My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 96. SEBUAH FAKTA BARU


__ADS_3

Rencana Cleo benar-benar dijalankan. Keesokan harinya seperti biasanya Cleo mengemudikan mobilnya keluar Mansion menuju ke kantor.


"Aku sungguh tidak sabar dengan semua ini. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk bertemu mereka."


Semua karyawan tampak menunduk hormat kepada Cleo, ketika ia mulai sampai di perusahaannya. Tidak ada satu orang pun yang tidak mengenal kebaikan hati Cleo.


Oleh karena itu ia sangat bersyukur ketika melihat semua karyawan tampak rukun. Akan tetapi hanya untuk beberapa jam saja ia berada di kantor.


"Juno, semua berkas akan digunakan untuk dapat pensil sudah aku persiapkan di hadapanmu mohon diteliti agar sebagai rapat bisa berlangsung dengan sempurna."


"Oh ya, aku ingin pergi sebentar aku titip kantor kepadamu ya, bye."


Cleo sudah berpamitan pada Juno. Kini Cleo sudah melangkahkan kakinya untuk kembali ke dalam mobil, melajukan tujuan awalnya untuk bertemu dengan seseorang.


Rencananya Cleo akan pergi bertemu dengan pihak keluarga yang telah mendonorkan kornea mata kepadanya. Niat hatinya hanya menuntaskan keingin tahuannya tentang siapa mereka, sampai begitu baik terhadapnya. Apakah sebuah kebetulan atau bukan?


"Semoga mereka bisa memaafkan aku karena telah mengambil barang paling berharga milik anak mereka dan semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga yang baik hati itu," doa Cleo di dalam hati.

__ADS_1


Suasana hari yang cukup cerah membuat perjalanan darat yang ditempuh oleh Cleo begitu cepat dan lancar. Tidak hanya hal itu saja, tetapi sepertinya ia tetap datang dan membeli beberapa buah tangan untuk mereka.


Dari tanpa Cleo sadari beberapa deret mobil mengikuti arah lajunya. Hanya saja tipe mobil yang mereka gunakan berbeda sehingga Cleo sama sekali tidak curiga terhadap hal itu.


"Semoga kamu tidak menyadari jika kami menjagamu dari jauh seperti ini," gumam Juno sambil menyetir sekaligus memimpin perjalanan panjang yang dilakukan Cleo.


Suasana hati Cleo benar-benar indah seindah bayangan miliknya yang akan segera ia temukan beberapa jam lagi.


Tango yang berada di dalam mobil Cleo membiarkan istrinya untuk pergi mengunjungi pihak keluarga yang telah mendonorkan matanya kepada Cleo. Sama seperti Cleo, saat ini Tango sudah sampai tahap awal.


Cleo benar-benar fokus pada jalanan yang dilalui. Ketakutan terbesarnya saat ini adalah ketika nanti Cleo kelelahan karena tidak ada yang menggantikan menyupir.


"Andai Tango ada di sini, sudah pasti aku tidak akan merasa kesepian dan takut pada jalanan yang aku lalui seperti ini!" gumam Cleo.


Perjalanan panjang telah usai. Sebuah lengkungan senyum tergambar jelas di dalam raut wajah Cleo. Menunjukkan sebuah rasa kepuasan karena ia telah sampai dengan selamat di tempat tujuan.


Kaki jenjangnya tampak sekali mengayun indah menapaki jalan setapak yang berada di depannya. Sesekali Cleo tampak memperhatikan keadaan sekitar. Mencoba membaca situasi jikalau ada sesuatu yang mencurigakan.

__ADS_1


Bersamaan dengan hal itu, beberapa mobil berhenti tidak jauh dari mobil Cleo. Beberapa mobil itu tampak berderet rapi. Berisi beberapa pengawal khusus yang ditugaskan oleh Juno untuk mengawasi pergerakan Cleo.


"Apakah ada yang mencurigakan?"


"Sepertinya tidak, tenang saja."


"Baiklah kita ke sana!" ajak salah seorang pengawal.


Bersamaan dengan itu pula, seorang pemuda kaya raya tampak tersenyum ke arah Cleo. Tanpa ia sadari rupanya itu adalah Juno.


"Hei ...."


"Untuk apa kau kesini?"


"Tentu saja untuk menemani Nyonya Tango."


"Ha-ah?"

__ADS_1


__ADS_2