My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 34. SIAPA DIA


__ADS_3

Mohon maaf kemarin ke up dua kali karena sistem gak bisa dihapus maka author tulis ulang ya, maaf semuanya.


......................


Tango tidak menyangka jika rencananya akan berantakan seperti ini, apalagi saat ini ia seharusnya bisa mendampingi Cleo. Namun, apa yang terjadi saat ini membuatnya tidak bisa berbuat apapun.


Bergerak saja susah, apalagi sampai ia bisa terbebas dari tempat itu. Semuanya terasa sangat tidak memungkinkan dan hal yang terjadi saat ini di luar kendalinya.


"Kenapa wanita ini sangat menyebalkan, bahkan ia sampai menyegel semua kekuatanku saat ini!" ucap Tango dengan geram.


Sementara itu Nyonya Debora sedang melakukan pembukaan acara dengan berpidato di depan umum. Beruntung suasana hari itu sangat cerah sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.


"Para pemimpin, para hadirin, para mitra bisnis ...."


"Halo semuanya!" Nyonya Debora melambaikan tangan ke arah semua tamu yang hadir saat itu.


"Selamat datang kepada semua hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri seremoni peresmian Keluarga El Vanezz dan juga Keluarga Lim," ucap Nyonya Debora sambil tersenyum.


"Aku mewakili Keluarga El Vanezz mengucapkan terima kasih kepada para hadirin," ucap Nyonya Debora di samping Presdir Lim dan juga Cleo.

__ADS_1


Di dalam hati Presdir Lim ia tidak henti-hentinya memuji kecantikan Cleo yang berdampingan dengannya. Sesekali ia mencuri pandang terhadapnya, hingga ia tidak terlalu fokus pada ucapan Nyonya Debora.


Nyonya Debora tampak anggun pagi itu. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, tetapi aura kepemimpinannya masih terlihat dengan jelas.s


"Seperti yang kalian ketahui, Keluarga El Vanezz bukanlah keluarga besar, bisa mendapatkan proyek terkenal seperti ini perlu berterima kasih kepada seseorang."


"Yaitu kepada pemimpin Keluarga Lim yaitu Presdir Lim Hyun."


Sejenak Presdir Lim melambaikan tangannya sambil tersenyum ramah kepada para tamu undangan. Kemudian Nyonya Debora kembali melanjutkan pidatonya.


"Selanjutnya saya akan menjelaskan situasi proyek secara rinci."


"Proyek yang akan kami mulai memiliki total dana investasi senilai sepuluh triliun."


"Dengan luas bangunan di atas 30.000 meter persegi. Diperkirakan akan merekrut puluhan ribu orang untuk bekerja setelah selesai dibangun."


Setelah itu rupanya Nyonya Debora terus melanjutkan pidatonya hingga beberapa saat kemudian ia memberikan waktu kepada Presdir Lim untuk memberikan kata sambutan juga.


"Terima kasih semuanya, itulah yang ingin aku sampaikan."

__ADS_1


Nyonya Debora melihat ke belakang, "Selanjutnya kita persilakan Presdir Lim untuk berpidato."


"Terima kasih untuk waktu yang diberikan oleh Nyonya Debora," ucap Predir Lim sambil tersenyum.


Presdir Lim yang semula duduk di belakang kini maju ke depan menggantikan posisi Nyonya Debora. Sejenak Predir Lim memandang ke arah hadirin.


"Aku hanya memiliki dua kalimat yang akan aku sampaikan, yang pertama aku mempercayai Nyonya Debora dan Nona Cleopatra El Vanezz. Kedua, aku menantikan akhir yang sempurna."


Hampir semua hadirin memberikan standing applaus. Nyonya Debora mendekati Nyonya Debora.


"Terima kasih kepercayaan Presdir Lim, Keluarga El Vanezz pasti akan menjalankan proyek ini dengan baik dan sepenuh hati sampai selesai dengan sempurna."


"Nyonya Debora, Nona Cleo mari kita bersama-sama meletakkan batu pertama untuk proyek kita," ajak Presdir Lim.


"Mari."


Terlihat para awak media mengabadikan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Nyonya Debora, Nona Cleo dan juga Presdir Lim. Pertama-tama mereka mengambil tanah secara bersama-sama dengan sekop, lalu meletakkan batu itu di tengah.


Lalu sesudahnya menimbun batu itu hingga terlihat setengah, maka prosesi peletakan batu pertama dinyatakan selesai.

__ADS_1


__ADS_2