin."


Padahal tanpa Cleo ketahui, saat ini Tango memang sudah berada di sampingnya. Tango selalu mengawasi Cleo meskipun keberadaannya belum bisa terlihat oleh mata. Lagipula Tango tidak akan membiarkan istrinya bepergian sendirian.


Akan sangat berbahaya jika keberadaan Cleo sampai terendus oleh musuh-musuh Tango. Oleh karena itu sampai saat ini Keluarga De Laurent masih menyembunyikan keberadaan Cleo. Semua dilakukan demi upaya perlindungan dari pihak Keluarga De Laurent.


Apalagi sampai saat ini misteri tentang kematian Amora dan juga Fernandez belum diketahui dengan. Dimitri secara diam-diam masih mengusut kasus ini hingga tuntas makanya ia tidak bisa setiap waktu menemani istri dan menantunya itu untuk bepergian.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir, Sayang, karena dimanapun kamu berada maka aku akan selalu hadir."


__ADS_2