My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 28. PERTEMUAN TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Kediaman El Vanezz


Ternyata kedatangan Cleo bersamaan dengan kedatangan Presdir Lim. Debora meminta pertolongan Cleo untuk ikut menyambut Presdir Lim.


"Sayang, jangan lupa untuk membantu Nenek menyambut Presdir Lim yang sebentar lagi akan datang."


Cleo segera menoleh ke arah sang nenek. Tidak lupa ia menggerakkan tongkat untuk mendekati neneknya.


"Apakah harus?"


"Sebaiknya begitu."


Tiba-tiba saja seorang nanni datang ke hadapan Debora. Sebelumnya ia membungkuk hormat.


"Maaf Nyonya di depan Presdir Lim sudah datang."


"Terima kasih."


Nenek segera menggandeng lengan Cleo. "Bantu Nenek ke depan, Sayang."


Ternyata yang dikatakan ini tadi benar saat ini prestierleam sudah turun dari mobil dan tersenyum ke arah Nyonya Debora.


"Mohon maaf membuat Nyonya Debora lama menunggu."


"Aku bertemu dengan teman lama di perjalanan sehingga aku mengobrol sebentar. Akan tetapi jadinya malah menunda waktu."

__ADS_1


"Tidak terlambat, Presdir Lim datang tepat waktu," ucap Nyonya Debora dengan tersenyum.


Pandangan presiden mengarah kepada Cleo wanita yang sangat cantik dan mencuri hatinya dalam beberapa tahun terakhir ini.


"Ternyata dia bertambah cantik," gumam Presdir Lim.


"Tetapi bukankah Presdir Lim baru saja datang ke kota ini, lalu apakah ada teman di sini?"


"Sebenarnya bukan teman kami pun juga jarang berkomunikasi, hanya saja ...."


Pandangan Presdir Lim tidak bisa beralih dari Cleo. Hal itu diketahui oleh Debora. Ia pun menyenggol cucunya agar Cleo mengulum senyum untuk menyambut kedatangan Presdir Lim.


"Latar belakangnya pun terlalu dalam sehingga kami pun mengetahui satu sama lain."


"Apakah sebelumnya ia pernah bersaing dengan Presdir Lim? Maafkan untuk kelancanganku! Kalau begitu aku tidak akan bertanya lagi."


"Ternyata Nyonya Debora tetaplah tidak berubah dan sangat baik sama seperti beberapa tahun yang lalu."


Setelah cukup berbincang di depan halaman, mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Ternyata sesuai dengan ucapan Nyonya Debora, ia sudah menyiapkan beberapa hidangan untuk menyambut kedatangan Presdir Lim.


"Selamat datang Presdir Lim, kami sudah menyiapkan proposal proyek untuk kerja sama."


Mata Presdir Lim terbelalak.


"Begitu efektif dalam waktu 2 hari sudah bisa menyelesaikan proposal."

__ADS_1


"Proyek ini adalah proyek kerja sama terbesar yang pernah di dapat oleh Keluarga El Vanezz. Jadi tidak boleh lambat."


"Ha ha ha ... Nyonya Debora terlalu berlebihan. Kalau begitu aku begitu menantikan proposal dari Nyonya."


Sementara itu Cleo merasa tidak nyaman dengan pandangan Presdir Lim.


"Bagaimana caranya aku bisa pergi cepat kalau dia tidak cepat pergi dari sini?" gumam Cleo.


Ruang Rapat Keluarga El Vanezz.


Terpaksa Cleo ikut masuk ke dalam ruang rapat untuk mengikuti pembicaraan yang dilakukan antara Keluarga Lim dan juga keluarganya.


Saat ini Nyonya Debora mulai menjelaskan satu persatu isi di dalam proposalnya. Setelah beberapa waktu selepas Nyonya Debora berbicara, sampailah di suasana inti.


"Itu adalah proposal dari Keluarga Lim, bagaimana menurut Anda?"


"Aku melihat bahwa kalian, Keluarga El Vanezz akan investasi dua triliun," ucap Presdir Lim sambil membaca proposal.


"Benar, ini adalah investasi awal. Kemudian kita akan terus menambah, investasi yang dikeluarkan diperkirakan akan mencapai delapan triliun."


"Jika delapan triliun, aku ada sedikit pendapat."


"Silakan Presdir Lim mengatakannya."


"Aku merasa jika delapan triliun tidak cukup, lebih baik aku uang ini dijadikan investasi awal. Jika dijadikan sebagai investasi terlalu sedikit."

__ADS_1


"I-ini ...."


__ADS_2