My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 53. ORANG TUA MENYEBALKAN


__ADS_3

Tidak terasa waktu terus berjalan. Hingga akhirnya acara pelelangan hari itu segera dimulai.


"Selamat datang kami ucapkan kepada para hadirin dan kepada semua tamu undangan yang kami hormati! Tanpa berbasa-basi lagi acara pelelangan kali ini akan segera kita mulai!


Terdengar tepukan dari para hadirin yang bergemuruh di dalam gedung tempat berlangsungnya acara pelelangan tersebut. Dengan senyum merekah, pembawa acara membacakan serangkaian acara yang akan berlangsung hari itu.


"Mari kita lihat, barang apa yang akan menjadi pembuka acara pelelangan pada hari ini!"


Semua mata hadirin terfokus pada tirai yang berada di belakang pembawa acara. Berharap cemas pada batang apa yang akan menjadi pembuka acara lelang.


"Silakan dibawa keluar pihak panitia!" teriak pembawa acara pelelangan tersebut.


Tampak dari dalam tirai, muncullah seorang pria yang mendorong sebuah troli berisi barang pertama yang akan dilelang. Sementara itu di lantai bawah Alexander sengaja duduk bersama para tamu undangan. Berbaur dengan mereka agar tidak terlihat mencolok kehadirannya kala itu.


"Sudah mulai!" ucap Cleo dengan wajah bersemangat.


Cleo sengaja menyembunyikan kegundahan hatinya dan memilih menampilkan keceriaan palsu untuk membuat Ibu mertuanya bahagia.

__ADS_1


"Mama tidak boleh terluka olehku, maka dari itu sebaiknya aku bersikap wajar dan seolah bahagia dengan acara ini," gumam Cleo di dalam hati.


Dari barisan para pengunjung acara lelang, Alexander memandang penuh amarah ke sebuah kursi, tempat dimana Nyonya Rose dan Cleo duduk.


"Nyonya Rose yang terhormat, aku sudah tidak sabar untuk melihat kehancuranmu. Saat ini kalian bisa berada di ruang VIP dengan semua fasilitas mewah. Namun, setelah ini kehancuran yang akan kau dapatkan!" ucap Alexander dengan raut wajah angkuh.


Kini semua tatapan dari para pengunjung sudah mengarah ke panggung utama, tempat di mana barang lelang diletakkan.


"Barang lelang kita yang pertama adalah jeng jeng jeng ...."


"Ini adalah sebuah guci, sebuah mahakarya dari seorang seniman yang bernama Tuan Marquez. Sebuah guci yang diberikan sentuhan akhir ekslusif dengan bentuk ukiran seekor naga emas. Guci ini yang diberi nama "Naga Emas Gunung Feilong."


Semua tampak terpukau akan penjelasan yang dilontarkan dari pembawa acara. Bahkan mereka bersiap menjadikannya sebagai salah satu barang koleksi yang akan menghiasi rumah mereka.


"Kita semua sudah tahu jika setiap karya yang dihasilkan oleh Tuan Marquez adalah edisi limited edition. Siapa yang tidak bangga jika bisa memiliki salah satu batang maharnya dari tangannya."


"Setiap karya yang dihasilkan oleh Tuan Marquez tidak mempunyai series, karena tidak akan pernah ada mahakarya dengan ukiran yang sama meskipun kalian mencarinya ke seluruh dunia!"

__ADS_1


"Yeay!"


"Baiklah sepertinya para hadirin sudah tidak sabar, mari kita mulai."


"Kita akan membuka dengan harga awal dua miliar dan setiap kenaikan tidak lebih dari dua miliar."


"Semuanya sudah bisa mulai menawar!"


Di saat yang lain sudah mulai menawar, Nyonya Lim justru merasa tidak nyaman dengan kondisinya seperti itu.


Nyonya Lim merasa tempat ini sungguh tidak membuatnya nyaman. Meskipun women mereka adalah VIP tetapi bisingnya suara dari para pelelangan tetap dapat mengusiknya.


"Mihiyo, apa tidak sebaiknya Mama meninggalkan ruangan ini dan memilih ruangan lain yang lebih tenang? Setelah ini kamu bisa bebas memilih barang apa saja yang kamu sukai. Lagi pula Mama akan tetap mendukungnya. Mama hanya tidak suka dengan kondisi ruangannya yang terlalu bising."


"Mama, apakah Mama tidak benar-benar sayang padaku? Baru saja sebentar duduk di sini sudah mengomel saja!" ucap Mihiyo dengan nada kesal.


Bagaimana pun ia harus bisa menahan ibunya agar tidak pergi sebelum bertemu dengan Cleo dan Nyonya Rose.

__ADS_1


__ADS_2