My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 47. KAGUM


__ADS_3

Tidak ada seorang suami yang akan membiarkan istrinya tersakiti ataupun terluka. Maka dari itu sesaat sebelum mobil dari arah seberang hendak menabrak mobil yang dikendarai Cleo, Tango sudah mendahuluinya dengan memutar arah kemudinya hingga kecelakaan itu tidak terjadi.


Terdengar suara dentuman yang begitu hebat di jalanan. Saat ini akibat ulah Tango yang sudah lebih dulu, segera mengambil tindakan penyelematan untuk istrinya.


Mana mungkin Tango melihat orang yang ia cintai jatuh telentang di atas sana. Dengan cara yang tragis sambil gedor pintu karena berbanyaknya seram dam lain-lain.


Bola mata Jim hampir keluar karena sepersekian detik sebelumnya bibir mobil hampir menyentuh mobil mereka. Jika hal itu terjadi sudah pasti mereka akan mengalami kecelakaan.


"Astaga, apa yang baru saja terjadi?" ucapnya dengan gemetar.


Sementara itu Cleo masih tidak bisa menata hatinya karena kejadian barusan. Ditatapnya semua bagian tubuhnya karena takut terjadi apa-apa.


"Apa yang barusan terjadi, Ya Tuhan?"


Cleo mengusap dadanya berkali-kali. Lalu ia baru tersadar ketika ada sebuah mobil polisi yang mendekatinya. Tidak lupa polisi itu mengetuk kaca mobil di sisi Cleo terlebih dahulu.


"Selamat siang, bisa saya berbicara sebentar?"


"Bi-bisa, Pak."


"Tunggu sebentar."


Sebelum keluar Cleo merapikan penampilannya terlebih dahulu. Baru setelah itu ia mulai berbicara dengan mereka. Tidak lupa Jim juga turut mendampingi Cleo. Sebuah mobil yang berisi para bodyguard Cleo juga mendekati Cleo untuk memastikan keadaan mereka.


"Bisa Anda jelaskan bagaimana kejadian barusan?"


Cleo mengangguk lalu mulai menceritakan semua yang ia ingat sesaat sebelum kejadian itu terjadi. Meskipun terkesan janggal, tetapi Cleo tidak berniat untuk menutupinya.


"Bagaimanapun semua ini murni kecelakaan yang diakibatkan sebuah kelalaian dari pengemudi yang berasal dari arah berlawanan."


"Sebagai seorang saksi, apakah Anda mau memenuhi undangan dari kami untuk pemeriksaan lanjutan?"


"Bisa, Pak."


Setelah wawancara singkat itu, ternyata Cleo baru menyadari jika sebuah mobil yang hampir menabraknya tadi justru telah masuk ke dalam jurang. Sehingga polisi mendatangi lokasi itu untuk memeriksanya secara langsung.

__ADS_1


"Apakah mobil itu yang hampir menabrak kita Jim?"


"Betul Nyonya Muda."


"Jika saja kau tidak mengubah arah kemudi, sudah pasti kita juga akan bernasib sama."


"Betul, untung saja semua itu tidak terjadi."


Cleo mengangguk setuju.


Sementara itu Tango bergerak mendekati mobil yang mengalami kecelakaan lalu segera melesat kembali ke arah Cleo.


"Kamu tidak apa-apa 'kan, Sayang?"


Wush


Sejenak kemudian Cleo merasa jika tubuhnya merinding. Saat teringat akan pertemuan yang akan diadakan bersama dengan Miss Vallery ia meminta pada Jim untuk kembali melanjutkan perjalanannya.


"Jim, kita kembali menuju kedai X sekarang."


"Baik, Nyonya Muda."


"Kenapa Cleo tidak kunjung datang, apakah pertemuan kali ini juga batal?"


Menyesap coffe bisa membuat pikiran Miss Vallery sedikit tenang. Setidaknya ia tidak terlalu bosan saat ini. Tidak berselang lama, Cleo sudah sampai di tempat tujuan.


Merasa kebingungan Cleo mencoba menekan nomor ponsel Miss Vallery sambil berbisik kepada Jim.


"Jim, bantu aku untuk menunjukkan di mana Miss Vallery memesan meja. Aku belum pernah bertemu di tempat umum dan melihat wajahnya."


"Baik, Nyonya Muda."


Mendengar bunyi ponsel miliknya berdering, Miss Vallery segera mengangkatnya.


"Hallo ...."

__ADS_1


"Iya, ini saya. Kamu di mana Cleo?"


"Aku tidak bisa menemukan Anda, apakah Anda lupa jika saya tidak bisa melihat?"


Miss Vallery menepuk jidatnya.


"Astaga, maafkan Saya. Tunggu aku akan menjemputmu, jangan menutup telepon, ya."


"Baik."


Lalu Miss Vallery mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Cleo.


"Aku sudah menemukan Anda, aku akan ke sana."


Setelah menemukan sosok Cleo, Miss Vallery segera menghampiri.


"Cleo, aku di sini, di hadapanmu."


Cleo mencari sumber suara. Ketika tangan Miss Vallery mulai menyentuh salah satu tangannya, Cleo menoleh. Sebelumnya Cleo hendak menarik salah satu tangannya, tetapi ia urungkan.


"Ini aku, Cleo. Kamu tidak usah takut kepadaku."


"Ternyata Miss Vallery sangat cantik," gumam Cleo.


Jim yang berada di samping Cleo juga melihat ke arahnya dengan penuh kekaguman.


"Tidak disangka ternyata banyak orang cantik disini, aku tidak menyesal jika terus mendampingi Nona Cleo," gumam Jim di dalam hati.


"Duduklah, mejaku ada di sebelah sana!"


Miss Vallery segera mengajak Cleo untuk duduk bersamanya. Langkah kaki Cleo dituntun oleh Miss Vallery hingga sampai di mejanya.


"Terima kasih, maaf sudah merepotkan Miss."


Miss Vallery juga menyuruh Jim untuk duduk satu meja dengannya.

__ADS_1


"Terima kasih Nyonya."


__ADS_2