
"Cleo, meskipun hubungan kita tidak sebaik dulu, aku berharap jika aku masih bisa bertemu denganmu setiap saat. Entah bagaimana pun caranya, aku sungguh merindukan kehadiranmu selalu untuk bisa menemaniku setiap saat."
"Iya, Nyonya untuk hal itu akan selalu aku usahakan. Semua cara yang terbaik akan selalu aku lakukan untuk kebahagiaan orang-orang yang berada di sampingku."
"Terima kasih, Cleo. Kamu memang yang terbaik."
"Karena hari semakin sore, akan lebih baik jika saya permisi untuk pulang."
"Tapi, apakah perjalanan kamu akan baik-baik saja? Kenapa pikiranku mengatakan jika alangkah baiknya jika kamu mau menginap di sini."
Cleo tampak menggeleng.
"Tidak Nyonya, saya lebih memilih untuk segera kembali. Tidak baik jika saya terlalu lama di sini. Lagi pula saya meminta ijin tidak sampai menginap dan akan segera pulang. Bagaimana jika mereka sampai mencari saya?"
Nyonya Lim menyadari kekhawatiran yang ditujukan oleh Cleo.
"Cukup beralasan, tetapi alangkah baiknya jika kamu pulang diantar oleh putraku. Mungkin itu akan lebih baik untukmu."
Sekali lagi Cleo menggeleng. Tentu ia tidak akan mau merepotkan orang lain lagi. Cleo berprinsip jika dia bida melakukan hal itu sendiri, maka ia akan melakukannya sendirian.
Akhirnya Nyonya Lim tidak bisa menghalanginya, dan membiarkan Cleo pergi.
Selepas kehadirannya di dalam Keluarga Lim usai, kini Cleo kembali ke Mansion De Laurent.
"Nyonya, sedari tadi ada sebuah mobil yang terus menguasai jalan dan mengikuti kita dari arah belakang."
Cleo menoleh untuk memastikan ucapan dari sopirnya itu lalu setelahnya mengangguk setuju.
"Apakah kamu ingin melihat bagaimana caranya kita bisa terlepas dari mobil-mobil itu?" tanya Tango yang sudah duduk di samping Cleo.
Tentu saja Cleo mengangguk setelah mendengar ucapan dari suaminya tersebut. Beruntung Tango datang tepat waktu, sehingga tidak mungkin jika mereka tidak bisa menyelamatkan dirinya.
"Lalu langkah apa yang harus aku perbuat agar kita bisa selamat?"
"Sebaiknya kita tetap berada di jalur ini, lalu setelahnya kita ambil jalan berbelok ke arah kanan setelah lampu merah tersebut."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu," ucap Cleo dengan bahasa isyarat.
Tidak lama kemudian mereka melanjutkan perjalanan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Tango. Memang jalan yang dilaluinya saat ini begitu sempit hingga membuat mobil yang mengejar mereka kehilangan jejak. Terlebih lagi medan yang ditempuh tidak seperti biasanya dan justru semakin memasuki hutan.
"Apakah kita tidak apa-apa jika terus melewati jalan ini, Nyonya?" tanya sopir yang justru merasa khawatir dengan hal itu.
Bagaimana pun juga saat ini jalanan yang ditempuh mereka sangat tidak layak untuk dilewati dengan kendaraan roda empat tetapi justru Cleo menyuruhnya untuk melewatinya.
Cleo tampak menoleh ke arah Tango, dan dijawab dengan anggukan. Lalu setelah memastikan semuanya, kini Cleo semakin yakin jika Tango memang berniat untuk menyelamatkan mereka.
"Iya, lanjutkan saja sesuai dengan arahan dariku, Pak."
"Baik!"
Akhirnya mereka berhasil keluar dari hutan tersebut dan kembali ke mansion dengan selamat.
"Apakah kamu tahu jika mereka sedang menargetkanmu saat ini? Jadi jangan pernah kamu untuk keluar dari mansion selama Papa belum memberikan kamu perintah untuk keluar!"
"Baik, Pa."
Bukannya membantah atau menyangkal dari hal yang dituduhkan kepadanya, kini Cleo sengaja membiarkan kedua mertuanya mengatakan tentang isi hatinya terhadapnya.
Sama halnya dengan Tango yang terus menunggu. Untuk kedatangannya kali ini ternyata lebih baik lambat dari biasanya.
Tango hendak berjalan meninggalkan tempat duduknya dan menghampiri Cleo. Dengan begitu semua bisa ia dengarkan dengan lebih seksama. Tidak lupa Tango memberikan kepada Cleo sebuah kode agar mereka tidak terlalu banyak berbicara dan lebih mementingkan keuntungan mereka sendiri.
"Perlu kamu ketahui Cleo. Jika hanya tinggal kamu yang bisa dipercaya saat ini. Kemunculanmu baru beberapa kali di perusahaan sudah membuat sebuah kekacauan kecil. Akan tetapi Ayah suka tentang hal itu."
"Dengan begitu kamu bisa belajar banyak tentang semua hal bisnis. Mulai dari memahami setiap karakter yang kamu temukan di lapangan. Maka cepat atau lambat kamu akan menjadi pebisnis yang handal."
Ternyata Dimitri sudah mengamati Cleo selama beberapa hari ini. Ada orang yang sedang mengawasi mansion mereka selama beberapa pekan ini.
"Sehingga jika kalian sampai keluar dari mansion, maka itu akan sangat berbahaya, karena target utama mereka adalah dirimu Cleo."
Mendengar jika namanya disebut membuat Cleo kembali berpikir hal lain.
__ADS_1
"Benarkah setiap tindakan yang kita lakukan bisa berdampak pada seseorang5
"Betul sekali, di dalam dunia bisnis tidak ada pertemanan, yang ada hanyalah sikap peduli lalu meninggalkan dirinya atau seringkali bnevay
"Papa bukannya marahin kamu Cleo. Kami begitu khawatir jangan sampai kamu kenapa-napa. Beruntung malam ini kamu selamat dari kejaran mereka. Kalau tidak, Mama dan Papa pasti akan menyalahkan diri kami sendiri."
Cleo menoleh ke arah Tango sambil mengisyaratkan rasa terima kasih kepadanya.
"Makasih, Sayang karena telah menolongku, tadi."
"Sudah menjadi kewajibanku untuk selalu melindungimu setiap saat."
Melihat wajah Cleo yang sudah menyadari kesalahannya, maka Dimitri hanya bisa menghela nafasnya dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan di antara mereka.
"Sudahlah, Papa tidak mau mengekang kalian. Hanya saja, beberapa bodyguard akan semakin banyak yang melindungimu."
"Terima kasih untuk kebaikan Papa."
"Kalau begitu Mama juga permisi ya sayang kamu istirahatlah."
"Terima kasih banyak, Mama."
Setelah semuanya pergi kini tinggal bersama dengan beliau di dalam kamar ini. Tango terlihat merentangkan tangannya agar Cleo mendekatinya dan memeluknya.
Tidak lama kemudian Cleo segera menghampiri dirinya, lebih tepatnya berjalan ke arah Tango. Lalu masuk ke dalam pelukan Tango yang hangat.
"Hm, beruntungnya diriku bisa mengenalmu, Sayang. Entahlah jika saja kau terlambat datang maka aku tidak akan berada di hadapanmu."
Tango mengusap kepala istrinya, meniupnya beberapa kali lalu sambil memainkan rambutnya yang ikal. Cleo menikmati setiap moment yang dihabiskan bersama suami tercinta.
Hanya di dalam kamar itu, Cleo dan Tango seperti sepasang kekasih saling mencintai satu sama lain, hingga melabuhkan kisah tersebut dalam ikatan suci pernikahan.
Lambat laun kedua mata Cleo tertutup, mungkin karena kelelahan Tango segera memindahkan tubuh istrinya dengan kekuatan hantu.
"Selamat tidur istriku tercinta, aku berharap setelah ini akan selalu bisa menjagamu setiap saat dan setiap waktu. Semua yang aku lakukan semuanya demi kamu."
__ADS_1
Setelah memastikan istrinya terlelap, kini Tango berjaga di area balkon. Matanya masih menyisir ke arah sekeliling mansion, berharap jika keadaan rumahnya sudah membaik. Suasana malam yang begitu kondusif membuat Tango ingin menemani sang istri saat tertidur di dalam. Rasanya kekhawatirannya terlalu berlebihan sehingga membuat ia berpikiran buruk.