
"Bersamamu ternyata lebih indah."
"Tentu saja, apalagi semua hal yang dilalui bersama akan lebih terasa nikmat!" bisik Tango tepat di salah satu telinganya.
Bagaimana tidak bergidik, ketika Tango tiba-tiba saja meletakkan tangannya di kedua pinggang Cleo hingga membuatnya seketika tersengat aliran listrik untuk kedua kalinya.
"Sss-sayang ....!"
Bibir Cleo yang kenyal itu memang telah menjadi candu untuk Tango. Beberapa kali me-nye-sap membuat deru nafas keduanya saling memburu satu sama lain.
Tango menyibak rambut Cleo yang tergerai indah agar semakin terlihat leher jenjang milik istrinya itu. Kini Cleo semakin memejamkan matanya ketika ciuman itu semakin panas dan menyusuri setiap jengkal leher Cleo.
Entah mendapat keberanian darimana lagi, kini Tango sudah menindih tubuh Cleo. Merasa jika ia bisa kembali melakukan penyatuan bersama Cleo, Tango tidak menyia-nyiakan hal tersebut.
"Bolehkah aku melakukan semua ini?"
"Tentu saja, Sayang ...."
Mata Cleo sudah berubah sayu, dengan segera Tango memainkan tangannya untuk melakukan pemanasan kepada Cleo. Menikmati setiap sentuhan dari suaminya, Cleo tidak henti-hentinya merasa semakin pasrah.
"Lakukanlah sesuai keinginan kamu, Sayang. Aku pasrah!"
"Dengan senang hati, Sayang."
Akhirnya malam itu dihabiskan dengan penuh kasih sayang.
......................
Keesokan harinya.
Kicauan burung gereja membuat suasana Mansion De Laurent terasa asri dan menyenangkan.
Cleo sedang menyirami tanaman hias di balkon kamarnya menoleh ke arah tamu yang terlihat keluar dari salah satu sebuah mobil mewah.
Tentu saja jiwa sosial dari di tamunya itu terlalu mencolok.
"Siapa dia? Kenapa aku begitu familiar dengannya?"
"Daripada menerka-nerka sebaiknya kamu turun dan menemuinya, agar tidak membuatmu salah paham."
Ternyata Tango sudah berdiri di belakang tubuh Cleo. Merasa jika tubuh istinya sedikit berisi Tango mengulas senyum.
__ADS_1
"Bilang saja kalau aku terlalu gemuk."
"Memangnya kenapa kalau gemuk? Ketika dipegang kalau kenyal 'kan lebih bagus. Aku selalu suka dengan segala bentuk tubuhmu," ucap Tango dengan jujur.
"Bohong!" tolak Cleo sambil melepas pelukan dari suaminya dan bergegas meninggalkan Tango untuk melihat siapa tamunya.
Kini langkahnya sudah agak menjauh dari tubuh Cleo. Namun, ucapan dari Tango membuat Cleo sedikit menoleh ke arahnya.
"Untuk wanita spesial sepertimu, bagaimanapun aku beri makan tetap saja tidak gemuk. Sungguh membuatku pusing, tetapi sekaligus membuatku bahagia!" keluh Tango dari balik pintu.
Cleo rupanya tidak terlalu mendengarkan ucapan suaminya dan terus melanjutkan langkahnya menuju ke ruang tamu. Tidak berapa lama kemudian mereka telah sampai di ruang tamu.
Ternyata di sana ada salah seorang tamu yang sangat ia kenali tetapi tidak ia harapkan kehadirannya.
"Bukankah itu Presdir Lim?"
"Ada apa dia sampai meluangkan waktunya kemari? Bukankah urusan kemarin sudah selesai?"
Merasa jika dia sudah melihat kehadiran Cleo, Presdir Lim tersenyum padanya.
"Selamat siang Nyonya Cleo," sapa Presdir Lim hangat.
"Selamat siang, Presdir Lim. Silakan duduk!"
Awalnya ia menunduk, mencoba menenangkan gejolak yang berada di dalam hati. Berdoa agar ia kuat dalam menghadapi ujian ini.
Setelah merasa tenang, Presdir Lim segera mengatakan permintaan maaf kepada Cleo dan keluarganya.
"Maksud dari kedatanganku saat ini adalah untuk meminta maaf kepadamu, karena telah membuat sebuah guncangan di dalam perusahaan Nenekmu dan juga Keluarga De Laurent."
Cleo mengulas senyumnya.
"Tidak apa-apa, Tuan. Hal ini lebih baik daripada aku membiarkan kerugian yang lebih besar akan diterima oleh keluargaku. Jika aku mengetahui dari awal mungkin aku bisa mempertimbangkannya dan menghentikan hal ini."
"Tetapi jika aku melakukan hal itu sudah pasti tidak akan ada pembelajaran setelahnya, hingga tidak ada hari ini."
Cleo kembali menatap ke arah Presdir Lim.
"Namun, jujur aku sungguh tidak tahu dendam di antara kalian. Sehingga aku juga ingin meminta maaf karena hal ini telah mempengaruhi kesehatan ibu Anda, Presdir Lim."
"Bukan, semua ini bukan kesalahanmu Cleo. Semua ini murni dendam yang terjadi diantara mereka dan aku percaya jika kamu tidak tahu tentang hal ini."
__ADS_1
Presdir Lim tampak menghela nafasnya.
"Aku bisa memakluminya dan aku juga meminta maaf karena sebelumnya aku tidak mau menanyakan tentang asal-usul terlebih dahulu, hingga membuat situasi semakin memburuk."
Kini Presdir Lim terasa cukup lama melihat ke arah Cleo.
"Namun, hal yang lebih penting adalah sesuatu yang akan aku sampaikan kepadamu saat ini."
"Keperluan penting apakah itu? Apakah aku boleh mengetahuinya?"
Presdir Lim tampak mengangguk lalu menjawabnya, "Aku mengundangmu secara khusus untuk bertemu dengan ibuku."
"Kenapa, bukankah Nyonya Lim sudah membenciku, bagaimana bisa aku menemuinya kembali?"
Presdir Lim semakin menunduk, "Tanpa kehadiranmu, aku tidak tahu apakah ibu bisa membuka mata lagi atau tidak."
Ucapan Presdir Lim tampak semakin berat.
"Sebagai permintaan maaf untuk semua yang telah dilakukan Mihiyo kepadamu, aku tidak akan membebankan semua beban kerugian yang terjadi di antara keluarga Lim dan juga El Vanezz."
"Bagaimana menurutmu?"
"Aku belum bisa memastikan, apakah aku bisa datang kepadamu atau tidak? karena saat ini aku sedang tidak ingin keluar rumah dan aku masih menjaga perasaan nenek dan juga ibu mertuaku."
"Aku memahami hal itu namun aku sungguh memohon untuk kehadiranmu."
Dari kejauhan Tango melihat interaksi antara istrinya dan juga Presdir Lim. Sesaat kemudian tubuhnya sudah hadir di antara mereka. Namun, yang bisa melihat saat itu hanyalah Cleo.
Istrinya itu menoleh ke arah Tango, untuk meminta jawaban atas permintaan dari Presdir Lim barusan.
"Jika memang kehadiranmu dapat menolong Nyonya Lim, maka penuhilah undangannya. Aku yakin dendam di antara keluargaku dan juga keluarganya mungkin akan berakhir jika kamu bisa membuatmu kembali bernafas."
"Akan tetapi bagaimana dengan perasaan nenek jika mengetahui aku kembali ke Kediaman Presdir Lim?"
"Kalau soal itu aku bisa minta bantuan ibu untuk mengatasinya. Percayalah padaku, semua ini tergantung usahamu dan juga usahaku dalam menyatukan Kedua keluarga ini kembali."
"Baiklah aku akan berusaha datang ke kediamanmu besok. aku usahakan hadis tepat waktu namun aku tidak bisa menjamin Jika kehadiranku bisa membuat kesehatan Nyonya Lim kembali pulih seperti sedia kala."
"Terima kasih banyak Cleo, aku yakin semua ini akan segera berakhir dan membaik."
Setelah melakukan pembicaraan tersebut dan mengutarakan keinginannya, Presdir Lim segera meninggalkan Keluarga De Laurent.
__ADS_1
Di dalam hati Presdir Lim, ia sangat bersyukur ketika Cleo bisa menerima permintaan maafnya sekaligus permintaan untuk membantunya memulihkan kesehatan ibunya.
"Ayo kita lakukan hal yang terbaik demi kelangsungan hidup keluarga besar kita. Aku percaya dengan bantuan darimu, maka semuanya akan berakhir."