My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Tiga Anak, Cukup!


__ADS_3

Nick tak bisa menahan bibirnya yang terus ingin tersenyum melihat hasil USG di tangannya. Memang sih tidak jelas apa gambarnya karena hanya ada hitam dan putih saja, tapi dia tidak bisa kalau tidak bahagia melihat titik sebesar biji kacang hijau di sana, dan Dokter bilang itu adalah anak mereka, janin yang akan tumbuh semakin besar selama sembilan bulan kedepan.


Gila! Perasaan bahagia itu hampir membuatnya melayang entah sampai dimana. Benar, awalnya yang ada di otak Nick adalah membiarkan perut Alenta besar dan membuat pria-pria yang memiliki perasaan terselubung kepada Alenta jadi mundur sejuah mungkin. Tapi melihat gambar anaknya yang baru berbentuk titik, dia jadi merasa lebih bahagia lagi. Nick, pria itu akan menjadi seorang Ayah, dia kan segera memiliki bayi kecil dan perlahan akan tumbuh besar. Ah, benar-benar bahagia sekali, sekarang dia jadi semakin semangat untuk membuat anak, hamil, dan melahirkan, pokoknya harus banyak agar dia semakin bahagia.


" Hahaha...... " Nick pada akhirnya tak tahan lagi dan tertawa bahagia. Alenta, wanita itu tentu saja bahagia karena kehamilannya, tapi tingkah gila Nick membuatnya tak bisa berkata-kata. Sedari tadi dia hanya keheranan melihat Nick yang terus memandangi hasil USG dengan barisan gigi yang terlihat.


" Sayang, kendalikan dirimu! Ini rumah sakit, jadi jangan terlalu bersisik. " Ujar Alenta mengingatkan. Sebenarnya sih dia juga ingin tertawa lepas, berguling-guling, berputar-putar sembari bernyanyi bahagia di taman yang indah seperti film India. Aduh, sayangnya kegilaan itu hanya bisa dia lakukan di dalam imajinasinya saja.


Nick menatap Alenta, bahagia! Sungguh dia sangat bahagia saat ini. Alenta, dan sekarang mereka akan memiliki bayi bersama. Masih seperti mimpi, tapi sungguh dia sangat bersyukur dengan adanya Alenta sebagi Istrinya.


" Sayang, sebentar lagi kita punya anak, kau bahagia kan? "


Alenta tersenyum, lalu mengangguk.


" Memang istri mana yang tidak bahagia kalau tahu akan punya anak? "


Segera Nick bangkit, dia duduk dipinggiran Brankar dan membawa Alenta ke dalam pelukannya. Alenta, dia adalah wanita yang sejak awal sudah sukses mencuri hatinya, mulai dari cara dia menatap, cara dia berbicara, cara dia bersikap dan keteguhan, pokoknya semua tentang Alenta dia sungguh jatuh cinta. Dulu sekali, dia hanya bisa membayangkan wajah Alenta serta tubuh polos Alenta dengan seperti sebuah film dewasa yang dia tonton untuk mengkhayal tengah melakukan hubungan dalam dengan Alenta. Sekarang, wanita yang dulu seperti tak terjangkau sudah menjadi istrinya, juga akan menjadi Ibu dari anaknya. Rasanya Nick seperti sudah mendapatkan pencapaian tertinggi di dalam hidupnya hingga tidak menginginkan apapun lagi. Ah, tunggu tunggu! Punya anak banyak juga boleh lah dia jadikan pencapaian. Toh, punya banyak anak berarti banyak rejeki, dan banyak kebahagiaan kan? Pokoknya setelah Alenta melahirkan nanti, dia akan bekerja lebih keras lagi supaya Alenta hamil lagi, perutnya gendut lagi jadi tidak ada pria juga yang akan mendekati dan mencuri istrinya.


" Sayang, nanti kalau anak kita lahir, Ibumu, Ibuku, nenek ku, Ayah dan kakekku biar mereka tinggal bergantian untuk menjaga anak kita ya? "


Alenta mengernyit bingung, maksudnya semua orang akan tinggal dirumah mereka untuk apa?


" Untuk apa? "

__ADS_1


" Untuk menjaga anak kita lah. Misalnya siang dengan Ibumu, malam dengan Ibuku, atau Ayahku, atau nenekku bisa juga dengan kakekku yang suka anak bayi. "


" Lalu tugas kita sebagai orang tua apa? "


Nick tersenyum seraya mengeratkan pelukannya.


" Tugas kita ya cukup buat adik untuk anak pertama kita saja nanti. "


Sontak Alenta langsung menakjubkan tubuhnya dari dekapan Nick. Kurang ajar sekali! Satu anak saja baru akan tumbuh di kandungannya sampai sembilan bulan kedepan sekarang sudah membicarakan tentang anak kedua? Hah?! Apa Nick pikir dia adalah pabrik anak?


" Nick, "


" Sayang, panggil aku sayang! "


Alenta menghela nafas kesalnya.


Nick menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Yah kalau boleh sih dia juga ingin bisa sama-sama hamil jadi cepat banyak anaknya kalau mereka bisa hamil berduaan. Tapi ya mau bagaimana lagi? Kan dia tidak bisa melahirkan dan hamil.


" Maaf sayang, aku terlalu bersemangat. Memikirkan akan memiliki anak terlalu membuatku bahagia jadi aku terus berpikir kalau kita punya banyak anak kita akan tambah bahagia. " Ujar Nick kembali membawa tubuh Alenta masuk kedalam pelukannya.


" Jangan terlalu banyak juga, mungkin dua atau tiga itu juga sudah cukup. " Ujar Alenta.


" Empat? Atau lima juga sepertinya seru loh, sayang. "

__ADS_1


" Buatlah dengan sapi sana! "


" Ah, Iya maaf! Maaf! Tiga saja deh, tiga tidak akan menawar lagi. " Ujar Nick karena yah paling penting adalah, Alenta selalu bahagia.


Tak lama setelah itu Nick menghubungi semua keluarganya untuk menyampaikan kabar bahagia itu, dan tak lupa Nick juga membagikan photo hasil USG ke laman media sosialnya yang begitu aktif semenjak hubungan pernikahan dengan Alenta naik ke permukaan.


Tuhan memberikan kami hadiah, sampai bertemu di sembilan bulan lagi, little Nick.


Seperti itulah keterangan dari unggahan Nick. Sebenarnya tidak berniat untuk memamerkan, hanya saja itu sengaja Nick lakukan agar pegawai mengetahui keadaan Alenta dan sebaik mungkin menjaga sikap. Memang masih ingin Nick usahakan agar Alenta tidak lagi bekerja, tapi nanti bicaranya pelan-pelan saja dan tunggu Alenta benar-benar pulih.


" Sayang, bilang Ibuku untuk bawa roti kesukaanku, juga apel yang sudah dikeringkan. " Ucap Alenta kepada Nick.


" Oke, sepertinya sih Ibumu tadi langsung bersiap-siap begitu mendengar kabar ini, tapi semoga saja dia belum jalan ya? Tapi nanti kalau Ibu mertua sudah lewat, biar aku saja yang pergi ke toko Ibu mertua ya? " Nick mengusap kepala Alenta dengan senyum yang terlihat begitu hangat dan perhatian. Jujur, Alenta dibuat jatuh cinta dengan Nick akhir-akhir ini hingga tanpa sadar dia melupakan bagiamana Nick yang bobrok sebelumnya.


Terimakasih karena bersedia menjadi suami yang baik untukku, Nick.


" Beres sayang, Ibu mertua tadi belum jalan karena sedang menunggu taksi online. Nanti dia datang dengan pesanan mu. Ngomong-ngomong, Ibu Mertua jadi tidak bisa liburan ke luar negeri dong? "


" Besok kita minta saja dia untuk berangkat, kan hanya dua Minggu saja, Ibu juga perlu liburan kan? " Nick tersenyum dan mengangguk.


***


" Beruntung sekali ya Alenta? Sudah dinikahi anak pengusaha kaya dan terkenal, sekarang sedang mengandung pula. " Gumam Abimana, dia adalah adik dari Tuan Baskoro selaku Ayah kandung Alenta.

__ADS_1


" Jadi dia sedang hamil? Sekarang bisa makin sombong saja dia, tidak hamil saja sombongnya tidak ketulungan. Sudah kaya, lupa dengan keluarga yang harusnya juga bisa ikut merasakan bahagia. Menikah saja boro-boro mengundang kita. " Ujar Ibu Tina dengan wajah kesal, sementara Abimana, pria berusia empat puluh tiga tahun itu hanya bisa menelan saliva karena merasa malu dengan ucapan Ibunya sendiri.


Bersambung.


__ADS_2