My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 31. ULER KEKET


__ADS_3

Kekuatan Tango benar-benar membuat Cleo melemah. Bagaimana bisa ia memiliki stamina seperti itu. Itulah pertanyaan yang menghinggapi Cleo hingga saat ini.


Flash back.


"Aku mau mandi dulu, jangan tidur sebelum aku kembali."


"Iya," ucap Cleo.


Tango merasa aneh terhadap istrinya, ia pun menoleh. "Ada apa, kenapa kamu seolah berbeda? Kamu bisa memberi tahu aku jika menginginkan sesuatu."


Cleo membuang muka karena malu.


"Tidak apa-apa, aku hanya kelelahan. Aku mau tidur duluan."


"Kok tiba-tiba, Sayang?"


"Aku hanya tiba-tiba merasa mengantuk."


"Ya sudah kalau begitu, aku mandi dulu."


"Hm."


Setelah Tango memasuki kamar mandi, Cleo bergegas memakai pakaian tidur. Niat hatinya ingin menghindari Tango agar ia tidak kembali menyantapnya. Entah kenapa badannya masih tidak terasa nyaman.


Tidak berapa lama kemudian, Tango keluar dari kamar mandi. Ia menemukan jika istrinya sudah tertidur.


"Apakah dia benar-benar tertidur?"


"Jadi bisakah aku ...." ucapnya ragu sambil menaiki tempat tidur.


Tango mulai mendekati ke arah Cleo. Wajahnya hampir menyentuh telinga Cleo.

__ADS_1


"Apakah tidak apa-apa, jika aku ...."


Seketika bola mata Cleo terbuka lebar. Keringat dingin mulai memenuhi wajahnya.


"A-apa yang mau kau lakukan padaku?"


Cleo langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Namun, Tango justru tergelak. Sesaat kemudian ia menundukkan wajah dan memasang wajah sendu.


"Sayang, kita adalah suami istri dan menjadi keluarga, apakah kamu tidak bisa menerima kekurangan dan kelebihanku."


Melihat wajah Tango yang bersedih, Cleo merasa bersalah. Tango membalikkan wajahnya ke samping.


"Baiklah, tidurlah, aku tidak akan menyentuhmu."


Saat Tango hendak bangun dari tempat tidurnya, tangan Cleo menarik piyama yang dipakai Tango. Tentu saja hal itu membuat Tango menoleh. Cleo masih tampak menyembunyikan wajahnya yang merona.


"Tango El Barack, jangan pergi."


"Ada apa, apa tidak terbiasa dengan kasurnya? Atau ...."


Tiba-tiba saja Cleo mendorong tubuh Tango hingga tidur telentang dan Cleo berada di atasnya. Kedua mata Tango melebar ketika Cleo secara inisiatif menciumnya. Bibir Cleo yang tipis tetapi kenyal dan lembut membuat Tango terbuai akan permainannya.


Nafas keduanya terengah-engah ketika mereka menyudahi acara pemanasan itu. Wajah keduanya memerah karena ciuman panas.


"Apa kau tahu yang kau lakukan?" tanya Tango dengan nafas memburu.


"Bukankah kau bilang kita suami istri?"


"Kalau begitu jangan katakan apapun ...."


Cleo secara berulang kali mencium Tango lebih dahulu, Tango tersenyum menyeringai. Dalam sekejap Tango memimpin permainan. Badan Cleo yang semula di atas kini berubah posisi menjadi di bawah. Tango mengungkung tubuh Cleo hingga ia tidak bisa berontak.

__ADS_1


Tango melanjutkan pemanasan yang dilakukan oleh Cleo.


"Sesuai keinginanmu, Nyonya."


Akhirnya malam yang panjang mereka lalui dengan peluh dan keringat yang membanjiri. Namun, keduanya justru masih terlelap di dalam kamar karena penyatuan keduanya membuat mereka kehabisan tenaga.


Hingga pagi harinya, tanpa membangunkan Cleo ia sudah pergi lebih dahulu.


Flash back off.


Saat bangun tidur, Cleo kelimpungan karena tidak mendapati suaminya di sisinya.


"Kemana dia pergi?"


"Ah, ternyata aku yang bangun kesiangan. Biarlah aku membersihkan diri terlebih dahulu."


Meskipun tubuhnya remuk, Cleo melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, selimutnya ia lempar ke sembarang arah lalu memasukkan dirinya ke dalam bathub.


"Astaga, stamina Tango kenapa besar sekali, tubuhku rasanya remuk redam!"


Cleo masih membasuh tubuhnya dengan busa sabun. Sementara itu Tango sudah pergi ke kantor. Rupanya hari ini ia mendapatkan sebuah masalah. Ada wanita gila yang datang dan mengaku jika ia adalah tunangan Tango.


Tango ingat ia adalah teman kuliahnya dulu. Seingatnya wanita itu dulu tidak secantik ini, entah kenapa saat ini ia jauh terlihat bisa merawat tubuh hingga tampil cantik.


"Uler keket datang nih," gumam Juno sambil melirik ke arah ruang Tango.


Sementara itu, wanita cantik itu melenggak-lenggokkan dirinya di hadapan Tango yang membuatnya muak. Apalagi ia sengaja mengumbar auratnya untuk memikat Tango.


"Ayo kita lihat, sampai di tahap apa kamu bisa membuat kekacauan di sini?"


"Hi baby how are you?"

__ADS_1


"oh I'm very good, sorry who are you?"


__ADS_2