My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 76. PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

Permintaan maaf akhirnya harus dilakukan oleh Presdir Lim kepada Keluarga El Vanezz demi menyelamatkan nyawa Nyonya Lim. Dengan segera asistennya membuatkan jadwal pertemuan antara dirinya dengan Nyonya Debora dan juga Cleo.


Kenapa harus melibatkan Cleo, karena pada dasarnya Nyonya Lim sangat merindukan kehadiran Cleo. Meskipun pada akhirnya ia harus menekan egonya dan membohongi publik tentang semua yang terjadi di dalam Keluarga Lim.


"Tolong buatkan janji temu antara aku, Nyonya Debora dan juga Cleo."


"Baik, akan aku membuatkan hal itu dengan segera, Tuan."


"Maafkan aku ibu, aku harus melakukan hal ini demi kesembuhan dirimu."


Nyonya Debora yang mendapatkan undangan resmi dari Presdir Lim merasa curiga karena proyek yang mereka lakukan baru berjalan selama beberapa minggu. Namun, mereka sudah ingin melakukan pertemuan kembali.


"Pasti ini ada kaitannya dengan sebuah kenyataan yang baru saja mengetahui jika Cleo adalah menantu dari Keluarga De Laurent."


Tampak keresahan di dalam wajah tua Nyonya Debora. Saat itu kebetulan ada Dardack yang melihat ke arahnya. Melihat ibunya melamun, Dardack segera menghampirinya.


"Kenapa Mama terlihat sedang memikirkan sesuatu? Apakah ada hal yang mengganggu?" tanya Dardack seolah peduli dengan ibunya.


Nyonya Debora menoleh lalu tersenyum ke arah putranya, ia memperlihatkan undangan yang diberikan kepada Dardack. Seketika itu juga Dardack membacanya.


"Kenapa lagi dengan Presdir Lim? Bisa-bisanya ia sampai mengundang Mama seperti ini? Sepertinya sangat urgent hingga mencantumkan kata dimohon dengan sangat."


Nyonya Debora hanya tersenyum masam menanggapi pertanyaan dari putranya tersebut.


"Aku juga tidak tahu kenapa, tetapi sepertinya ada hal penting yang akan ia bicarakan kepadaku. Terlihat sekali ia melibatkan Cleo. Buktinya ia juga turut diundang dalam pertemuan itu."


"Sudah aku duga, semua ini pasti menyangkut tentang hubungan Cleo dengan Keluarga De Laurent."


"Aku berharap jika mereka tidak memutuskan kerja sama sepihak dengan Mama. Kalau tidak sudah bisa dipastikan jika Keluarga kita akan mengalami kebangkrutan!"


Dari nada bicaranya Dardack seolah tidak suka dengan hal ini. Jika sampai keluarganya merugi karena ulah Cleo, bisa dipastikan jika Dardack akan bertambah rasa kebenciannya pada Cleo.


Wajah Nyonya Debora tampak sendu ketika mengatakan hal tersebut. Ada banyak ketakutan yang tiba-tiba datang dan menghantuinya.


"Apakah Cleo akan berpikir sampai sejauh ini. Hingga mengorbankan keluarga besarnya demi pernikahan dengan Keluarga De Laurent?" ucap Dardack selanjutnya.

__ADS_1


Ketika mendengar kata Cleo disalahkan oleh Dardack hati kecil Nyonya Debora tentu saja tidak terima. Bagiamana pun Cleo adalah cucu kesayangannya.


"Jangan pernah menyalahkan Cleo akan hal ini. Semua ini terjadi tanpa sepengetahuan Cleo. Dalam hal ini akulah yang bersalah. Mama yang menjodohkan Cleo dengan Tango."


"Tapi, Ma!"


"Sudahlah, Nak. Jangan mengungkit hal ini lagi. Bagaimanapun semua akan baik-baik saja. Mama bisa menjamin hal itu."


Tangan Dardack tampak mengepal karena menahan rasa kesal yang teramat sangat.


"Selalu dan selalu saja Cleo dianggap sebagai sosok yang sangat istimewa."


"Baiklah, semoga saja semuanya akan baik-baik saja."


Dardack tampak meninggalkan tempat ruang kerja ibunya dan lebih memilih untuk menghubungi seseorang, yaitu Alexander di dalam kamarnya.


Terlihat jika obrolan keduanya sangat serius. Apalagi hal ini menyinggung tentang rencana mereka yang akan menghancurkan Keluarga De Laurent.


"Apakah ibumu benar-benar akan menemui Presdir Lim?" tanya Alexander dari seberang sana.


"Baiklah, aku percaya akan hal itu, tetapi ingatlah jika Presdir Lim sangat pandai membaca situasi."


"Iya, aku pastikan jika sampai Presdir Lim mencabut kerja sama dengan Mamaku, aku akan menghancurkan Keluarga De Laurent dengan tanganku sendiri."


"Ha ha ha, anak muda kau terlalu agresif. Lihatlah jika sampai kau keluar dari rencanaku maka aku akan memastikan keselamatanmu terancam!"


"Baiklah!"


Setelah memastikan jika sambungan teleponnya terputus dari Tuan Alexander, Dardack kembali berkutat dengan monitor di hadapannya. Ia sedang menyusun beberapa rencana cadangan yang bisa ia gunakan jika rencana yang dilakukan bersama Alexander gagal.


......................


...👑Mansion De Laurent...


Melihat Cleo sedang berkutat di dapur kini Nyonya Rose mendekatinya.

__ADS_1


"Sayang, tampaknya kamu sangat sibuk. Memangnya kamu sedang memasak apa?"


"Aku lagi belajar bikin kue bolu pandan, Ma. Sepertinya dulu aku pernah melihat Mama membuatkan kue ini untuk Tango."


"Benar, dulu ia sangat suka dengan kue ini, tetapi sejak Tango ...."


Melihat raut sedih di dalam wajah Tango, Cleo segera menggenggam tangan Ibu mertuanya tersebut.


"Mama jangan bersedih. Yakinlah jika Tango sedang melihat ke arah kita dari atas sana dengan wajah bahagia. Jangan sampai membuat ia bersedih apalagi ketika kita mencoba mengingat semua moment yang pernah dihabiskan bersamanya."


Nyonya Rose tampak mengangguk, mengiyakan ucapan dari Cleo. Ada beberapa hal yang seringkali membuat seseorang tidak bisa move on dari kenangan saat bersama orang yang kita sayangi.


Setelah dirasa cukup membaik, maka Cleo dan Nyonya Rose berkolaborasi untuk menghias kue bolu yang sudah matang tersebut. Tango yang melihatnya dari atas tersenyum manis ke arah Cleo.


"Aku percaya jika kamu adalah jodoh yang benar-benar dipilih Tuhan untukku. Aku bersedia jika harus menyisakan sisa hidupku untuk mendampingimu. Tanpa harus melalui sebuah reinkarnasi aku percaya cinta kita akan abadi selamanya.


Saat keduanya sedang asyik di dapur, tiba-tiba saja salah satu pelayan mengantarkan sebuah undangan untuk Cleo. Dia terlihat berlari dengan tergopoh-gopoh.


"Ada apa, kenapa kau terlihat buru-buru seperti itu?"


"Maaf, Nyonya ini ada undangan tertulis untuk Nyonya Muda Cleo."


"Benarkah, kalau begitu sebaiknya aku melihatnya terlebih dahulu. Bolehkan aku melihatnya, Cleo?"


"Tentu saja boleh, Ma. Kita lihat secara bersama-sama terlebih dahulu saja kalau begitu."


Ketika Cleo membaca undangan itu dari Keluarga Presdir Lim, tangan Nyonya Rose tampak bergetar.


"Mama kenapa? Apa ada hal yang tidak nyaman?"


Nyonya Rose tampak menggeleng. Ia sama sekali tidak membutuhkan apapun kali ini. Tiba-tiba saja pikirannya tampak kosong. Kakinya melemas, sorot matanya juga tampak kosong. Hingga Cleo baru menyadari jika hal ini pasti berkaitan dengan dendam yang terjadi selama beberapa tahun ini.


"Kenapa Presdir Lim mengundangku? Apakah hal ini berkaitan dengan kerja sama yang dilakukan oleh Nenek dan juga Presdir Lim. Bukankah mereka mengetahui jika aku menantu Keluarga De Laurent. Bagaimana jika hal ini sampai terjadi."


Tango yang melihat kecemasan di dalam wajah Cleo segera mendekatinya dan membaca isi undangan tersebut.

__ADS_1


"Apakah ia akan memulai rencananya kali ini. Jangan sampai aku tidak ikut bergerak ketika Presdir Lim tampak melakukan hal itu. Aku harus melindungi Cleo saat ini juga."


__ADS_2