My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 69. KEJUTAN


__ADS_3

"Benarkah? Jadi hari perdana Cleo memimpin rapat sukses?"


"Benar, Tante. Bahkan semua peserta rapat memuji sikap kepemimpinan Cleo yang sama berwibawanya seperti Tango."


Raut kebahagiaan kini terpancar di dalam wajah Nyonya Rose. Ia tidak menyangka dengan meminta pertolongan dari Cleo mampu membuat semuanya berjalan lancar.


"Apakah tidak sebaiknya kita memberikan kejutan kepada Cleo sepulang Tante dan Om kembali dari Jerman?"


"Tentu, sebuah pesta kejutan sebaiknya kita berikan untuk Cleo. Nanti kita atur ulang semuanya."


"Siap, ya sudah. Kalau begitu saya pamit dulu, masih banyak pekerjaan kantor yang menunggu."


"Iya, terima kasih Juno."


"Sama-sama, Tante."


Sambungan telepon antara Juno dan Nyonya Rose kini terhenti. Nyonya Rose memandang ke arah Dimitri dengan raut wajah yang sangat bahagia. Ia tidak menyangka keputusan suaminya benar-benar membawa sebuah kejutan.


"Bagaimana, Papa tidak salah dalam memilih, bukan?" tanya Dimitri memandang ke arah istrinya.


Nyonya Rose tampak mengangguk.


"Iya, Papa memang nggak salah milih. Mama terlalu banyak berpikir hingga takut Cleo kenapa-napa."


Pandangan matanya kini masih fokus pada jalanan di hadapannya.


"Akan tetapi kita tidak bisa menyuruh Cleo untuk setiap saat datang ke kantor. Sudah pasti dia belum merasa nyaman dengan keadaan yang baru."


"Benar, Pa. Mama yakin jika Cleo pasti belum terbiasa."


"Setelah ini tugas kita adalah mengucapkan terima kasih pada Cleo."


"Betul."


...👑Mansion De Laurent...


"Sebagai ucapan terima kasih dariku, seharusnya aku mempersiapkan sebuah pesta kejutan untukmu, Sayang."


Bagaimanapun sangat sulit untuk memilih waktu untuk menunjukkan pada dunia jika istrinya Cleopatra El Vanezz adalah salah satu wanita hebat yang pantas menjadi istri dari mendiang Tango De Laurent.


Saat ini Cleo sedang berendam dalam bathub untuk merilekskan seluruh tubuhnya. Sudah terlalu lama Cleo tidak keluar dari mansion sehingga rasanya sangat melelahkan. Apalagi bertemu dengan banyak orang dalam beberapa jam sungguh membuat otak dan tindakan Cleo harus berjalan beriringan.


"Apakah Tango dulu tidak merasa grogi seperti aku?" ucap Cleo di sela-sela ia mandi.

__ADS_1


Tango yang kebiasaan muncul di mana-mana kali ini juga turut hadir ketika Cleo berendam.


"Tentu saja aku grogi, akan tetapi sejak kecil aku sudah terbiasa menemani Papa dalam menghadiri sebuah rapat. Sehingga ketika Papa meminta aku untuk memimpin rapat, aku akan melakukan hal itu tanpa rasa takut sedikitpun."


Mendengar jawaban dari suaminya, Cleo merasa lega. Akan tetapi satu hal yang tidak ia sukai adalah kedatangan Tango yang secara tiba-tiba nongol di hadapan Cleo ketika berendam.


Posisi Tango yang duduk di bibir bathub membuat wajah Cleo bersemu merah. Rasa aneh tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya.


Akan tetapi dengan santainya Tango menatap ke arah Cleo. "Kenapa wajah kamu memerah, Sayang? Apakah suhu airnya terlalu panas?"


"Bukan karena air, tetapi karena kamu yang tiba-tiba muncul di hadapan ku ketika aku lagi berendam membuatku tidak nyaman!" pekik Cleo dengan mata terpejam.


Bukannya pergi Tango justru merapatkan wajahnya ke arah sang istri.


Cup


Tango mengecup kening Cleo. Ini pertama kalinya Tango bisa mencium Cleo tanpa bantuan liontin yang dipakai olehnya. Setelah sekian lama ia hampir musnah dan kini kembali lagi ke sisi Cleo akhirnya ia bisa menumpahkan rasa rindu terhadap istrinya itu.


Tentu saja Cleo merasa terkejut dengan tindakan spontan dari Tango. Di satu sisi ia sangat bahagia, di sisi lainnya ia bersedih karena Tango sudah meninggal.


"Aku permisi dulu, Sayang. Kalau lama-lama berada di sini, nanti aku jadi pengen berendam bareng, dong?"


Sontak saja Cleo melemparkan bisa sabun ke arah Tango.


"Dasar hantu ca**l!"


Tango tidak marah dengan ucapan dari Cleo. Akan tetapi ia justru merasa bangga karena pencarpaiannya barusan pada Cleo.


Salah satu tangan Tango mengusap bibirnya sendiri.


"Tunggu dulu, sepertinya aku bisa mencium Cleo secara sungguhan tadi? Bukankah iya sebuah perkembangan yang patut di berikan sebuah apresiasi?"


Bukan hanya Tango saja yang kebingungan, Cleo sebenarnya juga merasakan hal yang sama. Terlebih lagi ia sangat merindukan kehadiran suami arogantnya tadi


"Seharusnya aku berterima kasih pada Cleo untuk kesuksesan dia dalam memimpin rapat hari ini."


Tango teringat dengan sahabat dan juga kedua orang tuanya.


"Jika aku melakukan hal itu sendiri, bukankah hal itu akan terlihat biasa. Sebaiknya aku menggaet mereka agar acara ini terjadi begitu meriah. Aku hanya tinggal memberikan kejutan plus-plus nantinya!" ucap Tango dengan nada riang.


Sebuah acara pesta kejutan sedang disiapkan oleh Tango karena keberhasilan istrinya dalam memimpin acara rapat perdana di perusahaan miliknya. Sesuai rencana Tango benar-benar mendatangi mimpi Juno dan kedua orang tuanya.


"Ma, Papa, kalian sedang apa?" sapa Tango yang melihat Papa dan Mamanya berada di halaman belakang.

__ADS_1


Sontak saja Nyonya Rose dan juga Dimitri menoleh ke arah sumber suara.


"Sayang, kamu di sini?" tanya Nyonya Rose dengan sorot mata kebahagiaan.


Tango kemudian mendekat dan bergantian memeluk Nyonya Rose dan juga Dimitri. tampak sekali mereka sangat bahagia dengan kedatangan Tango.


"Sayang, kenapa kamu lama sekali tidak menjenguk Mama dan Papa?"


"Maaf, Ma, Pa. Tango terlalu sibuk menemani hari-hari Cleo sehingga sampai lupa datang ke sini."


"Kau tidak perlu meminta maaf, Sayang. Buat apa kau melakukan hal itu. Bukankah kau sudah seharusnya menjaga Cleo setiap saat," seloroh Nyonya Rose pada putranya itu.


Tango tersenyum, "Dengan senang hati Tango melakukannya."


"Syukurlah kalau begitu. Oh ya tumben kamu datang, apakah ada hal yang begitu penting yang harus kamu sampaikan pada kami?"


Kini Dimitri turut andil dal berbicara.


"Iya, Pa. Aku ingin membuat sebuah pesta kejutan untuk Cleo karena berhasil dalam melakukan tugas hari ini sebagai pemimpin rapat Perusahaan De Laurent."


"Betul sekali tadi Mama dan Papa juga sudah mendapatkan kabar itu dari Juno. Kami pun berencana untuk melakukan hal yang sama dengan keinginan hatimu."


"Syukurlah kalau kita mempunyai tujuan yang sama!"


Ketiga orang itu akhirnya berdiskusi satu sama lain. Bagi mereka melakukan hal itu bisa membuat Cleo bahagia atas pencapaiannya.


Hanya dengan cara ini Tango bisa berkomunikasi dengan Nyonya Rose dan juga Dimitri. Beruntung mereka mempunyai misi yang sama.


"Mungkin saat ini Cleo sedang berbahagia karena bisa melihat arwahmu, Tango. Begitu pula denganku. Meski hanya bisa mendengar suara darimu itu sudah lebih dari cukup bagiku."


"Satu hal yang sangat penting adalah kamu berhasil mendampingi Cleo setiap saat."


"Tentu saja, itulah arti kehadiranku untuk Cleo."


Mendengar suara Tango kini Juno menoleh ke arahnya. Sama dengan kedua orang tuanya, kini Tango masuk ke dalam dunia impian Juno.


"Hei, kenapa aku bisa melihat wujudmu?"


Tango mengambil sebuah majalah yang berada di hadapan Juno dan memukulkannya ke kepala Juno.


"Argh! Kau ini bisa tidak sih nggak pakai maen tangan seperti ini!" pekik Juno kesal.


"Hal ini agar kamu tahu, jika selain kamu bisa melihatku, aku juga bisa memukulmu, duduk!"

__ADS_1


__ADS_2