My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 67. KAMU ISTIMEWA


__ADS_3

Kehidupan Cleo berlangsung nyaman selama beberapa hari, hingga akhirnya ia bersiap untuk pergi ke kantor. Hari ini adalah hari perdana Cleo masuk kantor karena ayah mertuanya berhalangan hadir ketika rapat.


"Maafkan, Papa jika karena hal ini kamu terpaksa muncul ke permukaan. Tenang saja setelah ini maka sebuah konferensi pers akan papa lakukan!"


"Iya, Pa. Aku bisa memaklumi hal itu. Mungkin inilah waktunya aku untuk muncul ke permukaan."


"Baiklah kalau begitu, semoga harimu lancar."


"Hati-hati ya, Sayang."


Tidak berapa lama setelah kedua mertuanya pergi, maka saat ini Cleo segera menyusul.


"Sepertinya menyenangkan sekali jika ada banyak teman yang bisa digunakan untuk diskusi."


Sopir yang mengantarkan Cleo menoleh ke arahnya. "Nyonya Muda, sepertinya hari ini suasana hati Nyonya terlihat sangat baik."


Cleo mengulum senyum. "Memang iya, apakah kelihatan dari wajahku?"


"Benar sekali, Nyonya Muda. Siapapun yang melihat Anda sudah bisa dipastikan akan sangat bahagia setelahnya. Sama seperti saya yang ikut terkena sinar kebahagiaan dari Nyonya Muda."


Merasa jika istrinya digoda oleh sopirnya sendiri membuat Tango ngeram. Tangannya sudah gatal ingin menyentuh liontin itu dan memakainya dengan segera.


"Sepertinya aku harus menghajar orang ini. Bagaimana pun ia bisa mengancam keberadaanku."


Tango menoleh ke arah Cleo dengan senyuman menyeringai. Ia mencoba untuk mengerjai istri tercinta dengan meniup rambutnya. Akan tetapi ia belum menampakkan dirinya saat ini.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu bersikap begitu, aku tahu jika kamu cemburu, 'kan? Lagipula aku tidak melakukan hal apapun dengan supirmu!"


"Tidak peduli, yang aku mau kamu hanya milikku satu-satunya."


"Iya, Sayang."


Kemampuan Tango dalam membaca isi hati pasangan masih bisa dirasakan olehnya. Sehingga tanpa Cleo harus berucap ia tetap bisa berkomunikasi secara dua pihak dengan suaminya.


"Banyak hal yang membuatku merasa jika kita sebaiknya tetap merahasiakan hal ini. Terlebih kita bisa bersama sampai nanti. Aku akan setia mendampingi setiap langkahmu, Cleo."


"Akan tetapi kamu tahu sendiri, bagaimana kami merahasiakan hal ini dari konsumsi publik."


Ingin rasanya Cleo membelai rahang kokoh milik Tango untuk mengatakan jika dia adalah lelaki satu-satunya di dalam hidup Cleo. Namun, di dalam mobil masih ada satu orang lain yang juga merupakan orang luar.


"Andai aku bisa mengatakan jika aku tidak kalah keren daripada Tuan Tango. Akan tetapi sayang aku hanyalah orang biasa."


Tidak berapa lama kemudian akhirnya mobil itu mengantarkan Cleo ke perusahaan milik Keluarga De Laurent. Untuk menambah rasa percaya diri pada diri Cleo, kini ia memakai kaca mata hitam ketika ia turun dari mobil.


Banyak pasang mata yang melihat hal itu akan tetapi kebanyakan dari mereka berdiam diri. Mereka tahu sosok wanita yang berjalan di hadpannya kali ini adalah salah satu orang penting di dalam Perusahaan De Laurent.


"Silakan lewat sini, Nyonya!" seru salah seorang pegawai lift.


Cleo hanya mengangguk lalu sesaat kemudian ia mempercepat langkahnya menuju ruang rapat.


"Huft, menjadi orang biasa memanglah hal yang paling mudah, akan tetapi ketika ketenaran dan popularitas telah dijadikan nomor satu maka pandangan semua orang akan berubah terhadap kita."

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di ruang rapat. Kedatangan Cleo disambut meriah oleh hampir seluruh anggota peserta rapat pemegang saham. Bahkan mereka secara khusus bangkit dari tempat duduknya hanya untuk memberikan selamat datang kepadanya.


"Selamat datang Nyonya Muda!"


"Terima kasih banyak untuk sambutannya, silakan duduk dan kita segera mulai rapat pagi ini."


Dari cara bersikap dan berperilaku kini jiwa kepemimpinan Cleo mulai terlihat hampir menyamai kedudukan Tango. Entah apa yang membuat Cleo begitu bersinar hari itu.


Akan tetapi setiap ucapannya terlihat lugas dan layak untuk diberikan sebuah apresiasi. Bagaimana pun ia adalah istri dari salah seorang pebisnis muda yang sangat potensial di dalam negeri.


Wajah puas yang ditunjukkan oleh para peserta tadi menunjukkan jika Cleo memang pantas menjadi pemimpin selanjutnya di dalam perusahaan De Laurent.


"Ternyata istri Tuan Tango sangatlah pantas untuk memimpin perusahaan ini. Aku tidak menyangka dari segi manapun tidak ada cacat yang nampak dari Nyonya Cleo."


"Betul sekali, aku bangga bisa bekerja sama dengan dirinya."


Setelah kepergian mereka semua, kini tinggallah Juno yang datang dan tiba-tiba nyelip di antara tempat duduk Cleo dan Tango. Sebagai manusia biasa yang tidak bisa melihat siapa Tango, maka Juno tidak pernah merasa takut.


"Sialan, mau apa lagi sih!" gerutu orang Tango sambil melirik ke arah Juno yang sedang membaca pikirannya.


Padahal memang seperti ini adanya, jika dilihat dengan benar memang semua berkas yang dikerjakan Cleo sudah cukup sangat baik. Kalau begitu pada akhirnya ia tidak akan menjadi bahan lelucon.


Juno ingin melihat materi yang dijelaskan tadi selama rapat berlangsung. Ia hanya ingin melihat apakah para pekerja bisa saling bantu membantu satu sama lain selama rapat berlangsung dan hasilnya sangat memuaskan.


"Pasti Tango akan merasa bangga terhadapmu."

__ADS_1


__ADS_2