My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 90. BAHAGIA BERSAMAMU


__ADS_3

Tanpa Cleo sadari saat ini adalah hari kelahirannya. Berbagai kesibukan di kantor benar-benar membuat Cleo sampai melupakan hari pentingnya saat ini.


"Huft, melelahkan sekali, rasanya benar-benar melelahkan. Bagaimana Tango bisa sekuat ini ketika dulu bekerja sepanjang hari. Apakah ia tidak merasa lelah karena terus berkutat dengan dokumen dan berkas yang begitu banyak?"


Cleo tampak bertanya-tanya pada dirinya sendiri, bagaimana dulu Tango bisa bertahan dengan semua hal yang menurutnya harus memeras otak. Namun, suasana kantor hari ini juga terasa sangat berbeda.


Cleo mulai mengedarkan pandangan ke sekeliling. Suasana kantor terasa sepi, ditambah lagi saat ini rasanya ada yang mengganjal di dalam hatinya. Cleo melangkahkan kakinya berkeliling lorong kantor.


"Suasana masih sama seperti biasanya, tetapi kenapa ada yang aneh ya?" gumam Cleo.


Hingga beberapa saat kemudian tampak seorang karyawan yang menghampiri.


"Selamat siang Nyonya Cleo."


"Selamat siang. Ada apa Mbak?"


"Ini ada paket untuk Anda, katanya dari teman Anda."


"Oke, terima kasih banyak."


Melihat tidak ada hal yang mencurigakan Cleo kembali ke dalam ruangannya. Sesaat kemudian ia mendapat telepon dari bagian humas. Mereka mengatakan jika ada beberapa masalah yang terjadi.


"Ada masalah apa?"


"Lapor Nyonya, ada beberapa karyawan kantor hari ini justru membuat masalah di bagian produksi.


"Segera atasi dengan baik, biar semuanya terlihat jelas."


"Baik, Nyonya."

__ADS_1


Masalah yang terjadi tanpa disadari hal itu memecah konsentrasi Cleo.


"Sebenarnya ada apa dengan orang-orang di sini? Kenapa justru semakin suka membuat masalah baru?"


Cleo tampak memijit pelipisnya yang berdenyut kencang karena hal ini. Berbagai hal yang dijalani beberapa belakangan telah menyita setiap waktu yang biasa digunakan untuk bersama Tango ketika berdua dengan Cleo.


"Kalau begini terus akan banyak waktuku yang terbuang di dalam urusan pekerjaan dan membuat waktu bersama suamiku semakin berkurang."


Saat Cleo melihat jam dindingnya ia merasakan sesuatu yang lain. Tentu saja hal itu berkaitan dengan Tango.


"Kenapa dia nggak datang kesini? Bukankah Tango sudah berjanji jika aku mempunyai masalah ia akan datang!"


Cleo merasa kesal karena akhir-akhir ini suaminya sering ingkar janji.


"Dasar lelaki aneh, manis di mulut, nyesek di hati!" umpatnya kesal.


Tidak biasanya Cleo bersikap demikian, akan tetapi entah mengapa beberapa saat ini semua orang di sekitarnya seolah mengabaikan dirinya bahkan suka sekali menambah beban pikirannya.


"Juno juga melakukan hal itu, tidak biasanya ia melimpahkan beberapa pekerjaan sekaligus kepadaku!"


Juno meminta pulang lebih awal hari itu. Sementara itu beberapa berkas di meja itu harus dipelajari Cleo secara bersamaan. Tentu saja kapasitas otaknya tidak bisa menerima dengan cepat saat ini.


Hingga tanpa ia sadari hal itu membuat kepalanya hampir pecah. Beruntung Tango masih punya seorang asisten multi talenta seperti Juno.


"Kalau ada lagi mau dong order yang mirip seperti dia," ucap Tango berbisik tepat di tepi jendela.


Akan tetapi kali ini Tango sengaja membuat istrinya tidak bisa menyadari kedatangannya. Tentu saja hal ini berkaitan dengan rencana kejutan di hari ulang tahun istrinya itu.


Bersama dengan hal itu, Juno sedang melakukan perjalanan menuju tempat Ibu Kota Baru. Ia mendapatkan tugas baru dari Tango untuk meninjau proyek baru dengan perusahaan Merlyn.

__ADS_1


Demi menjaga kestabilan perusahaan Cleo yang hampir jatuh, Tango sengaja menjalin sebuah kerja sama dengan perusahaan baru di Ibu Kota Baru. Tanpa sepengetahuan Cleo, dengan bekerja sama dengan Presdir Lim, Tango mengatur segalanya.


Merasa sudah jenuh dengan rutinitas kantor dan jam kerjanya sudah usai. Cleo memutuskan untuk segera pulang. Kondisi tubuh yang lelah membuat Cleo diantar oleh sopir untuk menuju mansion.


Perjalanan mereka tidak berlangsung lama. Suasana jalan yang lengang membuat Cleo cepat sampai di mansion. Anehnya suasana rumah terlihat sepi. Beberapa lampu sudah dimatikan.


"Kenapa semuanya terasa aneh?" gumam Cleo saat melihat rumahnya sepi.


"Baru jam berapa ini? Kenapa beberapa bagian rumah terlihat sepi dan lampu sudah dimatikan?"


Ternyata semuanya yang terjadi di mansion adalah ulah Tango. Ia mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan pesta ulang tahun sang istri tercinta.


Beberapa kejutan sudah dipersiapkan di lantai bawah. Ada beberapa anak-anak panti yang menunggu kedatangannya.


Mereka menunggu kedatangan Cleo untuk memberikan kejutan kepadanya bersama pemilik rumah yaitu Nyonya Rose.


Beliau merasa grogi sekaligus antusias dalam waktu yang bersamaan. Apalagi ini pertama kalinya mereka memberikan kejutan pada Cleo dihari ulang tahunnya.


"Apakah rasanya seperti ini jika memberikan kejutan pada anak perempuan. Padahal jelas terlihat jika mereka sama-sama sebagai anakku. Hanya saja berbeda jenis genre."


Sebuah kue ulang tahun bertemakan princess dan juga beberapa aksesoris yang tersaji di hadapan Nyonya Rose. Hal itu membuat beberapa anak-anak menelan salivanya berkali-kali ketika melihat kuenya terlihat sangat enak dan lezat.


"Sepertinya memakan kue itu enak sekali?" ucap anak-anak dengan polosnya.


"Syut!"


Nyonya Rose memberikan isyarat kepada mereka agar berdiam karena derap langkah Cleo mulai terdengar.


"Anak-anak, siap-siap untuk memberikan surprise pada Miss Cleo, ya?"

__ADS_1


Anak-anak mengacungkan jempolnya pada Nyonya Rose. Hingga beberapa saat kemudian Cleo benar-benar turun ke lantai bawah untuk melihat kondisi listrik di mansion yang katanya sedang rusak itu.


__ADS_2