My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 50. KERIBUTAN KECIL


__ADS_3

"Apakah kamu masih percaya dengan cinta sejati?" tanya Tuan Alexander pada Dardack yang masih betah mengunjunginya selama beberapa hari.


"Tentu saja tidak Tuan, karena cinta sejati hanya untuk anak-anak kecil yang masih bau kencur. Sementara aku sudah terlalu tua untuk merasakan hal itu."


Tuan Alexander begitu penasaran dengan pemikiran anak muda jaman sekarang. Begaimana bisa mereka mengacuhkan cinta sejati, padahal pada jaman dulu ia sangat mendambakan cinta sejati.


"Memangnya kenapa kamu tidak bercanda cinta sejati?"


"Di zaman seperti ini wanita itu tidak membutuhkan cinta sejati, Tuan. Wanita jaman sekarang sangat berbeda dengan wanita jaman dahulu karena yang mereka butuhkan saat ini hanyalah uang. Sementara itu para lelaki hanya membutuhkan sebuah kepuasan saja jadi imbal baliknya sepadan."


"Lalu kamu menyebut seseorang yang masih memiliki cinta sejati itu dengan sebutan apa?"


"Tentu saja menyebutnya sebagai manusia yang tidak berguna. Seorang manusia yang menyia-nyiakan waktunya hanya demi cinta itu sama saja tidak menghargai uang."


"Seharusnya mereka sadar jika mencintai itu harus diirngi dengan sebuah tanggung jawab yang tinggi. Apakah setelah menikah mereka hanya makan cinta dan tidak membutuhkan uang. Bukankah materi itu di atas segalanya."

__ADS_1


"Yang kau katakan memang adalah sebuah kebenaran, akan tetapi aku belum mendapatkan bukti jika manusia zaman sekarang tidak mempercayai cinta sejati."


"Kalau Tuan Ale tidak percaya maka aku akan memberikan sebuah survei kepada Tuan Alexander beberapa saat lagi."


"Tidak perlu terburu-buru, karena semua akan lebih indah jika berjalan sesuai alurnya."


Sayang, Alexander merasa jika cintanya bertepuk sebelah tangan. Sehingga Alexander terpaksa pergi menjauh dari keluarganya dan juga cinta sejatinya.


Sebuah masa lalu yang kelam benar-benar membuat Alexander berubah menjadi sosok yang pendendam dan pemikir yang licik. Ia bisa menggunakan segala cara untuk membalas dendam. Sama seperti saat ini ketika ia akan melakukannya pada anggota keluarganya sendiri.


Bahkan setelah kematian Tango, dendamnya tidak kunjung terhapus. Selama harta kekayaan dari Keluarga De Laurent belum jatuh ke dalam tangannya maka ia akan terus melakukan pembalasan.


"Oh, ya. Bukankah hari ini ada acara lelang? Kenapa kau tidak datang bersama ibumu?" tanya Tuan Alexander sambil memegang cerutunya.


"Aku tidak tertarik dengan urusan lelang dan barang antik, yang aku suka adalah wanita cantik dan memuaskan ketika diajak berduel."

__ADS_1


"Dasar anak muda jaman sekarang. Bisanya cuma bersenang-senang dan menghabiskan uang. Bukankah begitu Tuan Dardack."


"Bisa dibilang begitu, Tuan. Bagi saya asalkan mereka senang maka saya akan ikut senang."


Ucapan Dardack mengibarkan gelora api di dalam dirinya. Hanya beberapa langkah selanjutnya sudah menghapuskan semua luka dan derita yang pernah dialaminya sejak lama.


"Baguslah kalau begitu, sebaiknya kamu segera membawakan berkas yang asli dan aku akan memberikan sebuah imbalan yang tepat untukmu."


"Baiklah kalau begitu, aku setuju."


"Dardack aku memintamu untuk melakukan hal ini secepatnya hingga aku sadar jika kau memang berguna untukku."


"Baiklah, Tuan Alexander, terima kasih untuk permulaannya. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi."


"Aku menunggu kejutan yang akan kau berikan padaku."

__ADS_1


"Terima kasih, kalau begitu aku permisi."


"Hm, pergilah."


__ADS_2