
" Alenta, kalau masih tidak ingin mencium ku, bagaiman kalau tidur dengan memelukku? Dengan begitu hutang ciumannya bisa ditunda dulu beberapa waktu kedepan. " Benar-benar sangat hebat kan? Tidak tahu dari mana kelihaian dalam membodohi Alenta yang super pandai dalam membantu menjalankan perusahaan, tapi sepertinya Alenta yang sadar bahwa sedang dibodohi juga tidak mampu melawannya. Tidak tahu kenapa, tapi bisa jadi juga ini adalah karena dia sedang kurang konsentrasi gara-gara putus cinta, iya mungkin saja itu adalah alasannya.
" Bos, kenapa aku merasa diperas oleh mu ya? " Alenta bertanya dengan nada datar, begitu juga dengan wajahnya meski dia tengah keheranan dengan dirinya sendiri yang mau saja menerimanya.
Nick tersenyum, sejenak dia membuang nafas kasarnya untuk membuang rasa sebal karena Alenta masih saja bisa keberatan. Lucu ya? Padahal ada banyak sekali gadis cantik, bahkan juga jauh lebih cantik dibanding Alenta akan dengan senang hati menjadi istrinya, tapi kenapa begitu sulit untuk masuk ke dalam hati Alenta yang jelas adalah istrinya sendiri?
" Alenta, kau tahu tidak kalau kata peras itu sangat ambigu bagiku? "
Alenta melotot kaget, lalu entah lah pikiran kotor dari mana sehingga dia sontak menyilangkan kedua lengannya menutupi bagian dadanya. Hah! Benar-benar itu yang dia pikirkan, mesum? Tidak tahu! Pikiran itu tiba-tiba saja muncul di otak nya, jadi jangan salahkan Alenta ya!
" Dasar mesum! Diperas yang kau maksud adalah, " Alenta tak lagi bicara karena memang tidak mampu melanjutkan kata-katanya itu.
" Apa? Memang kau tahu apa yang aku pikirkan? " Nick tersenyum dengan begitu aneh hingga membuat Alenta merasa malu dan geli sendiri. Huh! Benar-benar sudah terbaca kalau Nick itu hanya bisa berpikir tentang dada montok, bokong semok, dan itu, anu tahu lah ya?
" Mukamu menggambarkan isi hatimu, Bos! "
Nick menghela nafas panjangnya, segera dia meraih lengan Alenta sebelum cekcok akan menjadi lebih panjang lagi. Nick membawa tubuh Alenta untuk jatuh kedalam pelukannya.
__ADS_1
" Ah! " Pekik Alenta.
" Diamlah Alenta, jangan banyak bergerak, aku tidak akan melakukan hal lain selain memelukmu. " Ucap Nick yang sebenarnya juga dalam kondisi hati kurang baik. Entah mengapa juga Alenta jadi tidak ingin mendorong tubuh Nick, padahal dulu dia sangat tidak ingin memiliki hubungan lebih dengan Nick, meskipun sudah terikat dalam ikatan pernikahan, dia juga masih ingin membatasi diri karena tahu kalau Nick adalah pria yang tidak bisa di andalkan, juga sangat mudah tergoda dengan wanita. Tapi, kenapa dia justru merasa nyaman diperlukan pria yang dia samakan dengan toilet umum? Kenapa dia tidak ingin melepaskan pelukan itu meski otak nya memerintah untuk melakukannya?
Beberapa saat kemudian, hujan deras yang sempat mengguyur itu akhirnya reda. Alenta yang sempat ketiduran juga akhirnya terbangun. Maklum saja, saat mereka tidur tadi batu pukul delapan, dan tidak biasanya juga dia tidur di jam itu. Perlahan Alenta bangkit setelah menyingkirkan tangan Nick yang memeluk tubuhnya, pria itu masih tertidur pulas, jadi dia bisa lega untuk sesaat. Alenta membuka penutup tenda, lalu sebentar menatap suasana malam yang mulai terdengar suara orang-orang, juga binatang malam seperti suara jangkrik misalnya.
Alenta masih terdiam melamun memikirkan entah apa itu, sementara Nick, pria itu sebenarnya tidak tidur sama sekali. Sama seperti Alenta, dia juga dalam keadaan tidak baik, siang tadi dia mendapatkan pesan dari Ibunya bahwa Ayahnya tengah kesal karena mengetahui bahwa hingga detik ini dia masih belum bisa memimpin perusahaan dengan benar, bahkan dia sampai di beda-bedakan dengan Reiner yang memang dia akui bisa melakukan apapun, dia juga memiliki sikap yang baik. Kalau di ingat lagi, Nick sebenarnya anak yang pandai saat kecil, tapi semenjak dia bersekolah menengah pertama, dia mulai terkontaminasi dengan lingkungan, juga sahabat yang bisa di bilang tidak baik. Belum lagi dia selalu mendapatkan kasih sayang berlebih dari nenek butut, nenek kakek dari Chloe, juga dari Ibunya. Semua orang memanjakannya karena dia adalah cucu kesayangan mereka. Sebenarnya meskipun di manjakan, Nick tetap di ajarkan banyak hal baik, tapi lagi-lagi pergaulan membuatnya melupakan semua itu dan jadilah Nick yang seperti sekarang ini.
" Alenta, berhentilah melamun seperti itu, apa kau tidak takut ada iblis merasuki tubuhmu? " Ujar Nick seraya bangkit dan duduk di samping Alenta. Ternyata lelah juga berpura-pura tidur, jadi lebih baik bangun dan mengobrol saja lah.
Nick sebentar menatap Alenta, benar juga! Saat pernikahan yang hadir hanyalah Ibunya Alenta saja, dan anehnya, Ibunya Alenta tak hanya bicara saat disana.
" Saat kecil aku memang disayang sekali, tapi saat aku sudah mulai banyak tingkah, aku jadi sangat sering di marahi. Sebenarnya ya, lumayan bahagia sih. Kenapa kau menanyakan itu? "
Alenta menghela nafasnya.
" Bagiku, tuan Nathan adalah panutan. Dia laki-laki yang tegas, dia jarang tersenyum, tapi dia sangat baik hati. Dia juga sama sekali tidak pernah mengkhianati Ibumu, aku dengar kakek Nath juga begitu. Kau sungguh beruntung karena memiliki mereka di dalam hidupmu. "
__ADS_1
" Dari ucapan mu ini, apakah Ayahmu berbanding terbalik dengan Ayah dan kakek ku? "
Alenta memaksakan senyumnya. Sungguh tidak bisa dipercaya kalau pada akhirnya dia sendirilah yang mulai bercerita tentang masa lalu itu, anehnya lagi Nick seperti memberikan kenyamanan yang membuat Alenta ingin sekali membagi dukanya.
" Pria itu, dulu sekali, saat aku kecil aku selalu menangis saat dia akan berangkat bekerja, lalu saat dia pulang, aku akan berlari membukakan kunci dan memeluknya agar bisa naik ke gendongannya. Semua begitu indah, dia menyuapi ku makan, mengajakku jalan-jalan, tapi suatu hari aku menyadari dia berbohong banyak hal. Aku tidak tahu apapun karena saat itu usiaku baru lima tahun, tapi semenjak itu dia mulai sering sekali pulang malam, bahkan jarang pulang kerumah, beralasan saat aku mengajaknya untuk pergi berlibur, bahkan dia juga tidak ada di acara ulang tahunku. Padahal aku sudah mengajaknya untuk pergi camping saat hari ulang tahunku, tapi dia bilang ada pekerjaan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan. Ibuku yang tidak ingin aku merasa sedih akhirnya mengajak aku untuk camping, aku sangat senang waktu itu meski Ayahku tidak hadir karena aku pikir dia harus bekerja agar kami bisa makan. Tapi camping hari itu adalah hari dimana duniaku hancur, aku dikhianati oleh Ayahmu sendiri, ternyata demi putrinya dari wanita lain dia meninggalkanku. Aku mungkin tidak akan se-marah ini seandainya dia tidak mengatakan ada pekerjaan yang lebih penting dan tidak bisa ditinggalkan. " Alenta tersenyum pilu.
" Dimata dia, aku tidak sepenting Anak itu, jadi aku patas di kesampingkan. "
Greb! Nick memeluk Alenta.
" Pria bodoh itu, pasti hidup dalam penyesalan selama ini, dia pasti menderita dengan apa yang dia lakukan hingga membuatmu jadi begini. "
Alenta tak menjawab, tapi dia mulai menangis di pelukan Nick. Alenta boleh sedih karena masa lalu, tapi Nick, pria bajingan itu malah merasa senang karena merasa jika Alenta pasti nyaman di pelukannya sehingga bisa leluasa menangis disana.
Uhuy! Lampu kuning mulai menyala, on the way bisa buat anak dengan Alenta, hahaha....
Bersambung.
__ADS_1