
Setelah sekian lama melakukan penyelidikan ada setitik cahaya cerah yang kini Cleo rasakan.
"Akhirnya semua perjuanganku akan menjadi kenyataan sebentar lagi. Aku sungguh tidak sabar untuk segera bertemu dengan mereka."
Sebuah misteri tentang siapa yang mendonorkan kornea mata kepadanya akan segera terungkap. Sebenarnya ada banyak keraguan yang menderanya, tetapi ia bersyukur yang masih bisa dipertemukan dengan pihak tersebut.
"Banyak sekali yang ingin aku ceritakan pada mereka, hanya saja sepertinya tidak baik jika aku terlalu merepotkan mereka."
Saat hendak berdiri secara tidak sengaja, Tango tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Sayang, ngapain kamu mendadak muncul!" pekik Cleo sebal.
Secara tidak langsung ia segera mendorong tubuh Tango agar menjauh. Hampir terjatuh membuat Tango bergegas menarik kemeja yang dikenakan oleh Cleo.
Tentu saja kemeja yang dikenakan olehnya hampir sobek. Cleo yang kesal segera memukul-mukul tubuh suaminya hingga keduanya terjatuh di atas ranjang. Saling menindih satu sama lain dan berguling-guling di sana.
"Sayang, jauh-jauh dariku!" pekik Cleo kesal.
__ADS_1
Bukannya menjauh Tango justru memeluk erat istrinya. Saat ini tubuhnya semakin lebih sering bersentuhan dengan istrinya Cleo. Di tatapnya wajah cantik sang istri yang tidak pernah membuatnya jenuh saat memandang.
"Kamu sangat berbeda, bagaimana bisa aku memiliki istri secantik dan sempurna seperti dirimu."
"Oh, ya? Begitu pula denganku yang merasa beruntung karena telah memilikimu!"
Sama halnya dengan Tango, Cleo juga mengusap wajah tampan milik sang suami.
"Apakah aku boleh melakukan hal itu kepadamu?"
"Hei, kamu jangan becanda, Sayang ... kita itu ber--"
Cleo mengusap rahang kokoh milik suaminya, "Bagaimana pun wujudmu saat ini aku tidak pernah menyesal menikah denganmu. Ada banyak perbedaan yang justru membuat kita semakin saling mencinta satu sama lain."
"Seharusnya aku tidak pergi hari itu, sehingga kita akan tetap bersama setiap waktu. Bagaimana pun aku sungguh menyesal dan tidak pernah memaafkan diriku sampai hari ini."
"Sayang, maafkan aku. Sungguh aku tidak pernah bermaksud seperti itu kepadamu."
__ADS_1
"Terima kasih sayang, love you."
"Love you too."
......................
Keesokan harinya seperti biasanya Cleo mengemudikan mobilnya keluar Mansion menuju ke kantor. Akan tetapi hanya untuk beberapa jam saja, setelah itu Cleo akan pergi bertemu dengan pihak keluarga yang telah mendonorkan kornea mata kepadanya.
"Semoga mereka bisa memaafkan aku karena telah mengambil barang paling berharga milik anak mereka dan semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga yang baik hati itu."
Suasana hari yang cukup cerah membuat perjalanan darat yang ditempuh oleh Cleo begitu cepat dan lancar. Tidak hanya hal itu saja, tetapi sepertinya ia tetap datang dan membeli beberapa buah tangan untuk mereka.
Suasana hati Cleo benar-benar indah seindah bayangan miliknya yang akan segera ia temukan beberapa jam lagi.
Tango yang berada di dalam mobil Cleo membiarkan istrinya untuk pergi mengunjungi pihak keluarga yang telah mendonorkan matanya kepada Cleo. Sama seperti Cleo, saat ini Tango sudah sampai tahap awal.
"Sebaiknya aku segera pergi!"
__ADS_1
Cleo benar-benar fokus pada jalanan yang dilalui. Ketakutan terbesarnya saat ini adalah ketika nanti Cleo kelelahan karena tidak ada yang menggantikan menyupir.
"Andai Tango ada di sini, sudah pasti aku tidak akan merasa kesepian dan takut pada jalanan yang aku lalui seperti ini!" gumam Cleo.