
Akhirnya masa pemulihan Cleo telah berlangsung aman. Ia sudah bisa keluar rumah tetapi tetap dengan sebuah pengawalan yang ketat.
Keluarga De Laurent memang tidak pernah membiarkan menantu atau anggota keluarganya bisa bebas bepergian tanpa sebuah pengawalan. Semua ini dilakukan karena Cleo juga sudah menjadi anggota Keluarga De Laurent. Itu artinya ia memang menjadi sebuah permata yang layak untuk dia jaga.
"Mulai saat ini kamu sudah bisa berpergian jauh, Sayang," ucap Rose menyentuh bahu Cleo dengan penuh kasih sayang.
"Benarkah itu?" ucap Cleo setengah percaya dan tidak.
Dimitri telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap menantunya itu. Perkembangan kesehatan yang baik membuat Dimitri memutuskan jika Cleo boleh pergi.
Senyuman dari Cleo, Rose, dan Tango tersungging sempurna. Rose mendekati Cleo dan memegang tangannya.
"Itu artinya aku boleh pergi mengunjungi, Nenek?"
Dari tatapan Cleo, Nyonya Rose bisa menyadari jika menantunya itu sangat mengharapkan bisa datang ke tempat Debora. Ia merasa ada sesuatu hal penting yang selalu mendorong dirinya agar wajib datang ke sana.
Maka dari itu, ia pun mempercayai apa yang tersirat di dalam wajah Cleo.
"Tentu saja boleh, kenapa tidak? Aku justru senang jika kamu bisa menemui nenekmu. Mama juga tidak mempunyai alasan untuk menghalangi dirimu."
Cleo menatap setengah memohon kepada Tango. Meskipun ia sudah mendapatkan restu dari mama mertua, Cleo juga merasa wajib untuk meminta ijin dari suami. Tango yang mengerti akan tatapan Cleo mengangguk dengan segera.
"Aku akan menemanimu, Sayang."
Nyonya Rose tersenyum, "Syukurlah kalau begitu."
Terlihat jika Cleo sudah sangat merindukan neneknya, maka dari itu Tango pun berniat untuk mengikutinya.
Keesokan harinya.
__ADS_1
"Sebelum kita pergi ke rumah Nenek sebaiknya kamu ikut aku ke kantor, bagaimana? Apa kamu keberatan?"
"Aku sama sekali tidak keberatan."
"Akan tetapi sebaiknya kamu memakai kaca mata, Sayang. Setidaknya orang-orang tidak akan terlalu curiga dengan kemunculanmu."
Ternyata selain Tango, Nyonya Rose juga mengingatkan menantunya agar tetap menjaga kesehatan matanya. Apalagi belum banyak yang tahu jika Cleo sudah bisa melihat.
"Oh, ya Ma, Pa. Apa aku tetap menjaga rahasia ini?"
"Maafkan untuk keegoisan kami, Nak. Akan tetapi memang seperti ini nantinya."
"Baiklah kalau itu demi kebaikanku."
Melihat ada gurat kesedihan yang terpancar di wajah cantik Cleo, Tango berusaha untuk menghiburnya.
"Iya, aku tahu, Sayang."
Sementara itu di dalam benak Cleo ingin sekali ia bertemu dengan Miss Vallery. Ada sebuah hal yang harus ia bahas dengannya saat ini juga.
"Bagaimana caraku untuk bisa menghubungi Miss Vallery, ada banyak hal yang harus aku bicarakan dengannya."
"Jika kamu ada yang perlu disampaikan, katakanlah padaku, Sayang."
Cleo hampir terjingkat ketika melihat suaminya tiba-tiba berada di sebelahnya. Seketika Cleo merubah mimik wajahnya.
"Maaf, aku terlalu senang karena bisa keluar hari ini, jadi maafkan aku," ucapnya sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat."
__ADS_1
Tidak terasa sudah hampir dua jam, Cleo menunggu suaminya rapat. Tanpa ia sadari saat menunggu pikirannya jauh berkelana. Meskipun begitu ia masih ingat jelas cara berjalan untuk orang bu-ta.
"Sepertinya istriku pandai berakting. Ia bahkan terlihat manis ketika menurut seperti saat ini. Biarkanlah cinta kami bersemi sepanjang waktu."
Tango memang keluar di siang hari, akan tetapi ia memakai pakaian tertutup dan mobil berwarna hitam. Sama sekali ia tidak terkena sinar matahari. Sebagai seorang hantu, ia harus menjaga kekuatannya agar ia tidak cepat musnah. Apalagi Pendeta Louis sudah memperingatkannya jauh-jauh hari.
"Bagaimana aktingku tadi, Sayang?"
"Kau benar-benar melakukannya dengan sangat baik. Aku sungguh terpesona dengan semua hal yang kau kerjakan!"
Mungkin begitulah arti tatapan keduanya. Selain dengan Rose dan Dimitri, Cleo dan Tango tetap merahasiakan berita saat Cleo dinyatakan sudah bisa melihat kembali.
"Aku meminta maaf, atas permintaan Papa kita semua harus melakukan semua ini sampai pelaku di balik kematian kedua orang tuamu sudah diketemukan."
"Tidak apa-apa, Sayang. Aku percaya padamu."
Perjalanan kali terasa lebih singkat, akan tetapi Cleo sangat menikmati keindahan kota Scotland yang sudah lama ia rindukan.
"Sudah lebih dari dua belas tahun aku tidak melihat semua ini, rasanya sungguh seperti mimpi. Terlebih lagi waktu itu aku masih kecil."
Ingatan-ingatan masa lalu Cleo kembali berputar. Ada banyak hal yang ingin ia lihat saat kembali ke Mansion El Vanezz nantinya.
"Apakah desain kamarku akan masih sama seperti dulu, ataukah sudah berganti?"
Tango memegang tangan Cleo, sontak saja Cleo menoleh dan menatap ke arah suaminya. Dari tatapan mata yang diberikan oleh Tango, Cleo bisa mengetahui jika dirinya memberikan dukungan dan perlindungan penuh pada Cleo.
Cleo tersenyum manis, membuat Tango semakin mencintai wanita yang duduk di sampingnya ini.
"Terima kasih, Tuhan telah mengirimkan seorang wanita yang sangat baik dan cantik seperti Cleopatra untukku."
__ADS_1