My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 103. KEBIMBANGAN CLEO


__ADS_3

Saat ini Cleo masih mengurung dirinya di dalam kamar. Ia masih menenangkan dirinya karena pertemuan beberapa waktu yang lalu ternyata gagal.


"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan hal ini? Bukankah aku tidak pernah membiarkan orang lain terluka karena sikapku? Tetapi apa yang aku rasakan saat ini ternyata lain."


Cleo tampak menunduk, ia memegangi kedua lututnya. Mencoba menutup mata agar bisa konsentrasi dalam segala hal.


"Apa salahku? Kenapa semua ini terjadi padaku? Padahal aku tidak pernah menyembunyikan sesuatu hal. Apakah semua ini berkaitan dengan keluarga besar Tango?"


Banyak pikiran yang berkelana di dalam kepalanya. Ada sebuah sesal yang terjadi di dalam hati. Kenapa ia tidak segera mencari pendonor tersebut sejak awal.


Kini Cleo sudah nampak membuka matanya. Bahkan jauh lebih lebar dari biasanya. Kakinya turun dari tempat tidur lalu langkah kaki menuntun dirinya untuk berdiri di depan foto pernikahan antara dia dengan Tango.


Dilihatnya foto pernikahan dirinya dengan Tango yang terlihat aneh. Ia mengusap foto di sana sampai sesaat kemudian baru terasa kejanggalan demi kejanggalan itu.


"Apakah ini juga hasil rekayasa? Dulu sewaktu aku tidak bisa melihat, aku hanya menuruti semua permintaan dari mereka, seharusnya semua ini nyata."

__ADS_1


Hanya sebuah penafsiran yang dirasakan barusan, justru membuat Cleo terlihat semakin bingung. Beberapa kali terlintas rasa agar ia meneliti semua anggota keluarga besarnya, tetapi kemudian ia urungkan kembali.


"Sebaiknya aku tetap menyimpan semua ini sendirian."


Akan tetapi ia tidak bisa berbuat banyak saat ini. Ditambah lagi tidak ada yang bisa membantunya.


"Bagaimana jika semua orang bekerja sama untuk hal ini?"


"Entahlah aku tidak bisa membayangkan hal itu?"


Cleo mengusap gusar wajahnya lalu mencoba untuk istirahat. Sedari tadi mondar mandir membuatnya lelah. Diraihnya selimut bulu miliknya tidak lupa menyalakan pendingin udara lalu Cleo mencoba memejamkan mata. Di samping tempat tidur, rupanya Tango sudah datang.


Menatap sang istri dalam kedamaian membuat pikiran Tango cukup tenang. Sebenarnya ada sebuah rahasia kecil yang harus didiskusikan bersama.


"Sepertinya kamu terlalu lelah, Sayang. Sebaiknya kamu tidur yang nyenyak. Papa dan Mama akan selalu melindungi kamu."

__ADS_1


Rupanya apa yang ditakutkan Tango cukup beralasan, sehingga tidak membutuhkan waktu yang banyak Tango akan melakukan rencananya sendiri.


Sebagai perpisahan Tango rupanya mencium kening Cleo yang selalu membuat detak jantungku tidak beraturan.


"Maafkan aku untuk semua hal yang berkaitan dengan beberapa waktu yang lalu."


"Aku berjanji akan memenuhi janji ini kepadamu."


Cleo yang merasa jika suaminya baru saja datang segera membuka mata dan salah satu tangannya mengusap kening. Tempat di mana Tango baru saja mendaratkan ciuman selamat tidur.


Bibir Cleo melengkung ke atas.


"Di mana pun kamu berada, aku akan selalu berusaha untuk tetap menjadi milikmu selamanya."


Memang benar saat ini Tango sedang menuju ke arah Mansion El Vanezz. Ada beberapa berkas penting saat ini. Lagipula Cleo juga tidak terlalu terbebani hanya saja ritme management miliknya tidak terganggu.

__ADS_1


"Percayalah padaku sayang, kamu tunggulah aku di rumah dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Nanti jika waktunya sudah tersedia, nanti kita mengundang anak yatim sebagai bentuk tasyakuran."


Perjalanan begitu singkat jika ditempuh dengan jalan udara, sudah pasti tidak akan membuat bising semuanya.


__ADS_2