
Setelah mendapatkan perintah dari Tango, maka Presdir Lim mulai melakukan rencananya. Saat ini berusaha untuk mendekati Cleo sebagai sahabat, bukan sebagai rekan bisnis lagi.
Akan tetapi kerjasama yang telah dilakukan dengan Nyonya Debora tetap berjalan dan Nyonya Lim sudah memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh Keluarga De Laurent.
Hal itu bisa terjadi karena Nyonya Lim sangat menyukai keberadaan Cleo. Bukan hanya itu saja, ternyata Nyonya Lim juga sudah menganggap Cleo sebagai putrinya.
"Apakah kamu mengetahui kapan Cleo bisa datang lagi ke rumah ini?"
"Akan aku usahakan secepatnya. Lagi pula Cleo sangat suka sekali jika bersama Ibu," ucap Presdir Lim mencoba menghibur ibunya.
Bagaimana pun waktu itu ia berhasil membuat ibunya bangkit dari koma. Sehingga dengan cepat Presdir Lim membuat janji di dalam hatinya untuk selalu membantu Cleo setiap waktu.
"Apakah kamu mengetahui jika tidak ada wanita selembut dan sebaik Cleo. Andai saja ia belum menjadi menantu dari Keluarga De Laurent."
"Sudahlah semua sudah terjadi Ibu tidak boleh menyayangkan hal tersebut karena bagaimanapun dengan status apapun Cleo masih bisa dekat dengan kita dan ia juga tidak menganggap kita sebagai orang lain."
__ADS_1
"Apa yang dikatakan oleh Cleo memang benar, terbayar memaafkan jauh lebih indah daripada kita memelihara dendam."
"Benar sekali, aku banyak belajar tentang hal apapun darinya. Beruntung saat ini Cleo sudah bisa melihat jadi hal itu tidak membuat langkahnya terhenti."
"Benar, sebagai seorang teman aku akan menjaganya."
Nyonya Lim merasa bangga karena perubahan yang ditunjukkan oleh putranya saat ini jauh lebih baik dibandingan sebelum ia bertemu dengan Cleo. Dulu ia sangat terkesan dingin terhadap wanita. Didekati saja ia sudah merasa tidak nyaman. Namun saat berkenalan dengan Cleo semuanya berubah.
"Cleo benar-benar telah merubah semuanya menjadi lebih indah. Aku sangat bersyukur karena Cleo telah menjadi malaikat terindah di dalam rumah ini," ucap Nyonya Lim di dalam hatinya.
Mereka bertiga mempersiapkan sebuah rencana baru yang akan mempercepat berlangsungnya proyek tersebut dengan mendatangkan investor-investor baru untuk membuat usaha mereka semakin berkembang.
"Terima kasih presiden karena anda telah membuat semuanya menjadi lebih indah dan tidak berpakaian siapapun."
"Sama-sama Cleo, seharusnya kamu berterima kasih kepada mendiang suamimu karena kalau bukan dia sudah pasti aku akan salah paham terhadapmu."
__ADS_1
"Emangnya Anda telah bertemu dengan suami saya. Bukankah suami saya sudah meninggal terlalu lama?"
Presdir Lim merasa telah salah dalam berucap kali ini. Maka dari itu ia pun membiarkan semuanya berjalan sesuai dengan alurnya dan menciptakan sebuah kebohongan baru.
Presdir Lim tersenyum ke arah Cleo. "Bukan begitu, jauh sebelum kita bertemu aku sudah pernah bertemu dengan beliau. Kami pun saling berbicara satu sama lain. Saling berkomunikasi agar tidak ada kesalahan pahaman di sini."
"Oh begitu, aku kira Anda bertemu lagi dengan suami saya setelah meninggal, karena beberapa waktu yang lalu saya sering memimpikan dia datang di dalam mimpi. Akan tetapi akhir-akhir ini kami sudah tidak bertemu lagi sehingga komunikasi diantara kami pun terputus."
Cleo terlihat menunduk, di saat semuanya sudah siap dengan semua hal, rupanya Presdir Lim sudah mempersiapkan sebuah rencana untuk membuat Cleo tidak kesepian lagi karena memang Tango harus melakukan perubahan yang banyak demi masa depannya.
"Karena waktu sudah cukup lama kita berbincang-bincang, maka aku pun harus permisi. Terima kasih untuk waktunya, Nyonya Cleo dan Nyonya Debora."
"Sama-sama, hati-hati di jalan."
"Iya, terima kasih semuanya, semoga semua hal yang terjadi di sini semakin lancar."
__ADS_1
"Aamiin."