My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Alenta, Si Terkutuk!


__ADS_3

Nick memegangi perutnya yang terasa sakit setelah memakan bakso bersama Alenta beberapa saat lalu. Ih, padahal sudah meminum obat, tapi masih saja terasa perih dan mulas ditambah lagi lubang pembuangannya juga sudah terasa panas karena sudah beberapa kali bolak balik kamar toilet.


" Terkutuk kau Alenta! Sudah tahu aku tidak suka makan pedas, maksudku aku tidak bisa memakan makanan yamg pedas, tapi dengan wajah polosnya kau menaruh satu ember sambal di makananku, ini kalau aku mati gara-gara diare kan jadi tidak keren? Masa iya pria tampan satu-satunya pewaris Chloe mati karena diare. Oh, kalaupun iya aku terpaksa mari dengan memalukan seperti ini, aku akan membawamu juga, Alenta! " Kesal Nick tapi tidak bisa melakukan apapun karena perutnya malah semakin sakit saat dia agak berteriak.


" Ck ck ck, Bos sedang sakit ya? Kalau tidak salah aku sampai dengar Bos menyebut namaku beberapa kali? Apa Bos selalu merindukan ku saat sedang sakit? " Ledek Alenta yang tanpa disadari sudah ada di ambang pintu dengan mimik yang terlihat mengejek tentunya.


Nick menatap Alenta dengan tatapan tajam, nafas menderu kesal, memang masih tak bisa banyak mengeluarkan tenaga, tapi bukan berarti tidak bisa berpikir untuk membalas Alenta kan?


" Ah! Tolong, tolong aku Alenta! " Nick semakin erat memeluk perutnya seolah perutnya sungguh terasa amat sakit. Sebenarnya agar ragu apakah benar Alenta akan bisa dibohongi? Tapi sepertinya itu berhasil, buktinya Alenta terlihat melas lalu berjalan mendekat untuk menolong sebisanya.


" Bos, apa sungguh terasa sakit? Bagaimana malau kita ke Dokter saja sekarang? "


" Terlalu lama kalau harus pergi ke Dokter, bagaiamana kalau bantu aku memakai obat gosok? "


Alenta menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan aneh, obat gosok? Ini kenapa juga sih Nick seperti orang tua yang selalu memiliki obat gosok, alias si bau itu?


" Tidak mau ah Bos! Kalau minta tolong jangan yang aneh seperti itu! "


" Ah! Tolong, sakit! Sakit sekali! Ah! " Nick semakin memekik memegangi perutnya, wajahnya memerah, bahkan ada keringat yang keluar dari dahinya. Heh! Padahal perutnya tidak sebegitu sakit sebelum Alenta datang sih, wajah merahnya terjadi karena disebabkan gugup kalau kalau si Alenta menyadari aktingnya, sedangkan keringatnya juga berasal dari rasa gugup.


Alenta, gadis itu sebenarnya merasa ada yang tidak beres, tapi karena dia ingat benar bahwa dia melihat sendiri Nick memaksakan diri untuk makan, mau tidak mau dia harus menolong Nick.


" Ok! Ok! Dimana obat gosoknya? "


" Itu, disana! " Tunjuk Nick di salah satu laci lemarinya, dan segera Alenta berjalan kesana untuk mengambilnya. Senyum jahat nampak jelas di wajah Nick seraya menatap punggung Alenta, tapi saat Alenta sudah mendapatkan obat gosok itu dan berbalik badan, wajah bak iblis itu kini kembali berakting kesakitan.

__ADS_1


" Bagaimana ini caranya? Ini menggosoknya pakai tanganku Bos? "


Mampus saja lah! Kesal Nick karena tidak tahu lagi bagaimana menanggapi kata-kata Alenta barusan. Oh, tapi dia juga harus terap berakting kan? Ya sudahlah, pasang saja wajah seperti sedang terjepit tronton dan sedikit merintih pasti akan membuat Alenta tertipu dengan mudah kan?


" Tidak, pakai saja pantatku! "


" Oh, ya sudah buka celana mu, Bos! "


Nick terperangah kesal dibuatnya. Please,... Jelas itu kan cuma tanggapan saat kesal dan tidak serius kan? Ini kenapa sih Alenta jadi bodoh mendadak?


" Alenta, aku ini sedang sakit dan kau tega-teganya malah membuatku semakin tersiksa! "


Alenta menghembuskan nafas kasarnya, sebenarnya bukan tidak ingin membantu Nick, hanya saja dia paling tidak bisa kalau bau Obat gosok, karena nanti perutnya akan mual dan pusing setelahnya.


" Alenta, nyawaku sudah ada di tenggorokan tapi kau masih saja banyak berpikir, apa kau sengaja ingin membunuhku? "


Nick meraih pergelangan tangan Alenta, membuat tubuh Alenta yang tengah berdiri dan tidak siap dengan tindakan Nick menjadi jatuh menimpa Tubuh Nick, wajah mereka kini berdekatan, berada di garis lurus dengan tatapan yang saking tertuju satu sama lain hingga tertahan beberapa detik sebelum Alenta tersadar dan segera bangkit dari posisinya untuk berdiri di tempat yang semula.


" Itu, lebih baik Bos berbaring saja, aku akan segera mengoleskan obat gosok ini. " Ucap Alenta yang merasa agak canggung setelah apa yang terjadi barusan. Sementara Nick, pria itu juga nampak canggung tapi tetap mengikuti ucapan Alenta untuk berbaring. Setalah tubuhnya berbaring dengan nyaman, Nick menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan agar tak terlaku nampak. Jujur, detak jantungnya benar-benar sangat terasa saat dia sebentar mengusap dadanya. Padahal hanya wajah yang dekat, tapi kenapa rasanya begitu gugup? Bahkan, saat bersama Rebecca, melakukan banyak hal jantungnya juga tidak berdebar sekencang ini, apalagi merasa gugup dan canggung, sungguh tidak tahu kenapa bisa seperti ini, mungkin hanya karena Alenta biasanya tegas dan tidak mudah didekati jadi rasanya aneh, batin Nick.


" Aku akan mulai Bos. " Alenta menelan salivanya karena merasa canggung dan tidak biasa melihat perut Nick yang sejatinya ya baru pertama kali dia lihat tubuh pria.


Apa semua tubuh pria seperti ini bentuknya? Ngomong-ngomong apa Arkan juga punya otot perut seperti ini? Ya ampun! Apalah otakku ini?!


Perlahan Alenta menggosokkan obat gosok ke perut Nick, bukannya jadi memiliki keinginan yang mesum, Alenta justru merasa risih karena nyatanya menyentuh tubuh pria malah membuatnya tidak nyaman sendiri. Berbeda dengan Alenta, Nick yang tadinya ingin mengerjai Alenta malah merasakan sesuatu yang berada di bawah bereaksi. Tentunya Nick harus bisa menahan itu, tapi sialnya saat kedua bola mata miliknya menatap wajah Alenta, dia tidak kuasa menolak bagaimana dia mengagumi susunan wajah Alenta yang tampak indah. Mata, alis, hidung, bibir, rahang, bahkan bulu mata Alenta juga terlihat sangat cantik.

__ADS_1


" Bos, sudah lebih baik? " Tanya Alenta, dan Nick yang masih belum sadar malah menjawab dengan mudahnya.


" Iya aku akan jadi anak yang baik, jadi kapan kau melepas bajumu? "


Alenta terperangah menatap kedua bola mata Nick yang menatapnya seperti orang bodoh. Tenang, tidak apa-apa, tahan saja dan jangan marah. Lihat saja beberapa saat lagi, semua akan menjadi indah, ya tentu saja indah untuk Alenta.


" Bos? "


" Hem? "


" Apakah aku cantik? "


" Iya. "


" Secantik nona Rebecca tidak? "


" Si kurus kering itu mana bisa disamakan denganmu? "


" Oh, ngomong-ngomong si kurus kering ada di pintu kamar mu loh. "


" Iya, suruh pergi saja. "


" Babe! "


Nick terperanjak kaget hingga bangun dari posisinya dan duduk tegak dengan kepala menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


" Babe? Kok ada di rumahku? "


Bersambung.


__ADS_2