My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 94. BERHARAP KAU MAU


__ADS_3

Hari yang dinantikan telah tiba, sesuai dengan undangan yang diberikan oleh Nyonya Debora, kini Miss Vallery sudah datang dan bersiap di Mansion El Vanezz.


Dengan balutan gaun berwarna nude Miss Vallery terlihat sangat cantik dan lebih muda dari usianya. Jamuan makan malam itu sejujurnya dilakukan demi kebaikan Miss Vallery dan juga Dardack. Sehingga Nyonya Debora menginginkan hal itu terjadi.


Dardack sama sekali tidak curiga dengan keberadaan Miss Vallery yang menjadi tamu malam itu, karena ia menyangka jika Cleo yang justru datang ke acara yang diadakan oleh neneknya.


Miss Vallery sengaja duduk membelakangi pintu, sehingga ketika Dardack masuk ia tidak langsung mengenali hal tersebut. Begitulah kira-kira permintaan yang dilakukan oleh Nyonya Debora.


"Aku sangat berterima kasih karena Miss Vallery bersedia meluangkan waktunya untuk datang kemari. Terima kasih banyak."


"Sama-sama Nyonya. Lagi pula saya juga ingin meminta maaf karena sudah lama tidak berkunjung disini."


"Sudah terlalu lama kita tidak bertemu, sudah pasti kesibukan Miss sangat padat. Terlihat dari sekian jadwal yang saya ajukan baru undangan ini yang bisa Anda datangi."


Ucapan dari Nyonya Debora memberikan sebuah fakta tentang harapan yang disematkan untuknya. Sesuai dengan ucapan dari Cleo yang mengatakan jika neneknya sangat menginginkan Miss Vallery sebagai calon menantu di dalam Keluarga El Vanezz.


Ketika kedua wanita beda generasi itu sibuk dengan obrolan mereka, terdengar suara deru mobil dari halaman mansion. Bukan hanya itu yang membuat hati dan perasaan Miss Vallery menjadi tidak tenang. Yaitu ketika menyadari ada seorang lelaki yang sangat ia tunggu kedatangannya.


Tanpa merasa curiga Dardack langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Bahu terbuka Miss Vallery mengingatkan pada gaun yang biasa digunakan oleh Cleo.

__ADS_1


"Wah, sepertinya kita kedatangan tamu penting lagi ya, Mom," sapa Dardack pada Nyonya Debora yang tersenyum ramah kepadanya.


Saat ia menoleh dan hendak menjabat uluran tangan dari Miss Vallery, Dardack sempat terpesona akan kecantikan dari Miss Vallery.


"Cantik, ternyata kamu sangat cantik Miss Vallery," gumam Tango menyadari keindahan dari wanita yang sempat ia jadikan kekasih bayangan untuknya.


"Kenapa kalian berhenti? Ayo teruskan acara! Apa kabar tangan kalian berdua."


"Maaf, karena kalian sudah saling kenal dan seolah ingin melepas rasa rindu, maka Mama sudah menyiapkan dinner untuk kalian berdua."


"Terima kasih, Mom."


Seperti tersihir oleh kecantikan alami dari Miss Vallery, Dardack hanya mengangguk ketika diberikan kesempatan dan penawaran oleh Miss Vallery agar bisa menemaninya sepanjang malam itu.


"Ada apa Mom?"


Nyonya Debora menyuruh Dardack untuk membungkuk sebentar agar dia bisa mengatakan susunan acara yang sengaja ia susun untuk memperbaiki hubungannya dengan Miss Vallery.


"Jadi? Apakah kamu mau menemaniku berbincang malam ini?" tanya Dardack lembut.

__ADS_1


"Iya, aku akan mencobanya."


Tidak lama kemudian, akhirnya Miss Vallery dan juga Dardack sudah duduk berduaan di sebuah kursi yang berada di halaman belakang rumah. Semilir angin malam membuat Miss Vallery beberapa kali tampak mengusap bahunya yang terbuka.


Sebagai seorang lelaki sejati, tidak mungkin Dardack membiarkan seorang wanita kedinginan. Ia mengambil mantel yang membalut tubuhnya lalu kembali tersenyum menatap ke arah Miss Vallery.


"Maaf, jika selama ini aku terlihat mengabaikan keberadaan dirimu di sisiku, maaf."


"Kenapa harus meminta maaf jika kantor kepolisian justru akan semakin penuh dengan calon penghuni baru."


"Ha ha ha, bisa saja."


"Serius, aku tidak pernah lupa jika kita dulu selalu bersama setiap waktu," ucap Dardack di waktu berduaan dengan Miss Vallery di taman.


Sontak ucapan dari Dardack barusan aku mendengar suara yang mengatakan jika tidak ada salahnya membangun sebuah hubungan sehat dan serius dengan Miss Vallery saat ini.


"Miss, bolehkan aku meminta satu hal kepadamu?"


"Sebuah permintaan, permintaan apa Tuan, sementara itu kita tidak akan mudah melupakan hubungan kita sebelumnya bukan?"

__ADS_1


"Entahlah tetapi yang terpenting adalah ketika aku mulai menyadari arti pentingnya kehadiran dirimu di rumah ini."


"A-aku ...."


__ADS_2