My lovely PA (personal assistant )

My lovely PA (personal assistant )
Sekutu


__ADS_3

Selain mendapat jahitan pada luka di telapak tangannya, Alya juga menerima perawatan dengan sebotol infusan atas saran perawat. Alya beristirahat dengan tertidur pulas setelah meminum obat pereda nyeri. Dia juga mendapat suntikan anti infeksi.


"Niel,,, " Christian tiba setelah sekitar sepuluh menit di jalan. Daniel berdiri menyambut bosnya.


"Nona Alya sedang tidur sekarang, kata perawat dia shock dan kelelahan." Terang Daniel menjelaskan keadaan Alya pada Christian.


"Kenapa bisa? " Tanya Christian, mereka duduk bersebelahan. Tanpa ingin mengganggu Alya, lebih baik Christian menginterogasi Daniel.


"Nona belum bercerita. Tapi ketika aku lewat dari rumah Aciel dia bersama seorang pria, dan sudah dalam keadaan telapak tangannya terluka. Tadinya nona melarang ku memberitahu mu, tapi nona hampir pingsan tadi jadi aku takut kau menyalahkan ku. "


"Bagus, aku suka kinerja mu Niel. " Christian menepak pundak Daniel bangga, untung saja Daniel selamat dari amarah Christian.


"Tuan Daniel," perawat menghampiri menyela obrolan mereka.


"Ada apa suster? " Christian yang menanggapi karena ia merasa bertanggungjawab atas hasil pemeriksaan Alya.


"Ah maaf tuan Christian, saya hanya ingin mengobrol pribadi dengan tuan Daniel." Menunduk malu, perawat itu menolak berbicara dengan Christian.


"Sebentar Chris, biar aku bicara dengannya dulu. " Daniel pun mengajak perawat menjauh dari tempat Christian berada.


"Maaf tuan, tapi sepertinya saya harus menyampaikan ini. Selama proses penjahitan luka, nona Alya terus saja bertanya soal suntikan penunda kehamilan. Saya tidak berani melakukannya jika tanpa persetujuan dokter Aciel." Daniel menyugar rambutnya gusar, dia nampak bingung harus mengatakan pada Christian atau tidak.


"Terima kasih sudah memberitahuku, dia orang penting yang harus saya jaga. Kau boleh kembali bekerja." Perawat mengangguk patuh kemudian pamit ke tempatnya.


Daniel kembali ke kursi ruang tunggu, klinik memang sepi karena belum jam praktek.


"Kau sedang tidak menggoda nya bukan?" Tatapan Christian begitu mengerikan mencurigai Daniel dan perawat.


"Aku akan menikah setelah tenang melihatmu bahagia Chris. " Pernyataan itu tentu membuat Christian tersenyum puas.


"Kembalilah ke kantor, di sana ada Theo yang membutuhkan bimbingan mu. " Ya, meski dalam rangka liburan keluarga Theo harus tetap mendapat pelajaran menjalankan bisnis dari sang kakak.


"Harusnya kau turun langsung, kau malah sibuk mengurus kekasih gelap mu. " Cibir Daniel beranjak dari duduknya.


"Sialan kau. " Umpat Christian namun Daniel sudah berlalu keluar.


Christian akhirnya tak sabar ingin melihat keadaan Alya. Dia masuk ke dalam ruang rawat inap, menatap lekat Alya yang tengah tertidur pulas.


Perlahan menarik kursi untuk ia duduki, Christian menggenggam tangan Alya yang di balut perban.


"Kenapa kau terluka Al? Hatiku sakit melihatnya. " Lirih Christian, tangan kanannya membelai rambut Alya.


"Christian,,, " Gumam Alya dengan mata masih terpejam.

__ADS_1


"Aku disini Al. " Jawab Christian, namun sepertinya Alya hanya mengigau saja. Dia masih belum bangun.


Di luar klinik, seseorang menunggu di dalam mobil yang telah mengikuti Christian sejak dari kantor. Daniel sudah keluar namun atasannya masih berada di sana. Siapa sebenarnya yang sakit? Lalu kenapa Christian sampai rela menunggu berjam-jam.


"Apa dia perempuan yang di maksud Christian? " Tanyanya pada diri sendiri. Untung saja tidak ada pekerjaan penting yang menantinya. Jadi dia bisa leluasa menunggu Christian.


Betapa terkejutnya ketika matanya menyaksikan Christian keluar dengan memapah seorang perempuan. Penuh perhatian dan juga sorot mata memuja.


"Bukankah itu Alya? Jadi mereka,,, " Sera di buat tidak mengerti oleh hubungan mereka berempat.


Awalnya Sera akan menerima keadaan dimana Christian mencintai perempuan lain di saat mereka memutuskan untuk bertunangan.


Ayah dan ibu Sera sangat berharap bisa berbesan dengan keluarga Oliver. Akan banyak keuntungan yang mereka dapat dari pernikahan anak-anaknya.


"Tidak, aku akan mempertahankan Christian. Alya sangat egois, ternyata dia menolak Theo karena kakaknya. " Mencengkram kuat kemudi, Sera terus mengikuti mobil Christian pergi.


Hingga tiba di depan gedung apartemen milik Christian, Alya terlihat terluka di tangannya.


"Mungkin Christian hanya memperlakukan Alya sebagai kekasih Theo adiknya? Tapi kenapa sedekat itu? " Sera tidak boleh bertindak gegabah, dia harus mengendalikan emosinya. Atau Christian akan menjauh darinya.


"Hanya satu yang bisa menjawab pertanyaan ku, Viona. " Ternyata Sera dan Viona masih satu circle. Sera tahu jika Christian pernah menjalin hubungan serius dengan Viona secara diam-diam. Dan mereka gagal menikah karena Viona ketahuan selingkuh.


****


"Bagaimana rasanya? " Tanya Christian memperhatikan Alya menikmati beef lasagna mereka.


"Ini enak, cukup mirip dengan buatan mommy. " Biasanya Gracia yang selalu merengek minta di buatkan menu kesukaannya oleh Patricia.


"Aku ada perjalanan bisnis besok selama beberapa hari di Paris. Bagaimana kalau kau tinggal di rumah Aciel? " Mendengar Christian membahas pekerjaan Alya mendadak tidak berselera makan. Ia meletakkan sendoknya di atas piring.


"Aku bisa menjaga diriku, lagi pula rumah dokter Aciel harus melewati rumah Luke. Aku tidak mau. " Entahlah, Alya merasa enggan Christian pergi meninggalkannya. Dia takut tidak bisa mendapat perlindungan darinya.


"Aku sudah sangat bergantung pada Christian. " Batin Alya merutuki kebodohannya.


"Kalau begitu, kau ajak saja temanmu yang tinggal di flat kumuh itu. " Saran Christian, Alya langsung bergidik ngeri membayangkannya. "Kenapa? " Tanya Christian melihat sikap Alya.


"Dia pecinta sesama jenis. " Bisik Alya.


"Ya Tuhan, kenapa hidupmu di kelilingi orang aneh Al? " Christian menggelengkan kepalanya.


"Ya, terlebih makhluk di hadapanku. "


"Aku? Dimana letak aneh ku, bukankah aku tampan dan sangat baik hati? " Menyombongkan diri, Christian membusungkan dadanya. Alya tertawa mengejek, ia merasa sedikit terhibur olehnya.

__ADS_1


"Let me tell you.


Kau seorang pasien tapi keluar membeli kopi, kedua mencium gadis asing seperti ku di saat mabuk. Ketiga kau memperkosa ku Christian, padahal aku berharap malam pertama ku berlangsung indah. " Christian menyeringai mendengar sudut pandang seorang Alya.


"Aku minta maaf,,, " Mendadak suasana menjadi hening. Alya heran kenapa dia malah bersedih.


"Hey, aku hanya bercanda Chris." Alya menggenggam tangan Christian, keduanya benar-benar kehilangan selera makan.


"Semua yang ku lakukan membuatmu terluka Al, aku hanya takut kehilanganmu." Christian menempelkan tangan Alya di pipinya. "I love you so much Al."


Hati Alya menghangat mendengar ungkapan cinta Christian.


"Thanks Chris. " Balas Alya. Dia belum bisa memberi perasaan yang sama untuk Christian. Hanya rasa nyaman dan perlindungan yang ia cari darinya.


Setelah makan malam dan membersihkan diri, Alya dan Christian berbaring saling berhadapan. Mengamati wajah masing-masing. Tangan Christian tak hentinya mengelus wajah Alya.


"Alya, kau mau apa dariku? Katakan saja, aku bisa mengabulkan nya. " Kata Christian. Dia tahu Alya tidak mungkin meminta materi, dia sudah memiliki itu.


"Chris, aku sangat berharap bisa pergi ke tempat dimana orang membutuhkan tenagaku. Bujulkah daddy agar mengizinkan ku pergi. " Mata Alya berbinar seakan meminta Christian mewujudkan impiannya.


"Begini saja, dalam waktu dekat tak tentu aku dan Daniel memang berniat mengirimkan bantuan untuk warga kurang mampu. Kau bisa ikut membantu. " Alya mengangguk semangat mendapat tugas dari Christian langsung.


"Tidurlah Al, kau harus banyak istirahat. Kali ini kau aman dariku. " Titah Christian, Alya pun berbalik memunggungu Christian. Menyimpan lengan kekar Christian di pinggangnya.


"Good night Christian. " Ucap Alya, Christian membalasnya dengan mengecup kepala Alya.


"Christian membawa Alya Shamare ke acara pelelangan lukisan ternama. Dia seperti memamerkan pada dunia milik nya." Ungkap Viona, dirinya dan Sera duduk di depan bar sebuah klub malam.


"Tadinya aku berniat mendapatkan Christian kembali, melihat keluarga mereka begitu dekat aku menyerah. Tapi aku bisa membuat hubungan mereka merenggang. Aku memegang kartu As Christian. " Dia tidak menyangka Christian malah bertunangan dengan Sera, notabene orang asing di hidupnya.


"Theo, keluarga Christian mengira Alya dekat dengan Theo. Tapi di belakang mereka Christian dan Alya menjalin hubungan. " Sergah Sera, meralat penilaian Viona.


"Sera, Christian hanya menjalani hubungan resmi. Dia memiliki trauma terhadap status yang lemah dan tak bertujuan. " Potong Viona cepat.


" Maksudmu aku sangat di untungkan disini? " Viona mengangguk membenarkan ucapan Sera.


"Biar ku beritahu kelemahan Christian, kau bisa menggunakannya untuk menyingkirkan Alya di sisi Christian. " Viona akan memperalat kepolosan Viona, menjadikannya Sekutu demi mendapatkan Christian kembali.


Viona terus membisikan kisah singkat Christian pada Sera.


"That was crazy..." Sera menutup mulutnya tak percaya. Tapi Viona sudah mengecek kebenarannya langsung, Christian sendiri yang bercerita ketika dia melamar Viona. Christian pikir Viona akan menjadi istrinya jadi dia berkata jujur.


"Theo memang tidak bisa ku andalkan, dia stay di Paris. Mungkin aku harus mendekati Alya secara perlahan untuk mempengaruhi nya. " Batin Sera menyusun rencana.

__ADS_1


__ADS_2