My Hubby Is Ghost

My Hubby Is Ghost
Part 78. BERUNTUNG ADA KAMU


__ADS_3

Ternyata keinginan Tango hanya satu yaitu membuat Cleo merasa sedikit rileks ketika menghadapi banyaknya rintangan selama ia belajar ilmu bisnis. Tidak mudah dalam menjalani sebuah bisnis karena diperlukan sebuah mental yang baja untuk bisa tetap bertahan di dalam persaingan dunia bisnis.


Banyak sekali rintangan yang akan datang menghadang di setiap waktu dan tidak pernah mengenal lelah. Maka dari itu sebenarnya tunggu melarang jika kalian ikut dalam industri bisnis.


Namun, ternyata ia harus tetap melakukan hal tersebut karena Cleo adalah satu-satunya anak yang masih tersisa di dalam Keluarga De Laurent.


Masalah yang Cleo hadapi saat ini adalah sebuah hal baru, yang mana harus dipikirkan dengan kepala dingin. Tidak bisa mengambil keputusan dengan gegabah.


Jika salah dalam mengambil keputusan maka hasilnya akan menjadi lebih fatal. Maka dari itu Tango memposisikan dirinya sebagai seorang suami yang bisa mendampinginya setiap saat.


Melihat istrinya yang masih termenung dan tidak bergerak sama sekali dari tempat duduknya, Tango segera menyapanya.


"Kenapa, apa tidak mau ke sini? Apakah aku harus menggendongmu?" tanya Tango dengan sorot mata teduhnya.


Tango berusaha mengontrol emosinya agar ia bisa mendalami perasaan yang sedang dirasakan oleh Cleo.


"Sayang, apa perlu aku mengucapkan perkataan dua kali?"


Hanya dengan sebuah kerlingan mata dari Tango, ternyata hal itu akan mampu meluluhkan pertahanan hati Cleo.


"Jadi minta digendong nih, aku hitung sampai tiga kalau tidak bergerak itu artinya kamu minta digendong!" ucap Tango final.


Sontak saja Cleo menggeleng perlahan. Ia tentu saja tidak mau digendong oleh suaminya.


"Iya, aku jalan, nih," ucap Cleo setengah malas.


Lagi pula bagaimana mungkin ia membiarkan Tango melakukan sebuah hal yang tidak mungkin. Sebagai hantu, mustahil jika Tango bisa menggendong tubuhnya.


Hingga akhirnya Cleo bergerak perlahan untuk bisa sampai di tempat suaminya.


"Nih, sudah duduk loh aku!"


Tango mengulum senyumnya untuk sang istri.

__ADS_1


Kini mereka berdua duduk berdampingan satu sama lain.


Dengan mesra Tango mengecup kening Cleo sambil memegang erat tangannya.


"Gini 'kan lebih asyik, kamu juga nggak kedinginan lagi. Apa kamu tahu, jika di luar sana sedang dalam cuaca yang dangat dingin."


"Maka dari itu kalau kamu ingin pergi kamu harus memakai mantel yang tebal dan juga sepatu yang sudah aku persiapkan di sana."


Tango menunjuk ke arah sepasang sepatu boot yang baru ia beli beberapa waktu yang lalu. Sebelum meninggal tunggu memang belum sempat memberikannya kepada Cleo.


Namun, ia sudah menyembunyikan di bawah kolong tempat tidur dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan hadiah tersebut. Beruntung Tango mengingatnya saat masuk ke dalam kamar barusan. Sehingga ia langsung mengatakan hal itu padanya.


"Bagaimana apakah kamu suka dengan hadiah dariku?"


Binar mata Cleo sudah mengisyaratkan jika ia sangat menyukai hadiah yang diberikan oleh suaminya tersebut.


"Kapan kamu membeli barang tersebut?"


"Ya sudah, kalau begitu biarkan aku menemanimu untuk menghabiskan sisa hari ini bersamamu," ucap Tango dengan wajah tersenyum penuh kebahagiaan.


Salah satu tangannya merangkul bahu Cleo, lalu membuat Cleo menyandarkan kepalanya pada bahu Tango. Ajaib saat ini Cleo bisa merasakan jika tubuh Tango seolah nyata.


Lagi dan lagi Tango menyiapkan sebuah kejutan untuk Cleo. Di hadapannya tersaji serial kartun yang melegenda yaitu Tom and Jerry. Cleo menoleh ke arah suaminya.


"Apa kau menyuruhku untuk melihatnya?"


"Tentu, ayo aku temani kamu untuk melihatnya. Serial kartun ini sangat aku sukai."


"Oh ...."


Di dalam hati Cleo ia menanyakan bagaimana Cleo tahu akan semua ini. Padahal Cleo tidak pernah memberi tahukan hal ini pada Tango.


Satu orang yang mengetahui hal ini adalah neneknya, tetapi mana mungkin ia memberi tahukan hal ini pada Tango. Apalagi mereka tidak terlalu dekat.

__ADS_1


"Bagaimana Tango bisa tahu jika aku sangat menyukai Kartun Tom and Jerry?" gumam Cleo.


"Aku akui jika semasa kecil dengan melihatnya suasana hatiku yang semula kacau maka akan membaik. Namun, kini aku sudah dewasa, mana mungkin aku kartun tersebut bisa membuat hatiku membaik sama seperti saat aku masih kecil."


Tatapan Cleo sedari tadi terus menatap ke arah suaminya dan tidak beralih dari kedua mata Tango. Ia begitu mengagumi sosok suaminya yang sangat faham dengan isi hatinya.


"Tapi, apapun itu aku menghargai semua perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan kepadaku. Terima kasih Tango De Laurent."


Sama halnya dengan istrinya itu Tango juga berbicara pada hatinya sendiri.


"Meskipun aku merasakan keraguan yang sama, aku berharap jika semua kuinginkan akan terkabul dengan bantuan Tom and Jerry. Aku sangat merindukan senyuman di wajah manismu itu, Sayang."


Kekhawatiran yang ditujukan oleh Tango cukup beralasan. Apalagi ini pertama kalinya Cleo terjun ke dalam dunia bisnis. Sehingga ia dapat dengan mudahnya membaca suasana hati Cleo. Tango juga menentukan dengan cara apa ia akan mengembalikan semangat di dalam hati Cleo.


Tango sangat heran dengan apa yang dilakukan rekan bisnisnya. Sampai ia berani menyentuh istrinya.


"Siapa yang berani membuat masalah ini semakin keruh? Seharusnya aku berada di sana ketika semua orang mencoba untuk menunjukkan taringnya."


Tango memang mengetahui hal itu dengan pasti. Ada seseorang yang sengaja membuat Cleo seolah-olah berada di ujung tanduk dan menjadi penyebab hancurnya perusahaan yang telah dibangun oleh ayahnya hanya karena ia menikah dengan keturunan dari Keluarga De Laurent.


Akan tetapi ia tidak akan mengampuni orang yang telah melukai hati istrinya dan juga keluarga besarnya. Saat ini Tango hanya mencurigai seseorang dan mungkin orang itu memang sudah mempunyai dendam lama kepada Keluarga De Laurent.


Cleo memang merasa jika saat ini harus banyak belajar kepada sang ahli. Bagaimanapun juga inilah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan agar Cleo bisa berdiri tegak.


Cleo sangat beruntung karena memiliki Tango suami yang siap sedia dan selalu bisa berdiri tegak dalam segala situasi.


Terlepas dari semua itu, kini Cleo sepertinya mulai menikmati tontonan yang berada di hadapannya. Tanpa Cleo sadari ternyata ia bisa tertawa lepas saat ada beberapa adegan lucu di sana.


Kelakuan lucu yang ditunjukkan oleh Tom dan Jerry mampu membuat hati Cleo membaik. Tango berhasil membuat senyuman Tango terbit.


Saat ini Cleo baru menyadari sesuatu yang ditunjukkan Tango barusan adalah support terselubung. Cleo pun semakin merebahkan kepalanya ke bahu Tango.


"Terima kasih banyak, Sayang. Ternyata semua ini kamu lalukan demi kebaikan hatiku. I love you, Sayang."

__ADS_1


__ADS_2