
Sementara itu Mihiyo tidak suka karena Tango terus menerus menghindarinya. Ketika ia melihat seorang wanita di belakang kakaknya saat peresmian bisnis kakaknya dengan keluarga El Vanezz ia mempunyai pikiran licik.
"Ada apa Nona memanggil kami?" ucap salah satu pengawal di depan Mihiyo.
"Selidiki wanita yang berada di dalam acara ini!"
Mihiyo memberikan sebuah gambar foto tentang kejadian pagi itu.
"Peletakan batu pertama untuk proyek Keluarga El Vanezz dan Keluarga Lim berakhir dengan sempurna."
Mihiyo terlihat kesal karena pengawalnya justru melihat judul dari pemberitaan hari itu.
"Jangan lihat judulnya, tetapi selidiki siapa wanita muda yang memakai kaca mata hitam di belakang kakakku itu!"
"Ba-baik, Nona."
Mihiyo merasa jika wanita muda itu pasti akan menjadi kelemahan kakaknya oleh karena itu ia pun berusaha untuk mengetahui semuanya.
"Kamu akan menjadi bidak catur ku, Nona. Maafkan karena aku egois. Akan tetapi jika kakak bisa tunduk padaku, maka ia akan merestui hubunganku dengan Tango."
__ADS_1
Sejak kecil Mihiyo selalu diatur oleh Lim, hal itu membuat ia semakin tidak suka dengan sikapnya. Apalagi semua hal yang disukai selalu bertentangan dengan Lim, sehingga Mihiyo terpaksa mengalah.
"Kita lihat seberapa kamu bisa bertahan jika aku membocorkan hal ini pada ibu."
Sementara itu di sebuah kastil tua, kini tubuh Tango berada. Ternyata wanita muda itu membawanya kesana. Tango masih tidak bisa melihat apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh wanita muda itu.
Satu hal yang pasti itu bukanlah hal yang baik. Tango bukanlah seorang yang mudah di taklukan, tetapi bisa dikendalikan jika kelemahan diketahui olehnya.
Wanita muda itu kini memakai jubah merah, ia sedang melakukan persembahan di sebuah altar. Banyak sekali barang aneh yang menemaninya.
"Apakah ini rumah miliknya? Atau sering digunakan untuk melakukan ritual?"
"Apakah kau kira aku tidak tahu jika kamu sudah siuman? Dasar hantu bod-oh!"
Wanita muda itu menyeringai lalu membawa sebuah abu dan menyiramkan ke arah Tango hingga membuatnya berteriak.
"Arghhh! Apa yang kau lakukan dengan tubuhku?"
"Ha ha ha, akhirnya kamu tahu jika aku tidak mudah kau bohongi. Harusnya kamu tahu jika aku sangat sakti saat ini. Aku bahkan bisa menaklukkan semua hantu sepertimu dan membuatku semakin kuat."
__ADS_1
Tango meludahi wanita muda itu, hal itu membuatnya marah, "Ka-kau! Beraninya meludahiku!"
"Ya, memangnya kenapa, bukankah kau juga berlaku tidak sopan padaku. Lagi pula untuk apa aku mengormati dirimu!"
Betapa marahnya wanita muda itu, sehingga dengan cepat ia melesatkan sebuah cambuk di tubuh Tango hingga membuat luka di bagian lengan.
"Bagaimana, apakah kau masih mau menghinaku? Ha-ah!"
Tangannya mencengkram erat wajah Tango dan menatap kedua matanya.
"Kau tampan, sayang kau hanyalah hantu biasa!"
Tango mengepalkan tangannya. "Enak saja, seharusnya aku justru membuatmu tahu siapa aku yang sebenarnya!"
"Tidak perlu, aku tahu siapa kamu makanya saat ini aku ingin membuat arwahmu hancur lebur bersama dengan jasadmu yang terbujur kaku di dalam peti itu!"
"Kurang aja*! Kau benar-benar wanita tidak tahu diri, aku tidak mengenalmu tetapi kau justru membuatku sengsara. Lihat saja setelah ini kau akan menyesal karena telah berhubungan denganku!"
"Tidak akan Tango El Barack, karena semuanya bergantung padaku, ha ha ha ...."
__ADS_1