
Jam makan siang, awalnya Nick ingin makan di kantor saja, tapi karena Alenta terus menghubunginya dan meminta untuk bertemu karena rindu, Nick akhirnya serta pulang ke rumah memenuhi keinginan istrinya untuk sebentar bersama. Hah, padahal baru tiga jam Nick berada di kantor, tapi ya mau bagaimana lagi? Semua orang selalu menasehati untuk sabar menghadapi istri yang sedang hamil, belum lagi Nick juga kadang kasihan melihat Alenta yang malah terlihat tirus belakangan ini.
" Sayang? " Panggil Nick seraya mendorong pintu kamarnya dan melihat si istri tercintanya itu tengah duduk di tempat tidur sembari terisak-isak entah apa sebabnya. Nick dengan cepat mendekati Alenta, meraih tubuhnya untuk dia peluk berharap pelukan itu dapat sedikit saja mengurangi kesedihannya yang bahkan dia tidak tahu kenapa istrinya sedih.
" Kenapa kau menangis? "
" Barusan aku ketiduran, tapi karena aku bermimpi kau berselingkuh, aku tidak tahan ingin menangis. Sekarang aku juga ingin sekali menjambak rambut mu! " Ucap Alenta tak henti terisak-isak, namun matanya juga terlihat marah meski alisnya menurun menandakan dia sedang sedih. Dan yah, Nick hanya bisa menelan salivanya sendiri, demi Tuhan dia sama sekali tidak memiliki niat untuk berselingkuh, tapi kalau kejadiannya di dalam mimpi Alenta dia bisa apa? Sekarang rasanya dia jadi menyesal karena pulang di jam makan siang. Masa iya sih pulang cuma karena istrinya hanya ingin menjambak rambutnya saja? Kalau bisa kikuk kikuk secelup dua celup sih masih oke oke saja sesuai dengan perjuangan nya yang sudah mengendari mobil sampai ngepot-ngepot demi memenuhi keinginan Alenta.
" Ah, Sayang! " Pekik Nick saat Alenta menarik rambutnya dengan kedua tangan seperti benar-benar mendapati Nick berselingkuh.
" Kau tidak boleh berselingkuh! "
" Iya iya aku tidak berselingkuh kok! Kalaupun mau berselingkuh juga dengan jariku sendiri, sumpah deh! Aduh, sakit sayang! " Nick memekik, tapi dia sama sekali tidak menepis tangan Alenta. kenapa padahal jelas sakit kan? Itu semua karena pesan dari Ibunya Alenta beberapa hari yang lalu. Dia mengatakan bahwa tujuh puluh persen laki-laki akan berselingkuh saat istrinya hamil. Ada banyak faktor yang memicu, misalnya karena mood Ibu hamil sangat mudah berubah-ubah. Kadang bisa marah tidak jelas, kadang juga menangis untuk hal-hal remeh, dan juga mudah sekali tersinggung atau dalam artian sensitif parah. Kebanyakan laki-laki lebih akan mencari pelarian di luar sana, itu juga tak lepas dari bawaan bayi seperti kebanyakan Ibu-ibu hamil yang entah mengapa merasa sebal setiap melihat suaminya, mencium aroma tubuhnya juga membuat mual. Sebagi seorang laki-laki yang notabennya tidak memiliki kepekaan sebesar yang wanita miliki, mereka akan mudah tersinggung, merasa marah dan muak dengan istrinya, merasa jika istrinya terlalu cengeng, bahkan sampai ada yang merasa jijik melihat istrinya sendiri saat hamil jadi tidak mengurus tubuhnya, menjadi gemuk, ada juga Ibu hamil yang pucat dan banyak sekali perubahan pada Ibu hamil yang sering kali memicu perselingkuhan itu terjadi.
Nick, pria itu memang sempat goyah saat Alenta terus menerus mengusirnya untuk menjauh. Tapi mengingat bagaimana sulitnya menaklukan hati Alenta, ditambah kehamilan ini ada juga karena dirinya, dia mulai lebih bisa membuat dirinya memahami dan lagi harus selalu mencoba untuk bersabar. Toh, dia hanya merasakan enak saja dari awal kan? Yang hamil Alenta, mual parah juga Alenta, sekarang ini Alenta lebih sering menangis, ketakutan juga panik tiba-tiba semua bukanlah sifat asli Alenta, tapi semua itu terjadi juga karena dia kan? Beberapa waktu lalu dia sempat melihat tayangan di internet tentang melahirkan secara normal, juga secara Cesar. Melihat bagaimana wanita tersiksa selama berjam-jam, ada juga sampai yang menangis meraung kesakitan, bahkan juga banyak kasus Ibu meninggal di saat melahirkan bayinya. Belum lagi tentang Cesar, membayangkan kulit perut di sayat-sayat sampai lapisan terdalam sebelum semua organ dan bayinya terlihat, Nick benar-benar tidak sanggup harus menghadapi lima bulan yang akan datang.
" Sayang, sudah ya? Kan hanya di dalam mimpi saja? Aku tidak begitu kok. " Nick menggenggam tangan Alenta, menurunkan perlahan, lalu mengusap menyeka air mata Alenta yang sudah membasahi pipinya.
" Lihat nih, aku kan disini? Aku tidak pergi dengan siapapun untuk berselingkuh. Aku bersumpah tidak akan selingkuh. "
__ADS_1
Alenta terdiam menatap Nick yang dengan sabar menenangkan dirinya. Sungguh rasanya sangat bersalah karena memperlakukan Nick seperti ini, tapi dia juga kesulitan mengendalikan diri untuk tidak marah. Apakah benar karena hormon Ibu hamil? Ataukah dia terlalu takut apa yang terjadi pada Ibunya akan terjadi padanya?
" Maaf, aku tidak seharusnya melakukan ini. Aku minta maaf. " Alenta merapihkan rambut Nick sembari menitihkan air mata. Entah semua Ibu hamil seperti ini atau tidak, tapi Alenta sering kali merasa takut, lalu panik dengan tiba-tiba. Kadang dia sedang tidur dengan nyenyak, tiba-tiba dia terbangun dan panik sendiri. Masalah mimpi saja dia tidak bisa menerimanya karena terlalu takut.
Nick tersenyum, dia mengusap air mata Alenta lagi lalu mengecup singkat bibir Alenta.
" Jangan sedih begitu, kau lebih cantik saat tersenyum. "
Alenta mengeryit menatap Nick dengan tatapan kesal. Sementara Nick, pria itu tentu saja menyadari bagaimana seramnya tatapan Alenta. Didalam hati Nick membatin, apa lagi nih kesalahan yang dia buat?
" Maksudmu, aku sekarang ini jelek? "
Nick menelan salivanya sendiri. Oh, ya ampun! Memang tidak akan ada benarnya deh dia di hadapan Alenta. Alenta tidak hamil saja di selalu salah, apalagi Alenta hamil? Heh! Ini sudah nasib atau bagaimana sih sebenarnya?
" Aku mau ke salon, sekarang! "
Hah? Nick terperangah bingung. Salon?
" Buat apa sayang? Aku panggil orang salon saja untuk datang kerumah ya? Kemarin kau bilang ingin keluar jalan-jalan tapi terkena sinar matahari saja kau sudah mau pingsan kan? "
__ADS_1
Alenta terdiam sebentar untuk berpikir, iya sih. Sinar matahari di negara ini amat panas sampai membuat pusing dan ingin pingsan. Tapi dia merasa sedih juga kalau sampai Nick tidak melihatnya cantik.
" Sayang, aku tahu apa yang kau pikirkan. " Nick meraih tangan Alenta.
" Aku mengatakan itu karena tidak suka melihatmu sedih. "
Alenta mulai tenang, dia perlahan tersenyum, lalu melingkarkan tangannya untuk memeluk tengkuk Nick, tak lama dia mengurai pelukannya, lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Nick. Sangat jarang sekali Alenta berinisiatif seperti belakangan ini, jadi mana mau Nick melewatkan kesempatan endul itu?
Beberapa saat kemudian, Maudi yang sudah menunggu Nick cukup lama akhirnya tidak tahan dan memtuskan untuk menghubungi Bosnya.
Bos, ada dimana?!
" Ah... Kenapa? " Tanya Nick menahan suara karena pergerakan Alenta dibatas tubuhnya benar-benar membuatnya sulit menahan suara.
Bos, jangan bilang kau anuan lagi?
" Memang kenapa? Hah...... "
Gila, aku bisa gila!
__ADS_1
Sambungan telepon terputus.
Bersambung.