My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 77. JANJIMU


__ADS_3

Mengetahui jika Presdir Lim sudah memulai rencananya, maka Tango juga bergerak dengan segera untuk melakukan langkah-langkah yang akan diambil dalam misi menyelamatkan perusahaan milik keluarga El Vanezz.


"Aku akan berjuang demi kebahagiaanmu, Sayang. Jangan lupa ada aku yang selalu bersamamu, menemani dalam setiap perjuanganmu!"


Bagaimanapun saat ini Cleo adalah tanggung jawabnya. Bahkan ketika istrinya hanya mengalami luka lecet sedikit, Tango juga pasti akan merasakan marah dan sakit dalam waktu yang bersamaan.


"Kamu tenanglah di sini, aku pergi dulu!" pamit Tango pada Cleo yang masih Makan bersama ibunya.


Dari kejauhan Cleo mengangguk dan tersenyum senang pada suaminya. "Hati-hati, Sayang. Aku percaya padamu!"


Saat ini beban tanggung jawab Tanggo bukan hanya keluarganya, melainkan juga keluarga istrinya Cleopatra El Vanezz. Sedikit saja masalah yang dihadapi oleh Keluarga El Vanezz sudah pasti akan menjadi beban pikiran Cleo.


Oleh karena itu ia berusaha agar tetap bisa mencari langkah awal untuk mencegah hal-hal buruk yang tidak dapat diprediksi.


Meskipun ia sudah meninggal, tetapi Tango masih mempunyai tanggung jawab yang sama. Apalagi ia bisa menggunakan atau meminta bantuan Juno untuk melakukan semua langkah-langkahnya.


Beruntung Juno tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut dan selalu ada untuk Keluarga De Laurent. Sama halnya dengan Keluarga Tango yang sudah menganggap Juno sebagai bagian dari Keluarga De Laurent.


Selepas berpamitan kini Tango dengan segera melesat menuju Kediaman Presdir Lim. Kali ini Tango justru bingung dengan cara apa mereka akan berkomunikasi.


"Biasanya aku datang pada malam hari dan kini justru datang pada siang hari. Kenapa aku bisa lupa waktu?" pikirnya kemudian.


"Harusnya aku bisa mengatakan hal ini secara langsung jika Presdir Lim tertidur, tetapi ini kondisinya siang hari. Bagaimana caranya aku bisa mengatakan hal ini?"


Belum sempat Tango mendapat jawaban dari dalam, ternyata ada sebuah suara yang mengharuskan dirinya menyelidiki sumber suara itu berasal.


Sebagai seorang hantu Tango tidak perlu takut ketahuan. Karena sebagai hantu ia tidak akan mudah terlihat, dengan memanfaatkan hal itu aku akan mudah menolongmu, Cleo!" ucap Tango dengan berapi-api.


Setelah beberapa saat mencari, Tango justru sudah menemukan sumber suara tersebut yang ternyata dari seorang yang ia kenal, yaitu Mihiyo.


Mihiyo dikenal sebagai sosok wanita yang biasa. Hanya beberapa kali mereka pernah bertemu di bar. Akan tetapi Tango sedang tidak ingin diganggu dia lebih suka untuk memilih membeli jajanan senilai dua ribuan saja ludes.

__ADS_1


"Maaf, karena aku tidak menyukai kehadiranmu, maka saat ini aku jutrsuakan


Tidak mau membuat Cleo kesulitan ia kembali ke Mansion De Laurent. Sesuai rencana ia akan mengikuti semua kegiatan istrinya hari itu. Tango tidak akan membiarkan Cleo terluka sedikitpun, sehingga hal ini ia akan mengawalnya secara langsung.


Sesuai dugaan Cleo benar-benar datang memenuhi undangan dari Presdir Lim. Meskipun ia tidak datang bersama dengan neneknya, Cleo datang dengan didampingi oleh beberapa bodyguard dari Keluarga De Laurent.


Presdir Lim tampak terkejut dengan penampilan Cleo saat ini. Terlebih lagi saat ini beliau tidak memakai cruth seperti biasanya. Hingga akhirnya ia baru menyadari jika Cleo tidak buta.


Cleo tampak melepas kacamatanya setelah sampai di meja yang dipesan oleh Presdir Lim. Tidak lupa ia juga menjabat tangannya sebelum duduk.


"Selamat siang, Presdir Lim. Maaf jika lama menunggu."


"Tidak apa-apa, Nona. Silakan duduk!"


"Terima kasih."


Tidak berapa lama kemudian, Nyonya Debora datang dengan beberapa pengawal di belakangnya.


"Maaf jika kedatangan saya terlambat, Cleo ternyata kamu juga datang ke sini, Nak!"


Setelah ketiga orang itu berkumpul, Presdir Lim langsung mengatakan keinginannya mengapa ia mengundang kedua orang dihadapan saat ini.


Dalam sekejap saja Presdir Lim langsung memutuskan hubungan kerjasama kontrak dengan Keluarga El Vanezz.


"Sebelumnya saya meminta maaf kepada Nyonya Debora dan Nona Cleopatra jika keputusan saya ini terlihat egois dan terlihat menguntungkan salah satu pihak, sekaligus saya meminta maaf jika keputusan yang saya ambil akan membuat Keluarga El Vanezz mengalami kebangkrutan."


Ucapan dari Presdir Lim terlihat jelas dan sangat membuat Cleo hampir terisak karena memikirkan akibat jangka panjangnya. Namun, ia bisa memaklumi hal itu.


Dengan ucapan yang sangat jelas itu tentu saja membuat Cleo terkejut. Apa yang ditakutkan olehnya kini terjadi. Tugasnya saat ini adalah membantu Keluarga El Vanezz untuk bangkit lagi setelah ini.


Pemutusan kerja sama ini artinya akan berdampak besar terhadap Keluarga El Vanezz. Terlebih ketika melihat sebuah perusahaan yang telah dibangun dengan susah payah harus mengalami kebangkrutan dalam sekejap mata.

__ADS_1


Ketakutan terbesar Cleo adalah ketika melihat neneknya kembali sakit. Banyak hal yang membebani pikirannya. Akan tetapi Cleo tidak akan tinggal diam.


Rencana selanjutnya ia akan meminta bantuan dari Tango, untuk kembali membangun perusahaan milik kedua orang tuanya agar mereka bisa bahagia di surga nanti.


"Baiklah kesepakatan kali ini sebagai seorang saksi maka silakan Nona Cleo untuk menandatangani kontrak pemutusan kerja sama antara Keluarga Lim dengan Keluarga El Vanezz."


Meskipun Cleo ragu, ia tetap memantapkan hatinya untuk tetap terlihat kuat ketika berada di samping Nyonya Debora. Kini setelah Cleo selesai, tibalah Nyonya Debora untuk menandatangani surat tersebut.


Cleo tampak menghela nafasnya lalu meminta ijin untuk segera pulang. Begitu pula dengan Nyonya Debora yang telah membawa barang-barangnya sendiri.


"Maaf, Presdir Lim ...karena sudah tidak ada kepentingan lain saat ini, maka saya pun ikut permisi."


"Loh, kenapa semua tampak terburu-buru?" tampak satu dari mereka sangat disayangkan dan terkesan jauh lebih baik lagi ke depannya."


Sayang, ketika mereka telah sampai di depan pintu, ia melihat jika suasana tidak begitu ramai dan justru hujan turun. Alangkah baiknya jika kita diberikan beberapa catatan hingga nanti tidak ada yang terlihat mengganggu.


"Ternyata hujan salju turun dengan lebat hingga membuat suasana semakin hangat dan romantis."


"Aamiin."


Hal itu sukses membuat Tango bertekuk lutut sekaligus merasa ingin segera membawa Cleo pergi. Agar ia tidak kecolongan hingga semuanya sudah selesai.


"Kenapa lama sekali!" ucap Cleo sambil mencebik kesal.


Tango merasa jika tingkah laku Cleo lucu maka ia pun segera memeluknya dari arah belakang.


"Jangan marah, toh buktinya aku tetap menemanimu ketika tadi bertemu dengan Presdir Lim."


"Iya, aku percaya itu. Semua akan terasa lebih baik saat ini."


Tango sedang mencari suatu cara untuk membuat Cleo kembali membaik. Tango mengetuk sofa yang berada di sisinya itu agar bisa diduduki oleh Cleo.

__ADS_1


"Duduklah ke sini, aku akan membuatmu sejenak rileks, kecuali jika sudah ada


calon yang sesungguhnya."


__ADS_2