My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 29. KEJUTAN


__ADS_3

Bagaimana jadinya ketika Tango tiba-tiba muncul di dalam rapat tersebut? Tentu saja kedatangan Tango membuat raut wajah Presdir Lim menjadi menegang.


Beberapa saat yang lalu ternyata Tango memperkirakan ke mana arah laju mobil yang dikendarai Presdir Lim. Setelah berpapasan tadi pikiran Tango menjadi berkelana. Sehingga ia menyimpulkan sesuatu.


"Mungkinkah Presdir Lim datang ke kediaman El Vanezz? Kalau begitu bukankah nantinya dia akan bertemu dengan Cleo?"


"Oh Tuhan, aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,aku harus kembali ke rumah!"


"Kim, putar balik haluan! Kita kembali ke Kediaman El Vanezz."


"Baik, Tuan."


Padahal di dalam rumah itu, rapat masih berlangsung. Pembicaraan nampak serius terjadi antara Nyonya Debora dan Presdir Lim. Sesekali Presdir Lim melihat berkas yang berada di tangannya lalu memperhatikan proyektor yang ada di belakang Nyonya Debora. Ia masih berusaha untuk memahami proyek perumahan yang akan mereka kerjakan beberapa bulan kemudian.


"Aku merasa jika bahwa delapan triliun tidak cukup, lebih baik uang ini dijadikan investasi awal."


"Jika dijadikan sebagai investasi terlalu sedikit."


Kedua mata Debora terbelalak, "Ini ... Presdir Lim investasi awal sudah merupakan dana yang dapat Keluarga El Vanezz keluarkan."


"Keluarga El Vanezz tidak bisa mengeluarkan uang lebih banyak lagi."


Terlihat jika Nyonya Debora sangat panik. Cleo tampak panik, akan tetapi jika ia berani mempersulit neneknya, Cleo bisa saja muncul. Namun, rahasia jika ia sudah tidak buta akan terbongkar.


Keringat dingin mulai membasahi kening Cleo dan Nyonya Debora. Sesaat kemudian Presdir Lim justru tertawa terbahak-bahak.


"Nyonya Debora, tampaknya kamu salah paham!"

__ADS_1


"Aku bukan menyuruh Keluarga El Vanezz untuk mengeluarkan uang, tetapi Keluarga Lim akan investasi 6 triliun."


"Tidak perlu!"


Deg


"Tango!" pekik Cleo di dalam hatinya.


Hampir semua orang yang berada di dalam ruangan rapat menoleh ke arah pintu. Ternyata di sana ada Tango El Barack yang bersiap untuk masuk ke dalam ruang rapat.


"Oh, rupanya Tuan Tango, maaf ini urusan intern kenapa Anda tetap berusaha untuk ikut campur."


Cleo berdiri, masih memegang tongkat ia mulai berbicara.


"Maaf, karena kedatangan suami saya jutsru mengganggu berlangsungnya acara rapat, maka saya akan membawanya keluar."


Tango mendekati istrinya. Tidak lupa ia mengecup kening Cleo dan merapatkan tubuhnya.


"Maaf, Presdir Lim. Saya dan istri saya juga merupakan anggota Keluarga El Vanezz, jadi sebaiknya kami hanya menjadi pendengar di sini. Jika memerlukan suara, maka saya tidak merasa keberatan."


Presdir Lim hanya tersenyum masam. Lalu sesaat kemudian Nyonya Debora meminta maaf untuk kejutan pagi itu.


"Presdir Lim, kalian sudah memberikan proyek ini kepada kami kenapa kalian masih ingin investasi?" tanya Nyonya Debora.


"Nyonya Debora, namanya investasi harus berani dalam pengeluaran maka hasil yang didapat pun akan lebih tinggi."


"Keluarga Lin ikut investasi dana, Bukankah nanti hasilnya juga akan mendapatkan hasil yang lebih banyak."

__ADS_1


"Kalau begitu, kami akan mengubah bagian keuntungan, kami mengeluarkan sebagian."


"Tidak perlu diubah, ikuti saja persentase yang sudah ditentukan dari awal."


"Tidak perlu! Kekurangan dana dari keluarga El Vanezz akan kamu tanggung. Sebagai suami Cleo, maka aku akan ikut berinvestasi."


"Anggap saja empat triliun ini sebagai investasi Keluarga El Barack kepada Keluarga El Vanezz. Kita bisa memiliki banyak kerja sama setelah ini. Pada saat itu, biarkan Keluarga El Barack juga mendapatkan keuntungan di sini."


"Apakah Presdir Lim keberatan?"


Terihat jika kedua tangan Presdir Lim mengepal menahan amarah.


"Aku tidak keberatan."


"Karena Presdir Lim berkata seperti itu, maka aku tidak akan menolak."


"Aku mewakili Keluarga El Vanezz mengucapkan terima kasih kepada Presdir Lim."


"Aku jamin Keluarga El Vanezz akan menjalankan proyek ini dengan sepenuh hati."


"Aku percaya pada Nyonya Debora."


"Nyonya Debora, jika tidak ada masalah kita tanda tangani kontrak saja."


"Baiklah."


"Deal, kerja sama ini sudah menemukan titik temu."

__ADS_1


__ADS_2