My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 41. BEGITU BERARTINYA DIRIMU


__ADS_3

Di dalam mimpi Presdir Lim, ia bertemu dengan Tango di acara peresmian peletakan batu pertama proyek kerjasama yang ia lakukan bersama Nyonya Debora. Senyuman Tango tidak pernah luntur saat berada di samping Cleo.


"Presdir Lim, kenalkan ini suamiku, Tango De Laurent."


Kedua lelaki itu saling bersalaman satu sama lain.


"Tango ...."


"Lim Hyun."


Tampak sekali jika sorot mata Presdir Lim tidak menyukai kehadiran Tango. Beruntung Cleo tidak menyadari hal itu.


Tiba-tiba saja dari arah belakang ada pengawal neneknya yang meminta Cleo untuk menemaninya bersama tamu-tamu penting.


"Nona Cleo, Nyonya Debora meminta Anda untuk menemaninya menjamu para tamu."


Tango merapatkan tubuhnya ke arah Cleo. Di pinggang rampingnya masih ada tangan Tango yang belum terlepas. Tatapan matanya meminta ijin agar Tango mengijinkan Cleo pergi.


"Pergilah, biar aku yang menemani Presdir Lim di sini."


"Terima kasih, Sayang. Aku pergi dulu."


Cleo lalu memandang ke arah Presdir Lim.


"Mohon maaf, aku harus menemani nenek. Tidak apa-apa 'kan suami saya yang menemani Anda?"


"Tidak apa-apa, Nona. Silakan."


Sepeninggal Cleo, suasana menegangkan terjadi. Keduanya seolah mengisyaratkan jika ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh mereka.


"Aku memang datang untuk Presdir Lim."


"Akan tetapi aku tidak menyangka jika sejak awal, Presdir Lim sudah tahu akan hubunganku dengan Cleo."


"Bagaimana kamu bisa tahu jika aku sudah tahu?" tanya Presdir Lim dengan ekspresi terkejut.


Tango justru tersenyum menanggapi keterkejutan Presdir Lim.


"Karena ketika kita pertama kali bertemu, hanya ada permusuhan di dalam bola matamu, tapi tidak ada ekspresi terkejut."


"Tidak aku sangka jika Presdir Lim yang selalu mendominasi sangat perhatian akan hal yang rinci."


"Apa Nona Cleo tahu masalah antara Keluarga Lim dengan Keluarga De Laurent?"


"Aku rasa di hati Presdir Lim sudah punya jawaban dari pertanyaan ini 'kan?"


"Jika kamu tidak percaya dengan Keluarga El Vanezz sudah pasti acara ini tidak akan berlangsung."


"Kerja sama terus berlanjut karena aku pertama dengan kinerja Keluarga El Vanezz dan juga Nyonya Debora."


"Tetapi ini hanya sesaat, cepat atau lambat pasti akan terhenti," ucap Presdir Lim sambil melonggarkan ikatan dasi miliknya.


"Aku mengerti, maka dari itu aku ingin bertemu dengan Presdir Lim secara pribadi hari ini."

__ADS_1


Seketika raut wajah Presdir Lim berubah, ia pun menajamkan penglihatannya ke arah Tango. Antara itu Tango masih memperlihatkan ekespresi wajahnya dengan serius.


"Aku ingin meminta Presdir Lim untuk meneruskan proyek ini."


"Kumohon!" ucap Tango dengan membungkuk.


Tentu saja sikap Tango yang tiba-tiba menunduk membuat Presdir Lim terkejut dan panik.


"Ka-kamu membungkuk padaku!" ucapnya terbata.


Keringat dingin mulai mengucur dari kening Presdir Lim.


"Setelah insiden itu terjadi lebih dari dua puluh tahun yang lalu, Keluarga De Laurent tidak pernah sekalipun membungku kepada Keluarga Lim."


"Hari ini hanya demi sebuah proyek, kamu membungkuk kepadaku, kenapa?" tanya Presdir Lim terkejut.


"Karena Cleopatra. Ia merupakan bagian dari keluarga El Vanezz. Kebahagian neneknya, Nyonya Debora adalah hal yang utama untuk Cleo."


"Demi Cleopatra aku bersedia melakukan apapun demi dia."


"Apa kamu perlu memohon sampai seperti ini, hanya demi proyek ini. Bukankah dengan kekuatan Keluarga De Laurent, bahkan ketika Keluarga Lim menarik modalnya, kamu juga bisa menjamin kalau Keluarga El Vanezz tidak akan terpengaruh sedikitpun?"


"Tentu saja, selama aku bertindak, Keluarga El Vanezz tidak akan mendapatkan pengaruh apapun."


"Akan tetapi setelah Cleo mengetahui kebenarannya, dia pasti akan sedih."


Tango menunduk, "Aku tidak berharap dia bersedih karena hal ini."


"Tidak berharap Nona Cleo bersedih, pantas saja Nona Cleo selalu tersenyum bahagia setiap saat."


"Ternyata ada orang yang begitu mencintainya."


Predir Lim menundukkan pandangannya. Kini ia baru menyadari jika Tango sangat mencintai Cleopatra. Ia kini mengetahui jika dirinya tidak pantas mendapatkan perhatian dari Cleo ataupun merusak rumah tangganya.


"Aku mengerti," ucap Presdir Lim sambil menutup matanya.


Sesaat kemudian ia baru menyadari jika sesuatu yang akan dilakukan olehnya adalah hal yang salah besar. Sebenarnya ia berniat melakukan hal ini karena balas dendam. Akan tetapi setelah mendengar ucapan dari Tango barusan ia mengubah rencananya.


"Tapi proyek ini tidak mungkin dilakukan dilanjutkan. Meski aku sangat menyukai Nona Cleo."


Tango tersenyum menyeringai. "Akhirnya ia mengaku juga."


"Akan tetapi setelah mengagumi cinta diantara kalian berdua, tidak peduli seberapa menyakitkan itu, dia pasti akan menyuruhku untuk menghentikan kerja sama."


Tango memegang dadanya. "Aku mengerti."


"Maka dari itu, ijinkan aku akan memberikan beberapa penjelasan kepada Keluarga Lim sebelum semuanya terjadi."


"Semoga apa yang akan aku katakan setelah ini bisa meredakan konflik antara Keluarga De Laurent dan juga Keluarga Lim," ucap Tango dengan sepenuh hati.


Entah kenapa suasana hati Presdir Lim berubah dan semakin merasa jengah dengan kedatangan Tango saat ini.


"Kedua Keluarga kita bukan sedang konflik melainkan dendam!"

__ADS_1


"Tidak mungkin menyelesaikan dengan cara dan penjelasan apapun!" ucapnya penuh amarah.


"Kecuali kau bisa membuat adikku yang sudah mati bisa hidup kembali!"


Sebuah kenangan masa lalu membuat detak jantung Tango dalam sejenak berhenti. Ia sangat tahu bagaimana rasanya meninggal itu. Apalagi saat ini ia hanyalah sebuah arwah penasaran dan yang bisa membantu semua rencananya adalah Cleo dan Juno.


Melihat Tango yang terdiam, Presdir Lim semakin marah.


"Kenapa diam! Bukankah kamu tidak bisa mengabulkan permintaan dariku!"


"Aku memang tidak bisa membuat seseorang yang sudah mati hidup kembali apalagi itu soal adikmu. Akan tetapi yang bisa aku lakukan hanyalah menangkap pelaku utama yang membunuh adikmu!"


"Entah penjelasan seperti ini dapat menghilangkan beberapa dendam."


Seketika raut wajah Presdir Lim menegang, ia tahu kemana arah pembicaraan mereka kali ini.


"Pembunuh utama? Maksudmu Alexander Lemos?"


"Iya, pamanku sudah kembali saat ini dan dia sedang mengawasi pergerakanku kali ini."


Tanpa Presdir Lim sadari salah satu tangannya memegang tangan Tango.


"Apa kamu tahu dimana dia?" ucapnya sambil menoleh ke arah Tango.


"Iya!" ucap Tango sambil tersenyum menyeringai.


Sementara itu Predir Lim menggertakkan giginya. Terlihat sekali amarah yang terpancar di dalam kedua matanya.


"Beraninya dia kembali? Aku akan membuat dia membayar hutang darah saat itu!"


Seketika ia teringat jika awalnya dia sudah pernah melakukan perburuan terhadap Alexander Lemos. Hanya saja ia sangat licik dan lihai hingga sulit ditangkap.


"Tapi, Keluarga Lim sudah melakukan yang terbaik, akan tetapi tidak bisa menangkapnya."


"Seberapa yakin kamu bisa menangkapnya?" tanya Tango.


Tango tersenyum lalu mulai menjelaskan semuanya.


"Paman keduaku sangat teliti dan pandai berencana. Selain itu, dia tahu gaya kerjaku dengan sangat baik. Selalu bisa memprediksi tindakanku selangkah lebih maju."


"Jadi peluangku berhasil menangkapnya tidak besar, hanya ...."


"Dua puluh persen!" ucap Tango dengan menunjukkan tangan peace kepada Presdir Lim.


"Apa, hanya dua puluh persen?" Predir Lim menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lalu penjelasan apa yang hendak kamu bicarakan dengan Keluarga Lim?"


"Kalau soal itu ...."


Brak!


Tubuh Presdir Lim terjatuh ke bawah. Ternyata ia hanya bermimpi. Namun, pertemuannya tadi seolah benar-benar terjadi hingga membuat wajahnya pias.

__ADS_1


__ADS_2