My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 81. SIUMAN


__ADS_3

Keesokan harinya.


Sesuai dengan janji yang diberikan kepada Presdir Lim, Cleo akan datang ke kediamannya pagi ini. Sebelum pergi Cleo akan meminta ijin pada ibu mertuanya terlebih dahulu.


"Pagi, Ma ...."


"Pagi, Sayang. Tumben sepagi ini kamu sudah rapi?" tanya Nyonya Rose dengan sedikit curiga.


"Iya, hari ini aku akan memenuhi janjiku kepada seseorang. Cleo berharap jika Mama akan memberikan ijin kepadaku!"


"Tentu saja Mama memberikan ijin, tetapi ingat jangan terlalu lama ketika berada di luar sana. Ingat suasana belum kondusif!"


"Iya, Ma. Untuk semua nasehat yang diberikan, Cleo mengucapkan terima kasih banyak."


"Sama-sama, Sayang."


Setelah mendapatkan izin dari ibu mertuanya, maka Cleo segera beranjak pergi meninggalkan Mansion De Laurent. Dengan diantarkan sopir yang biasa mengantar Tango kini Cleo sudah berada di dalam perjalanan.


Perjalanan pagi itu terasa singkat karena sang sopir mengendarai di jalan yang lengang. Hanya membutuhkan waktu selama dua puluh menit, kini mobil yang dikendarai oleh Cleo telah sampai di dalam Kediaman Presdir Lim.


Sebuah rumah dengan nuansa Eropa yang dipenuhi dengan aneka bunga membuat Cleo seolah merindukan nuansa Mansion El Vanezz.


Ternyata kedatangan Cleo sangat dinantikan oleh Keluarga Lim. Sambutan hangat diberikan oleh Presdir Lim yang menyambutnya secara langsung.


"Selamat datang di Kediaman Nyonya Cleo," sapa Presdir Lim dengan ramah.


"Terima kasih atas sambutannya Presdir Lim."


"Oh ya, dimana letak kamar Nyonya Lim saat ini?"


"Ibu sedang dirawat di ruang perawatan yang berada di lantai dua. Mari aku antar ke ruang perawatannya!"

__ADS_1


Dalam waktu yang singkat, kini Cleo sudah memasuki ruang perawatan Nyonya Lim. Dilihatnya seorang wanita paruh baya yang berada di atas brankar dengan beberapa selang infus yang menancap ke tubuhnya.


Di samping brankar tersebut terdapat sebuah alat yang mendeteksi tentang kondisi detak jantung Nyonya Lim. Alat itu juga digunakan untuk mengukur dan mengawasi setiap pergerakan kesehatan setiap detik yang dilewati oleh Nyonya Lim.


Ya, saat ini Nyonya Lim memang berada dalam masa kritis. Melihat hal itu hati Cleo terasa terenyuh, oleh karena itu ia pun mendudukan dirinya di samping brankar Nyonya Lim.


Dengan penuh kasih sayang Cleo mengusap tangan tua itu serta mengajaknya untuk berbicara dari hati ke hati. Sebelumnya ia telah membisikkan kata di salah satu telinga Nyonya Lim. Bermaksud untuk mengatakan jika ia telah datang untuk memenuhi undangan dari putranya.


"Nyonya, ini aku Cleopatra El Vanezz telah datang untuk memenuhi undangan darimu. Bagaimana keadaanmu, Nyonya?"


"Oh, ya aku juga datang ke sini untuk meminta maaf karena tindakan dariku sempat membuatmu marah. Jujur aku tidak mengetahuinya hal ini sejak awal."


"Jika aku mengetahuinya sejak awal, bisa aku pastikan jika hal seperti ini tidak akan terjadi."


"Aku mohon bangunlah! Saat ini aku sedang menginginkan sebuah hal, apakah aku bisa meminta bantuan dari Nyonya?"


Meskipun tidak mendapatkan respon apapun dari Nyonya Lim, Cleo tetap berusaha untuk melakukan hal yang terbaik menurut versinya.


Bahkan dengan semua kesabaran yang ia miliki Cleo mencoba untuk tetap berpositif tingking tentang hal ini.


"Semoga dengan kehadiranmu di sini bisa membuat kesehatan ibu kembali dan memberikan sebuah mukjizat di sini. Aku sungguh mengharapkan hal itu terjadi."


Cleo benar-benar melakukan semua hal yang ia mampu untuk membangunkan Nyonya Lim. Meskipun ia mempunyai banyak kesempatan tetapi entah mengapa Cleo bersikeras agar Nyonya Lim benar-benar bisa sembuh.


Sebuah mukjizat akhirnya di dapatkan oleh Cleo saat ini. Jemari tangan Nyinya Lim mulai merespon semua perkataan dari Cleo. Mengetahui hal itu, Cleo segera memencet tombol nurse call.


Tidak lama kemudian akhirnya para tenaga medis segera mendatangi ruang perawatan Nyonya Lim. Begitu juga ketika Cleo bisa bertemu dengan Presdir Lim di area depan kamar membuat mereka saling mengobrol satu sama lain.


"Memangnya apa yang terjadi di dalam? Apakah kesehatan ibu menurun lagi?" tanya Presdir Lim dengan raut wajah ketakutan.


Sementara itu Cleo segera menenangkan suasana hati Presdir Lim dengan mengatakan jika dirinya hanya ingin mengatakan jika pasien sudah memberikan respon ketika tadi ia mengajaknya untuk berbicara.

__ADS_1


Lima menit kemudian, para tenaga medis satu persatu mulai keluar dari ruang perawatan Presdir Lim.


"Bagaimana keadaan ibu saya?"


"Sesuai dugaan, saat ini kesehatan Nyonya sudah berangsur membaik.x


"Semua ini berkat kehadiran Cleo."


"Syukurlah, tunggu beberapa saat lagi, mungkin ibu Anda sudah siuman."


"Terima kasih banyak, dokter."


Kesehatan Nyonya Lim akhirnya semakin pulih dengan kehadiran Cleo. Ia bagaikan cahaya kehidupan bagi Nyonya Lim, buktinya hanya dengan menyentuh tubuhnya, reaksinya sungguh tidak terduga. Ia merespon setiap ucapan yang terlontar dari bibir Cleo.


Presdir Lim yang mengetahui hal itu sangat bahagia ditambah lagi saat ini kedua matanya sudah terbuka. Senyumnya terbit ketika melihat wajah Cleo di hadapannya.


"Cleo, maafkan Ibu ya, Nak."


"Tidak apa-apa, Nyonya. Tidak ada yang perlu dimaafkan karena semuanya telah terjadi. Hingga kini Cleo sudah berada di sisi Nyonya."


Ternyata Nyonya Lim benar-benar sakit karena terlalu memikirkan Cleo. Entah mengapa Nyonya Lim tidak bisa melihat Cleo terluka.


Sehingga saat mengetahui jika dia berasal dari Keluarga El Vanezz dan menjadi menantu di dalam Keluarga De Laurent, dengan egois Nyonya Lim memutuskan kerja sama yang dilakukan oleh putranya.


"Ketika aku mendengar jika kamu sangat bahagia saat menjadi bagian dari Keluarga De Laurent, aku merasa cemburu. Apalagi ketika tahu kau mendapatkan kembali penglihatanmu karena keluarga itu."


"Dulu aku merasa tidak suka dengan semua hal yang dilakukan oleh keluarga itu karena mereka telah membuat putriku meninggal. Hingga aku tidak akan pernah memaafkan mereka untuk hal itu."


"Akan tetapi Nyonya, tidak baik jika memendam dendam selama puluhan tahun. Kenapa tidak mencoba berdamai dengan semua ujian yang telah terjadi, bukankah hal itu akan membuat hari kita menjadi lebih tentram."


"Ucapan darimu membuatku tentram Cleo, hanya saja realita terkadang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Ada banyak hal yang membuatku harus berpikir ulang tentang itu."

__ADS_1


Cleo tampak memahami bagaimana perasaan dari Nyonya Lim ketika ia kehilangan putrinya. Hanya saja dulu saat ia kehilangan kedua orang tua, Cleo sudah merasakan apa yang disebut dengan kehilangan dan sebuah perjuangan.


Butuh beberapa waktu untuk menyembuhkan luka di dalam hatinya hingga akhirnya Cleo menyadari terlalu lama tenggelam dalam pemikirannya membuat ia tidak bisa hidup dengan tenang. Cleo harus bangkit dan memaafkan keadaan yang telah membuatnya jauh lebih dewasa daripada sebelumnya.


__ADS_2