My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Aku Akan Pergi


__ADS_3

Alenta, Nick, dan para staf kini tengah sibuk karena ada suatu masalah yang terjadi, desain produk mereka rupanya telah bocor keluar, bahkan ada perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama telah meluncurkan produk baru mereka dengan desain persis seperti desain Chloe.


" Selanjutnya kita harus bagaimana ini? "


Alenta dan Nick menghela nafas bersamaan, pusing? Iya jelas sekali mereka sangat pusing, karena produk yang akan mereka luncurkan sudah mulai akan di iklankan awal bulan nanti, tapi siapa sangka hal ini akan terjadi.


" Pihak IT sudah mulai bekerja, tapi masalah besarnya ada pada produk kita ini. Apa kita turunkan harga agar konsumen lebih memilih ke lihat kita? "


" Tidak! Chloe tidak akan menjual barang dengan cara seperti itu. Desain awal memang sudah sangat elegan, tapi tidak akan aneh juga kalau kita ganti corak warnanya. Kemarin kita menggunakan warna gold sebagi line nya, sekarang gunakan warna silver, dan tambahkan sedikit goresan bercorak bunga, usahakan tidak mengubah desain terllau banyak, agar kita tidak terlalu banyak mengubah dan membuang bahan dengan percuma. Kalian adalah pegawai Chloe yang sudah bertahan dengan segala naik turunnya perusahaan ini, jadi semangat, aku yakin kalian bisa! " Ucap Alenta, yang dengan segera membuat para pegawai yang ikut rapat menjadi kembali bersemangat.


" Untuk pengkhianat, kalian pasti tahu konsekuensi nya jika mengkhianati Chloe kan? Jadi bersiaplah menanggung akibatnya. " Ucap Alenta.


Nick dan Alenta meninggalkan ruang rapat, berbeda dengan Alenta yang langsung menuju keruang kerjanya untuk mengerjakan tugas yang menumpuk, sementara Nick, pria memang kini berada di ruangan kerjanya, tapi pikirannya tak fokus sama sekali. Bukan tidak ingin bekerja sekarang ini, hanya saja melihat Alenta yang setiap hari harus bekerja tanpa mengenal lelah, bahkan kadang Nick yang melakukan kesalahan, tapi Alenta tanpa mengeluh menanggung kesalahan itu, dan memperbaikinya sebisa mungkin. Sebenarnya, apa gunanya dia di perusahaan yang jelas itu adalah milik keluarganya? Kenapa dia hanya bisa diam dan membiarkan Alenta, istrinya bekerja keras untuk perusahaan yang seharusnya itu juga tugas utamanya.


Nick menghela nafas, dia kini benar-benar merutuki kebodohannya karena telah menyia-nyiakan waktu belajarnya dulu, menganggap remeh seolah perusahaan adalah mainan yang tak harus diseriusi.


" Aku harus pergi menemui paman Sammy, aku yakin dia bisa membantuku agar aku bisa bekerja dengan baik, dan tidak perlu melihat Alenta bekerja begitu keras lagi. "


Nick meraih ponselnya, pertama dia menghubungi Ayahnya dan menceritakan perlahan dengan nada suara yang rendah, kalimat yang sopan karena itu adalah aturan berbicara kepada orang tuanya. Dia mejelaskan segalanya apa yang tengah mengganggu pikirannya, lalu meminta Nathan selaku Ayahnya untuk sebentar menggantikannya.


Baiklah, Ayah harap kau akan kembali dengan apa yang memang kau inginkan. Ayah yakin kau bisa, sekarang kau sudah punya seseorang yang menjadi tanggung jawab mu, dan Ayah bangga karena kau tidak lagi gengsi mengakui kesalahanmu.


Nick tersenyum dengan tatapan haru, rasanya sudah lama sekali tidak mendengar Ayahnya bicara dengan begitu lembut seperti saat ditelepon tadi. Ternyata itu semua karena dia yang terlalu meremehkan segala hal, sekarang demi Alenta dia siap mengubah pola pikirnya, dan berusaha sebaik mungkin agar wanitanya yakin bisa menitipkan hidup padanya.

__ADS_1


" Alenta, semoga saat aku kembali nanti, aku sudah bisa menjadi pria yang bisa kau andalkan, aku janji akan kembali dengan utuh, dan akan aku jaga kesetiaan ini untukmu. " Nick tersenyum memandangi cincin pernikahan yang tingkat di jarinya.


Di kediaman Chloe.


Nathan mengusap wajahnya yang beberapa saat lalu sempat menangis. Setelah Nick menghubunginya, menceritakan segala apa yang dia rasakan, dia menjadi tak tahan untuk menangis. Bukan karena dia lemah, semua itu karena dia bahagia, sungguh sangat bahagia, putra satu-satunya yang ia miliki memiliki keinginan menjadi sosok pria yang bisa di andalkan setelah bertahun-tahun dia terus bersikap dingin kepada Nick, dia juga tahu benar telah menyakiti Nick saat terus membandingkan Nick dengan Reiner yang memiliki kemampuan sangat jauh dibanding Nick.


" Kita sudah memilih menantu yang tepat untuk anak kita, sudah bertahun-tahun dia menjadi pria yang bebas dengan pemikiran manja, sekarang dia siap mengubah pola pikirnya demi wanitanya, kita berhasil, Sayang. " Ivi yang sedari tai ada disampingnya juga ikut menangis seraya mengusap punggung Nathan karena dia yang jauh lebih emosional dibanding dirinya.


" Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri, kau melakukan hal menyakitkan untuk dia juga karena kau menyayanginya kan? Dia pasti mengerti, dia tidak akan mendendam padamu karena kau juga Ayah yang baik untuknya. "


Nathan mengangguk setelah menghela nafasnya.


" Aku harap dia benar-benar serius, dan jangan sampai lagi ada wanita-wanita lain yang mendekatinya. "


***


Sepulang mereka bekerja, kini Nick tengah duduk dipinggiran tempat tidur untuk menunggu Alenta selesai mandi baru akan membicarakan niatnya itu. Tak lama keluarlah Alenta dengan pakai yang sudah sekalian ia pakai di dalam kamar mandi.


" Alenta, bisa kita bicara sebentar? "


Alenta mengernyit menatap Nick penuh tanya. Sejak kapan Nick begitu sopan? Padahal biasanya juga asal saja mulai berbicara tanpa izin.


" Ada apa? "

__ADS_1


Nick meraih pergelangan tangga Alenta karena dia malah berdiri di hadapan Nick.


" Alenta, aku berniat mendatangi paman Sammy untuk belajar mengelola perusahaan, mungkin butuh empat sampai lima bulan, bahkan juga lebih jika daya tangkap ku lemah. "


" Kenapa harus ke paman Sammy? Bukanya dengan Ayahmu akan lebih baik? Aku juga bisa mengajarimu kalau kau mau. "


Nick memaksakan senyumnya, kalau dia meminta Alenta mengajarinya, bukankah akan membuat Alenta lebih lelah dari sebelumnya? Belum lagi dia sering kali tidak konsentrasi kalau di dekat Alenta dan membayangkan yang tidak-tidak. Kalaupun memang Ayahnya juga hebat dalam menjalankan bisnis, tapi Ayahnya juga harus menjadi pimpinan dulu untuk sementara.


" Aku tidak ingin membuatmu lebih lelah, Ayah dan Ibu kan juga punya bisnis sendiri setelah Chloe di serahkan padaku, tidak punya banyak waktu untuk mengajariku. "


Alenta terdiam, tidak tahu apakah karena dia sudah terbiasa bersama Nick dua puluh empat jam beberapa hari terakhir ini, rasanya untuk mengatakan iya pergilah sangat berat untuknya. Tapi kalau melarangnya pergi, dia juga tidak bisa mengatakannya.


Nick menangkup wajah Alenta, lalu menatapnya dengan lekat.


" Aku janji satu hal padamu Alenta, aku akan menjaga diriku dengan baik, tidak akan berselingkuh darimu, dan akan kembali dengan kepribadian yang lebih baik. "


Alenta memaksakan senyumnya, lalu mengangguk setuju.


" Aku akan menunggumu. " Ucap Alenta.


Nick tersenyum, lalu bergerak perlahan menyatukan bibir mereka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2