
Setelah sarapan, pagi hari itu juga Cleo pergi ke rumah Miss Vallery. Sementara itu di dalam rumahnya Miss vallery sangat bahagia karena Cleo masih teringat akan dirinya.
"Karena kamu akan datang hari ini maka aku akan mempersiapkan semua hal yang terbaik untukmu. Lagipula aku juga sudah membuat maksakan makanan kesukaanmu. Semoga kamu suka."
Beberapa makanan tersaji di atas meja. Aneka kue dan pastry terlihat lezat dan menggoda. Semua itu adalah kesukaan Cleo. Sejak mengetahui kedatangan Cleo maka Miss Vallery sengaja membuat beberapa masakan yang sama seperti ketika Cleo masih belum bisa melihat.
"Pertemuan yang direncanakan beberapa waktu yang lalu ternyata gagal, dan semoga hari ini kamu memenuhi janjimu."
Tidak berapa lama kemudian bel rumahnya berbunyi.
"Itu pasti Cleo yang datang!" ucapnya senang.
Dengan segera Miss Vallery berlari ke arah ruang tamu untuk menyambut sahabatnya tersebut. sesuai dugaannya yang bertamu pagi itu adalah Cleopatra.
"Amazing. Kamu benar-benar terlihat cantik menawan Cleo. Akhirnya kamu datang ke sini dan mengunjungiku," ucap Miss Vallery dengan wajah senang.
Kedua sahabat itu saling berpelukan satu sama lain di depan pintu. Lalu mereka melanjutkan obrolannya di ruang tamu.
Terlihat Miss Vallery mengusap wajah Cleo.
"Tango pasti sangat beruntung memiliki istri sepertimu. Andaikan saja ia masih hidup, mungkin ia akan sangat banyak bersyukur memilikimu."
"Tentu saja namun semuanya sudah terjadi sesuai dengan garis takdir Tuhan."
"Semua yang aku lakukan sesuai dengan jalan yang ditunjukkan olehNya. Jika aku tidak mengalami kebutaan, mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan Tango."
Tangan Miss Vallery mengusap kedua tangan Cleo. Namun, pandangan Cleo berubah kini ia tersenyum kembali ke arah Miss Vallery.
"Maafkan aku yang pernah mengingkari janjiku untuk datang ke sini. Beberapa waktu yang lalu banyak sekali permasalahan yang aku hadapi sehingga aku tidak dapat datang ke sini."
"Iya aku sudah memaafkanmu lagi pula kamu memang mempunyai banyak pekerjaan yang tidak bisa kamu tinggalkan. sudah menjadi rahasia umum jika menjadi menantu dari Keluarga De Laurent sudah pasti banyak pekerjaan yang akan ia tanggung."
__ADS_1
"Namun, aku bersyukur karena kamu masih menyempatkan waktumu yang sangat berharga itu untukku."
"Bagaimanapun Miss Vallery adalah orang yang sangat berharga untukku. Jadi seberapa sibuknya aku, sudah pasti akan menyempatkan waktuku untukmu."
"Terima kasih, Cleo."
Setelah perbincangan mereka yang cukup lama di ruang tamu, Miss Vallery teringat akan sajian yang sudah dipersiapkan untuk Cleo. Maka ia mengajak sahabatnya itu untuk mencicipi makanan yang sudah dihidangkan olehnya.
Mereka berdua akhirnya menuju ke ruang tamu untuk melihat beberapa sajian yang sudah terjadi di sana.
"Apakah kamu ingat makanan yang kamu anggap perpaduan rasa manis dan asam itu adalah kue ini."
Miss Vallery menunjukkan sebuah kue yang bentuknya sangat lucu dengan beberapa potongan buah yang berada di atasnya. Sebuah kue yang lembut dengan isian sebuah fla yang sangat manis.
Dengan memejamkan mata Cleo segera mencicipi sajian yang diberikan kepadanya.
"Testimoninya masih sama dengan yang dulu. Terasa manis dan asam. Teksturnya Sama persis dengan makanan yang aku makan ketika aku mengalami kebutaan."
"Tentu saja karena beberapa kue yang aku buat selalu menggunakan resep dan takaran sama persis. Jadi tidak akan mengubah rasa dan kualitasnya."
"Jangan khawatir aku selalu membuat jus buah untuk menghilangkan lemak-lemak jahat yang menempel pada tubuh kita. Sehingga sebanyak apapun kita memakan makanan yang manis, tubuh kita akan tetap sehat dan langsing."
"Keren sekali, aku bangga menjadi sahabat sekaligus muridmu Miss Vallery."
"Sama-sama, Sayang."
Pertemuan keduanya tidak luput dari pantauan Tango. Sebenarnya kemanapun Cleo pergi Tango selalu mengiringi langkahnya.
Hanya saja sesekali ia tidak menampakan wajahnya, agar bisa melindungi istrinya dari kejauhan. Terutama agar Cleo juga tidak merasa diawasi terus menerus olehnya.
Lagi pula seorang wanita juga membutuhkan sebuah kebebasan untuk bisa mengekspresikan setiap keinginannya. Sebagai suami yang baik, Tango tidak mau membatasi hal tersebut.
__ADS_1
Semua yang diberikan Tango sudah ia pikirkan baik-baik dan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Juno asistennya. Meskipun Juno belum menikah, tetapi ia sudah mempelajari banyak hal. Agar ketika Tango mempertanyakan hal tersebut, ia sudah bisa menjawabnya dengan pasti.
"Oh, ya ... bagaimana dengan keadaan nenekmu? Apakah beliau baik-baik saja? Aku juga sudah terlalu lama tidak mengunjungi beliau. Lagi pula hubunganku dengan pamanmu juga tidak sedang baik-baik saja."
Cleo seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Miss Vallery, karena pernyataannya sangat berbanding terbalik dengan apa yang diucapkan oleh pamannya semalam.
"Padahal semalam Paman membicarakan kebaikan Miss Vallery dengan berapi-api. Sama sekali tidak menunjukkan jika kalian sedang bertengkar."
"Kalau boleh tahu, memangnya kalian sedang mengalami masalah apa, sehingga membuat hubungan kalian terkesan renggang?" tanya Cleo penuh rasa penasaran.
"Aku dengar sendiri jika nenek sangat mengharapkan jika Mas Vallery bisa menjadi menantunya. Maka dari itu jika Miss mengalami kesulitan? Miss bisa menghubungi aku untuk konsultasi dalam berbagai hal sama seperti Miss yang selalu ada ketika aku membutuhkan bantuan," ucap Ceo dengan wajah tersenyum.
Pada kenyataannya, demi membuat Tango bahagia, ia sengaja lembur setiap waktu. Meskipun pada akhirnya Juno harus lembur untuk membaca beberapa buku dalam waktu yang bersamaan. Sementara itu ketika siang hari ia harus menjadi seorang lelaki yang multitalenta agar bisa membantu semua pekerjaan Cleo dalam segala hal.
"Beruntung saat Tango masih hidup, ia mempunyai Juno yang selalu ada di setiap waktu. Tidak seperti diriku yang selalu mengerjakan semuanya secara sendirian."
"Sabar ... semua ini terjadi agar proses pendewasaan yang kita lalui berjalan lebih alami."
"Betul sekali aku sangat setuju dengan ucapanmu Cleo."
"Terima kasih banyak, Miss karena selalu ada di sisiku sampai hari ini."
"Sama-sama, Sayang."
Tidak terasa pertemuan mereka sudah mencapai waktu siang hari. Cleo teringat jika ia tidak boleh pulang ketika hari sudah mulai sore. Maka dari itu ketika pembicaraan sudah selesai, maka ia segera berpamitan untuk pulang.
"Maafkan aku Miss. Sepertinya waktuku berkunjung sudah habis. Aku harus segera pulang ke Mansion De Laurent karena mungkin papa dan mama sudah menungguku."
"Mereka sudah lama aku tinggalkan sehingga tidak enak jika membuat mereka menunggu terlalu lama."
"Baiklah kalau begitu, aku hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih untuk kedatanganmu dan meminta maaf karena aku tidak bisa memberikan hal apapun kecuali beberapa makanan yang aku simpan ke dalam paper bag ini."
__ADS_1
"Tolong sampaikan salam sayangku kepada Mama Rose dan juga Paman Dimitri."
"Bye."