
Sesuai dengan perkataan sosok misterius tersebut Cleo mengambil kalung yang berada di dasar kolam.
"Yes, akhirnya aku bisa mengambil kalung ini," gumam Cleo dengan bahagia.
Namun, secara tidak sengaja saat ia hendak naik, kakinya menyenggol salah satu barang.
Ternyata kakinya tersangkut sebuah benda berwarna hitam. Beruntung, saya sangat cerdas dan menggerak-gerakan kakinya agar tali tersebut terlepas darinya.
"Syukurlah, aku berhasil mendapatkannya."
"Aku tidak mau Tango kenapa-napa jadi aku harus segera naik!" ucapnya penuh semangat.
Dengan sisa tenaga yang ia punya, akhirnya Cleo berhasil muncul ke permukaan. Betapa bahagianya ia ketika melihat suaminya masih berada di sana.
"Ternyata ini bukan sebuah mimpi!"
Setelah melihat Tango masih berada di sana, dengan segera Cleo berhambur untuk memeluk suaminya tersebut.
"Maaf, karena telah membuatmu menunggu lama."
"Tidak kenapa-napa, yang penting kamu selamat."
Cleo tersenyum manis, hingga membuat Tango semakin gemas terhadapnya. Dalam kondisi seperti ini Tango sangat enggan jika mimpi ini segera berakhir.
Cleo mendongakkan kepalanya untuk memandang Tango.
__ADS_1
"Aku berhasil Sayang, kalung ini untukmu."
Tango tersenyum bahagia, sebuah keajaiban akan segera terwujud. Ia bersyukur Cleo berhasil melewati ujian tersebut. Tidak ada hal lain yang lebih penting daripada ini. Semua terasa indah terlebih lagi, saat ini ia sangat merindukan Cleo.
"Terima kasih banyak, Sayang. I love you."
"Love you too."
Dengan begini itu artinya mereka bisa bersama dan saling mengasihi satu sama lain. Betapa bahagianya Tango malam itu. Selepas Cleo memberikan kalung tersebut maka mimpi indah mereka berakhir. Apalaahi pagi sudah menjelang.
Sepanjang malam di dalam mimpi Cleo mereka menghabiskan waktu berdua. Namun, setelah beliau membuka mata semua mimpi indah itu berakhir. Meskipun begitu Cleo sudah cukup puas dengan pertemuan yang dilakukan bersama Tango semalam.
Senyuman indah secerah mentari pagi menghiasi wajah Cleo yang begitu manis.
"Sepertinya hari ini kamu sangat bahagia sekali, Sayang. Kalau boleh tahu apa yang membuat kau begitu bahagia?"
"Semalam aku bertemu dengan Tango, Ma," ucap Cleo dengan wajah berbinar.
"Benarkah, syukurlah kalau begitu apakah kau menyampaikan salam Mama untuknya?"
"Tentu saja, Ma."
Tidak berapa lama kemudian suaminya, Dimitri bergabung ke tempat makan. Tidak lupa ia mengecup kening istrinya lalu menyapa menantunya tersebut.
"Wah, kayaknya pembicaraan kalian seru sekali memangnya apa yang sedang dibahas?"
__ADS_1
"Itu, Pa. Mama lihat wajah Cleo bahagia sekali hari ini sehingga membuat Mama penasaran."
"Yang terpenting kalian bahagia itu sudah cukup untuk Papa."
Kebahagiaan Cleo merupakan kebahagiaan yang juga dinantikan oleh seluruh keluarga De Laurent. Bagaimana pun mereka menjadikan Cleo sebagai menantu agar bisa melindunginya dan membuat arwah Fernandez dan Amora tenang di alam sana.
Dari kejauhan, Tango sudah tidak sabar untuk menunjukkan dirinya di hadapan orang-orang yang mereka cintai.
"Kenapa rasanya sangat menegangkan? Bagaimana jika mereka terkejut dan histeris?"
Banyak ketakutan yang tiba-tiba muncul di dalam pikiran Tango.
"Jika saja mereka bisa mengetahui keberadaanku tanpa aku harus menembus batas, aku pasti akan sangat bahagia."
Ternyata banyak sekali keinginan Tango, tetapi ia justru ketakutan.
"Seharusnya aku bisa lebih berani ditambah lagi Tuhan sudah memberikan jalan kepadaku."
Tango menunduk lalu sesaat kemudian segera menatap mereka.
"Aku di sini ...."
Suara Tango terdengar oleh mereka bertiga dan sontak saja arah pandang mereka menuju ke tempat Tango berdiri.
"Ta--"
__ADS_1