My lovely PA (personal assistant )

My lovely PA (personal assistant )
kebenaran


__ADS_3

Memang sulit menjaga sebuah kepercayaan. Tuhan maha membolak-balikan perasaan seseorang. Alya takut dia lepas kendali dan terjebak dengan Christian lagi. Alya baru saja tiba di kamar sebuah hotel tak jauh dari tempat Christian.


Dia memilih membersihkan diri terlebih dulu di dalam kamar mandi. Rencananya Alya akan pergi ke kampusnya dulu. Ketika baru selesai, pintu kamar Alya di ketuk seseorang. Ia bingung siapa, Alya merasa tidak memesan layanan kamar sebelumnya. Ia cepat-cepat mengenakan pakaiannya lalu membuka pintu.


"Sera,,, " Sapa Alya penuh dengan rasa keterkejutan melihat siapa yang menemuinya. Sejak Alya pergi dari hotel Christian Sera memutuskan untuk mengikutinya.


"Lama tidak berjumpa Alya, boleh aku masuk? " Seringai misterius Alya baca di wajah Sera.


Alya menebak Sera mengetahui dirinya sempat bersama Christian semalam. Apakah Sera datang untuk memakinya karena sudah lancang bermalam di villa mereka? Alya mengira pernikahan Sera dan Christian masih berjalan lancar.


"Katakan apa maumu Sera? " Meski Sera lebih tua beberapa tahun darinya, Alya tidak akan gentar ataupun takut.


"Mauku? " Sera malah terkekeh geli mendapat pertanyaan klise dari Alya.


"Aku ingin, seseorang merasakan rasa sakit luar biasa seperti apa yang pernah aku rasakan. " Jawaban Sera membuat Alya sedikit tidak mengerti. Apa itu karena Alya pernah merebut hati Christian sebelum pernikahan mereka? Batin Alya penasaran.


Tanpa peringatan terlebih dulu, Sera mencekik kuat leher Alya mendorongnya masuk ke dalam lalu mengunci pintu kamar dan memasukkan nya ke dalam saku celana.


"Se, Sera,,, " Alya mencengkram kuat tangan Sera yang semakin membuat Alya kehilangan nafas. Wajah Alya mulai memucat.


"Kau harus merasakan apa yang ku alami Alya Shamare. Di cekik, di pukul, bahkan perutku di tendang hingga aku tidak bisa memiliki keturunan." Di tengah rasa sesak dan mualnya Alya mencerna perkataan Sera yang penuh rasa sakit untuknya.


"Kita, bicara, baik, baik, Sera. " Susah payah Alya mencoba membujuk Sera. Matanya di penuhi amarah dan kebencian, keinginan membalas dendam.


Sera mengendurkan cengkraman nya, lalu dia mendorong Alya hingga tersungkur ke lantai. Lalu menindih Alya tepat di atasnya, Sera menampar pipi Alya.


"Rasakan ini Al, aku penasaran bagaimana reaksi Christian melihat wanita yang meninggalkan nya terluka akibat perbuatannya di masa lalu." Tertawa puas, Sera kemudian menjambak rambut Alya dari belakang kepala.


"Alya, kau sudah merubah Christian menjadi monster mengerikan. Entah berapa banyak wanita penghibur yang sakit karenanya." Alya benar-benar kehilangan kata-kata hanya untuk bertanya apa maksud ucapan Sera.


"Sera, jika kau tahu Christian tidak mencintai mu kenapa kau memilih hidup bersamanya ? " Memberanikan diri Alya menanyakan keputusan Sera.


"Kau tidak tahu betapa berkuasanya Christian Alya. Dia mengancam akan menarik investasi nya di perusahaan ayahku jika aku membatalkan pernikahan kami." Jadi Sera terpaksa melanjutkan perjodohan mereka berharap Christian bisa membuka hati untuknya.


Sialnya Christian hanya menjadikan Sera pelampiasan semata. Bukan hanya mengabaikan dirinya sebagai istri, Christian juga menyiksanya secara fisik.


Alya tidak menyangka Christian menjadi kejam seperti apa yang Sera ceritakan. Rasanya sulit untuk Alya percaya begitu saja.


"Kau bisa menanyakan langsung pada Daniel, dia bahkan menjadi saksi untuk ku di persidangan perceraian kami." Lanjut Sera, dan Alya semakin kaget di buatnya.


"Aku minta maaf Sera, aku tidak tahu akan seperti ini jadinya." Mencoba meredam emosi Sera, Alya tulus meminta maaf meski masih belum bisa mempercayai cerita Sera.


Sera bangkit, dia merapikan pakaiannya. Kemudian duduk di ujung tempat tidur milik Alya.

__ADS_1


"Aku semakin ingin menyiksamu Alya. Kenapa kau berani kembali ke kota ini? Melihat wajahmu mengingatkan aku tentang penderitaan ku dulu. " Ia menyilangkan kedua tangannya di dada.


Alya pun berdiri, ia meraba sebentar lehernya yang memerah akibat ulah Sera. "Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan padaku sebelum aku pergi dari sini. Tapi Sera, aku sudah bersama Theo. Aku tidak yakin kau akan selamat darinya. Jangan membangunkan singa yang sedang tertidur." Ancam Alya, semoga Sera sedikit bermurah hati mendengarnya.


Pada Alya saja Theo berani menyakitinya, apa lagi orang lain. Apa Oliver bersaudara memang memiliki tempramen buruk yang tidak diketahui orang-orang?


"Haha,,, " Sera menertawai pemikiran Alya yang menurutnya lucu. "Kau pikir Christian akan membiarkan kalian bersama? Alya, dia selalu menaruh mata-mata di sekeliling kalian. Dia tidak akan melepaskan mu dengan mudah. Bahkan butuh waktu lama untuk ku bisa berpisah dengannya. " Kemudian Sera bangkit, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Cek lek,,


Bunyi pelatuk Sera tarik dan menodongkan pistol tepat di kening Alya sebagai sasaran. "Aku selalu membawanya untuk berjaga-jaga dari orang Christian. Dia tahu aku tidak akan tinggal diam setelah menyiksa dan melepaskan ku. Ku harap kau pikirkan baik-baik nasibmu Alya." Setelah puas memberi Alya peringatan, Sera segera pergi dari kamar hotel itu.


Menyisakan Alya yang terduduk lemas di lantai. Jantungnya seperti akan keluar dari tempatnya.


"Tidak, Christian bukan orang seperti itu. Sera pasti hanya menggertak ku." Gumam Alya mencoba meyakini penilaiannya pada Christian.


Sementara di tempat kerjanya, Christian baru membuka pesan dari Theo maupun anak buah yang mengawasi Sera. Tanpa lama-lama Christian bergegas untuk menemui Alya. Dia murka dan marah ketika Sera mengganggu Alya.


"Ada apa Chris? " Tanya Daniel, dia mengikuti langkah cepat Christian. Mereka baru bertemu di lobby.


"Sera menemui Alya Niel, Theo kembali ke Paris lebih dulu." Daniel bisa melihat ke khawatiran di wajah Christian. Jelas Christian masih mencintai Alya meski sudah bertahun lamanya.


"Aku ikut. " Bukan permintaan izin, Daniel memaksa menemani Christian. Dia menyetir mobil lalu pergi ke tempat yang Christian informasikan.


"Pengusaha muda di bidang jasa perhotelan resmi bercerai dengan sang istri setelah dua tahun pernikahan mereka. Mr. C terbukti menganiaya mantan istrinya mrs. S. Sayangnya polisi tidak bisa memproses kejahatan mr. C di karenakan korban membuat surat pernyataan Damai. " Alya menutup mulutnya tak percaya. Jadi apa yang di katakan Sera semuanya bukanlah kebohongan. Lalu kenapa semua orang tidak memberitahu Alya. Apa mereka sengaja agar Alya tidak lagi memikirkan Christian? Lalu apa jadinya jika Alya malah kembali jatuh ke dalam dekapan Christian?


Tok tok tok,,,


Mendadak Alya merinding mendengar pintu kamarnya kembali di ketuk seseorang. Alya bergeming, dia menjadi semakin was-was kali ini.


"Al buka pintunya, ini aku Christian. " Bayang bayang Christian melakukan tindak kekerasan berputar di benak Alya. Sepertinya Alya harus diam, agar Christian mengira dirinya tidak ada di dalam kamar.


"Chris, mungkinkah Alya sudah pergi ?" Daniel bertanya karena Alya tak kunjung keluar membukakan pintu.


"Petugas bilang Alya belum turun sejak dia masuk. Kita dobrak saja Niel." Ajak Christian, pikirannya di selimuti rasa takut Alya disakiti Sera. Daniel mengangguk setuju. Mereka pun mencoba mendobrak pintu, namun sebelum terjadi Alya sudah membukakan pintu.


"Alya,,, " Christian berhamburan memeluk tubuh Alya. Wanita itu hanya diam mematung. Daniel melihat wajah Alya sedikit pucat.


"Syukurlah kau baik-baik saja Al." Ucap Christian penuh rasa lega. Alya mendorong dada Christian untuk melepaskan pelukannya.


Plak,,,


Alya menampar Christian cukup keras. Christian membeku mendapat perlakuan Alya.

__ADS_1


"You are a monster Christian! " Teriak Alya mengeluarkan kemarahannya. Christian maupun Daniel bisa menebak, Sera sudah menceritakan semuanya pada Alya.


"Aku bisa jelaskan semuanya Al. " Bela Christian, dia mencoba merengkuh Alya kembali namun segera Alya melambaikan tangannya menahan.


"Kau yang memutuskan pergi dariku, kenapa kau menjadikanku seseorang yang jahat Christian? " Alya mulai terisak, dia tidak sadar jika perpisahan mereka menyisakan luka begitu mendalam. Bukan hanya Christian, Alya pun sama. Tapi sebagai wanita Alya mencoba menguatkan diri.


"Alya tenangkan dirimu, kita bicara baik-baik ok? " Christian mencoba menenangkan Alya. Christian bisa melihat bekas merah di leher Alya.


"Christian, pergi atau aku akan panggil keamanan." Perintah Alya mengusir dua manusia di hadapannya. Alya memalingkan wajahnya tak ingin memandang wajahnya.


"Alya,,, " Panggil Christian memelas.


"Chris, sebaiknya biarkan Alya istirahat." Daniel menepuk pundak Christian, mau tidak mau Christian membiarkan Alya sendiri. Mereka pun pergi meninggalkan Alya yang langsung masuk ke dalam.


"Niel, kirim orang untuk menjaga Alya selama dia masih di sini." Perintah Christian. Daniel mengangguk dan segera menelepon anak buahnya.


"Sial, kenapa Sera bisa bertemu dengan Alya." Umpat Christian kesal bukan main.


"Apa perlu aku membereskan Sera? " Tawar Daniel.


"Jangan dulu, aku takut dia semakin bernafsu mencelakai Alya." Kali ini Christian harus lebih bersabar dan berjaga-jaga.


Rasanya Alya masih shock mengingat kejadian yang baru saja ia alami. datang ke London bertujuan untuk berlibur dia malah kembali terjebak di dalam masalah. Alya berniat akan pulang dalam waktu dekat. sebaiknya Alya pergi jauh dari Christian atau Sera bisa saja mengganggunya lagi.


semalaman Alya tidak bisa tidur. badannya tiba-tiba menggigil hebat dan sepertinya Alya mengalami demam tinggi. ia meringkuk di dalam selimut tebal. Seharusnya Alya ikut pulang bersama Theo jika tahu akan begini jadinya.


Alya melewatkan jam makan siang dan juga malam, dia benar-benar tidak beranjak dari tempat tidur. membuat orang yang berjaga di luar kamarnya heran.


akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi tuannya.


"Halo tuan Daniel, nona sama sekali tidak keluar sejak aku datang. apa tidak sebaiknya di periksa saja ? " bukan tanpa alasan dia menawarkan diri, karena Christian melarangnya mendekati Alya. sedangkan Alya sama sekali belum menunjukkan dirinya.


"tunggu sebentar, kami akan ke sana." perintah Daniel lalu menutup sambungan. Daniel sedang berada di sebuah klub malam, dia menunggu Christian menuntaskan has


hasratnya di sebuah kamar VIP.


terpaksa sekali Daniel mengetuk pintu, menghentikan aktifitas liar seorang Christian. terlihat wajah Christian di tekuk merasa terganggu.


"Alya belum keluar kamar sama sekali, kau harus mengeceknya Chris! " informasi Daniel sebenarnya mengganggu Christian, tapi ia juga sedikit khawatir terjadi sesuatu pada Alya. apalagi Theo sudah menitipkan nya pada Christian.


"ck, biar aku sendiri yang pergi. sebaiknya kau pulang dan beristirahat." Christian kembali masuk untuk mengenakan pakaian secara lengkap. dia keluar hanya dengan celana.


Daniel malah takut Christian berbuat sesuatu jika dirinya tidak menemani. tapi perintah Christian adalah mutlak, dia tidak bisa membantah. setelah rapi Christian di antar Daniel hingga ke parkiran. mereka berpisah dengan tujuan yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2