My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 63. KEJUTAN


__ADS_3

Merasa jika ada hal yang mendesak membuat Tango tidak sabar untuk segera keluar dan menampakkan dirinya. Namun, semua yang dilakukan rupanya hanya sia-sia karena yang bisa melihat kehadirannya hanya Cleo.


"Kenapa aku merasa seolah mendengar suara panggilan dari Tango?" ucap Nyonya Rose sambil memandang suaminya.


Ternyata hal yang sama juga dirasakan oleh Tuan Dimitri sehingga sesaat kemudian ia pun menoleh ke arahnya.


"Iya, baru beberapa menit yang lalu aku juga mendengar ucapan dari Tango yang memanggil kita semua."


Tuan Dimitri semakin curiga dengan keadaan barusan.


"Mungkinkah Tango berada di sini? Akan tetapi kenapa dia memanggil kami, apakah ia ingin menyampaikan sesuatu pada kamu?"


Banyak pikiran buruk yang segera menghantui isi kepalanya.


"Bagaimana pun aku harus mempersiapkan semuanya dengan segera. Aku tidak akan membiarkanmu hidup terkatung-katung," ucapnya di dalam hati.


Sementara itu Cleo yang teringat akan mimpinya semalam segera merapal sebuah mantra sebelum ia membuka kedua mata dan menoleh ke arah samping. Ya, kini ia bisa melihat dengan jelas siapa sosok yang berdiri di ambang pintu tersebut.


Tango, ya itulah suami Cleo yang sangat ia rindukan. Ternyata semua terjadi sama seperti di dalam mimpinya semalam.


"Akhirnya aku bisa melihatmu setiap saat, Sayang."

__ADS_1


Sudut mata Cleo kini berkaca-kaca. Ingin menangis tetapi tertahan. Mulutnya terasa kelu, meskipun hanya untuk mengucap, ya.


Di sudut sana, Tango terus melangkah mendekati istrinya tersebut.


"Apa kau sangat merindukan aku?"


Cleo masih menutup rapat mulutnya, sementara itu Nyonya Rose yang semula bahagia kini hanya bisa menahan tangisnya agar tidak pecah.


Seolah tidak peduli dengan sekitarnya, kini Tango menghipnotis semua orang di dalam ruang makan itu kecuali Cleo. Di dalam kesadarannya ia memeluk istri tercinta.


Menghujaninya dengan semua kasih sayang dan kerinduan yang tercurah begitu saja. Mengalir seperti aliran sungai jernih sumber kehidupan.


Cleo bagi Tango adalah sebuah cahaya kehidupan. Kebahagiaan Cleo adalah sebuah prioritas.


Diusapnya tangan Cleo lalu disentuhkan ke arah pipinya.


"Bukankah kamu berjanji akan selalu tersenyum jika aku memintanya darimu?"


Cleo menggeleng lalu berusaha untuk mengisyaratkan kepada Tango agar jangan pulang terlalu sering menampakkan diri.


"Meskipun sekarang kamu sudah bisa menampakkan dirimu di depan orang-orang yang kamu kehendaki, sebaiknya jangan terlalu sering."

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Tango dengan lembut.


"Karena aku tidak mau kamu menghilang. Aku tidak bisa hidup baik tanpa kehadiranmu."


Tango tersenyum, "Aku berjanji agar selalu melindungimu, menjagamu, menemanimu setiap waktu."


Tanpa terasa buliran air mata yang sedari tadi ia tahan kini luruh sudah. Lelaki yang di awal pertemuannya sama sekali tidak melihat dan justru meremehkan dirinya kini bertekuk lutut tanpa Cleo minta.


Namun, sayang semuanya terlambat. Tango sudah meninggal dan hanya tinggal arwahnya yang setia mendampingi Cleo saat ini.


"Hei, simpanlah air matamu, Sayang. Kau tega sekali membuatku luluh hingga tidak kuasa menahan gejolak di dalam hatiku."


Cleo mengusap air matanya dengan segera lalu menatap ke depan.


"Kenapa mereka diam dan seolah tidak menyadari interaksi kita?"


Tango terkekeh akan ucapan istrinya barusan. Jika bukan karena kekuatan mantra tidak mungkin Tango akan berubah menjadi sekuat seperti saat ini. Tentu saja semuanya terjadi berkat Cleo.


"Itu semua ulahku, tetapi ketahuilah jika hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada kejadian saat ini."


"Sementara waktu ini hanya kamu yang bisa melihatku, mengerti?"

__ADS_1


"Mengerti, Sayang."


__ADS_2