
"Dasar sahabat kagak ada akhlak, bisa-bisanya kau melakukan KDRT terhadapku!"
"Dasar duduk markudul, bagaimana pun ini adalah sebuah kesempatan langka yang bisa aku gunakan untuk memukulmu jadi kalau aku sampai melewatkan hal itu aku akan bersedih sepanjang hari!"
"Cih, menyebalkan!" ucap Juno sambil mengusap kepalanya yang masih terasa panas karena tindakan dari Tango barusan.
"Menyebalkan begini aku mantan atasan kamu di kantor. Jadi jangan berharap kau bisa mengumpat tentangku!"
"Jangan banyak cerita, cepat katakan apa tujuanmu datang kemari dan menganggu mimpi indahku?"
"Tentu saja kedatangan aku ke sini untuk meminta bantuan darimu agar kamu bisa membantuku memberikan sebuah acara kejutan untuk istriku tercinta, Cleopatra El Vanezz."
"Dasar hantu bucin! Cuma gitu doang kok repot. Tapi aku bisa membantu dalam hal itu. Tenang saja serahkan semuanya kepadaku maka semua rencanamu pasti akan beres!"
"Ya, semoga saja apa yang kamu katakan itu benar. Karena bagaimana pun hanya itu yang bisa aku berikan pada Cleo."
Juno menepuk bahu sahabatnya itu. Ia tidak menyangka jika usia Tango hanya sebentar. Hingga Tango tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam membina hubungan rumah tangga dengan Cleo secara normal.
Bagaimanapun keinginan kedua orang tua Tango adalah membuat sebuah kebahagiaan untuk putra semata wayangnya. Kini harapan itu hanya bisa dipikul oleh Cleo seorang diri.
Sebagai seorang sahabat, Juno hanya bisa melakukan beberapa hal kecil untuk Tango dan Cleo. Anggap saja semua hal yang dilakukan olehnya kali ini adalah sebuah bentuk balas budi karena selalu menolong Juno dalam setiap kesempatan.
Selama ini Juno hanyalah seorang anak terlantar di jalanan kalau Keluarga De Laurent tidak memungutnya kapan hari. Beruntung Nyonya Rose menerima kehadiran Juno dengan lapang dada. Sehingga ia pun bisa menjadi sosok yang bisa diandalkan di sisi putranya, Tango De Laurent.
"Oh, ya? Apakah kau bisa terlihat oleh Cleo selama ini?"
"Tentu saja, Tuhan memberikan sebuah keajaiban untukku, dan aku sangat berterima kasih kepadanya karena telah membuatku terlihat meskipun hanya Cleo."
"Syukurlah kalau begitu. Aku merasa kau memang pantas bersanding dengan wanita hebat seperti Cleo. Aku berdoa semoga ada solusi agar cinta kalian berdua semakin langgeng untuk selamanya. Aamiin."
"Aamiin, makasih sahabatku!"
__ADS_1
Juno akhirnya mengetahui jika Tango sudah bisa dilihat oleh Cleo. Ia pun juga sudah bersedia untuk membantu semua pesta persiapan yang akan dilakukan oleh Tango setelah ini.
"Jangan lupa untuk selalu berkoordinasi dengan Papa dan Mama, karena aku juga telah mengatakan rencanaku ini pada mereka!"
"Tentu saja, kamu tenang saja, sudah sana pulang temani Cleo. Jangan terus berada di sini. Kau bisa menganggu mimpi indahku!"
"Ngusir nih ceritanya?"
"Kalau sadar diri sih nggak apa-apa, sayangnya kamu bukan tipikal orang yang sadar diri, sih."
"Ya udah, lagian mimpi kamu tidak sebagus milik Cleo jadi untuk apa aku berlama-lama berada di sini!" ucapnya dengan nada sombong.
Hampir saja Juno melakukan hal yang sama pada Tango dengan melempar sebuahdm majalah yang digunakan untuk menimpuknya tadi. Sayang, arwah Tangis sudah lebih dulu menghilang.
"Untung saja kamu hantu! Kalau tidak bisa-bisa kita berkelahi sungguhan!"
Dengan secepat kilat Tango sudah memasuki alam mimpi Cleo. Entah kenapa ia menjadi candu untuk terus mendampingi istrinya itu. Padahal di dalam alam kenyataan Tango sangat anti menunjukkan rasa cintanya pada Cleo.
Tidak ada satu wanita pun yang bisa membuat pandangan Tango beralih padanya. Akan tetapi Cleo berbeda. Ia sangat spesial di dalam hati Tango De Laurent.
Merasa bahagia karena Tango memiliki Cleopatra, sosok seorang istri yang sempurna. Membuat Tango berubah. Meskipun pada awalnya Tango kecewa karena Cleo tidak bisa melihat dan meragukan kemampuan Cleo, tetapi lambat laun Tango sudah mencintainya setulus hati.
Sayangnya, cinta mereka terpisahkan oleh alam kematian yang dialami Tango. Kecelakaan itu telah memisahkan cinta antara Tango dan Cleo. Namun, Tuhan mempunyai cara lain untuk menyatukan kedua cinta mereka. Buktinya sampai saat ini Tango masih bisa menemani Cleo meskipun ia berwujud sebuah arwah.
Keesokan harinya, Juno menghungi Nyonya Rose untuk membicarakan rencana pesta kejutan itu. Tampak dari perbincangan itu mereka mencapai kesepakatan. Hingga kini mereka tinggal menyempurnakan rencana keduanya.
"Bagaimana persiapannya Om dan Tante apakah sudah berlangsung dengan aman?"
"Sesuai dengan nasehat darimu Juno, aku sudah menyiapkan orang-orang khusus untuk bertanggung jawab akan hal ini. Sesuai dengan rencana Tango semoga saja semuanya bisa berjalan dengan lancar."
"Syukurlah kalau begitu, aku tidak menyangka jika Tango bisa melakukan semua ini."
__ADS_1
"Oh ya, jangan sampai Cleo mengetahui rencana kita karena jika sampai Cleo tahu, maka Tango pasti akan merasa sangat bersedih."
"Tenang saja Tante, saya sudah meminimalisir semua keadaan agar semuanya bisa berjalan dengan lancar. Om dan Tante tenang saja."
"Terima kasih Juno, kamu benar-benar anak kebanggaan Tante dan Om."
"Terima kasih banyak Tante dan Om."
"Meskipun saat ini kami belum bisa melihat Tango, akan tetapi kami yakin akan ada cara untuk melihat dia bersama dengan Cleo bahagia."
"Sabar Tante, saya selalu mendoakan kebahagiaan untuk keduanya. Bagaimana pun Tango dan Cleo sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri sehingga kebahagiaan seharusnya mereka dapatkan saat ini."
"Baiklah kalau begitu saya pamit, terima kasih untuk perbincangan kita kali ini Tante."
"Sama-sama."
Melihat perkembangan pesta kejutan untuk Cleo, senyuman Tango tidak pernah pudar. Tentu saja hal itu membuat Cleo penasaran dan bertanya pada suaminya tersebut.
"Kenapa dari tadi senyum mulu? Apakah kamu dapat lotre?"
"Wkwkwk, tentu saja bukan, Sayang. Mendapat lotre bukanlah tipikal ku, daripada untuk membeli lotre lebih baik uangnya aku gunakan untuk investasi saham agar lebih banyak lagi pundi-pundi uang yang masuk ke rekeningku."
"Dasar mata duitan!"
"Mata duitan gini tapi ngangenin, kan ya?"
Semburat merah kembali muncul di dalam wajah Cleo. Bagaimanapun cara Tango untuk memujinya hal itu sukses membuat Cleo merona.
Cleo tidak pernah merasakan jatuh cinta, maka sekali saja ia jatuh cinta, Cleo akan mudah tersentuh dengan tindakan bucin dari suaminya, Tango. Begitu pula dengan Tango yang masih saja rajin membaca buku perbucinan sehingga beberapa hari saja ia bisa menghabiskan banyak buku tentang kisah percintaan.
Hal itu ia lakukan karena usulan sahabatnya yang serba bisa yaitu Juno. Merasa ada yang menyebut namanya Juno seketika bersin-bersin.
__ADS_1
"Woi, siapa yang kangen sih, bilang aja napa kenapa pakai buat orang bersin-bersin. Nggak sopan amat!"