My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Mencurigai Hubungan


__ADS_3

" Kak, kita boleh mampir ke tempat tinggal mu yang baru tidak? " Talita tersenyum setelah mengatakan permintaannya, sementara Alenta, gadis itu terdiam dengan posisi berdiri karena tiba-tiba Talita menyapa, lalu mengajak ke tempatnya tinggal. Untuk apa? Apakah Arkan sudah mengatakan kepada Talita?, batin Alenta ini bukan tanpa alasan, semua itu karena dia sering kali melihat mereka berdua bersama setelah Alenta mengakhiri hubungan di antara mereka.


" Alenta sudah sangat lelah, biarkan dia istirahat. " Ujar Nick yang merasa kesal tentunya. Ingin sekali rasanya menendang Talita sampai ke planet Pluto, jadi tidak akan ada gadis yang sok akrab memanggilnya kakak terus menerus, padahal jelas sekali Alenta sangat terganggu dengan itu.


" Kalau begitu, aku boleh tidak menginap di tempat tinggal kakak yang baru? Aku janji deh tidak akan menyusahkan, juga tidak akan ribut. "


Alenta menghela nafas sebalnya, tindakan Talita yang jelas sekali seperti tengah menginginkan sesuatu membuat Alenta menjadi semakin muak. Tapi ini adalah kantor, mengatakan hal kasar juga jelas bukan contoh yang baik untuk pegawai yang lain.


" Tempat tinggalku terlalu bersih, aku tidak bisa membawa sembarang orang yang belum jelas kebersihannya, jadi hentikan mimpimu untuk menginap di tempat aku tinggal. " Ujar Alenta yang jelas sekali wajah dinginnya terlihat. Sangat aneh sih sebenarnya, karena sekretaris yang katanya kompeten dan sangat berpengaruh pada perusahaan adalah orang yang begitu dingin, bicaranya juga sangat arogan dan menyakitkan.


Talita terdiam, diam menahan kesal maksudnya. Sebenarnya aksi sok dekatnya ini lantaran sang Ayah memaksanya untuk mendekatkan diri kepada Alenta, mengambil hatinya agar Alenta mau menerimanya, dan juga akur dengan keluarganya. Tapi, sikap dingin dan acuh Alenta seolah bongkahan baja yang tidak mudah untuk diluluhkan. Tapi, ada satu tujuan lagi yang membuatnya menjadi tambah semangat yaitu, ketertarikan kepada Bos Nick yang mulai dia rasakan semakin menggebu. Entah akan menyakiti Maudi yang dia kira adalah istrinya Bos Nick atau tidak, yang pasti sekarang ini dia hanya ingin mendekatkan jarak saja, agar bisa menghabiskan banyak waktu bersama Bos Nick meski hanya boleh memendam perasaanya di dalam hati saja.


" Mampir saja apa tidak boleh kak? Kak Arkan juga bilang ingin bertemu kakak karena ada yang ingin dia bicarakan, boleh ya? "


Alenta menatap Arkan yang sedari tadi hanya menatapnya tanpa bicara. Sementara Nick, pria itu sedari tadi juga hanya bisa berwajah sebal karena melihat tatapan bersalah penuh kerinduan dari Arkan untuk Alenta. Hah! tidak bisa dibiarkan, apalagi melihat Alenta juga menatapnya, duh! Cenat cenut sekali otak dan hatinya.


" Bos, aku bicara dengan Arkan sebentar ya? Sebentar saja. "


Nick, dia menghela nafas menahan kesedihannya. Kalau Arkan terus menatap dengan begitu, Akankah Alenta goyah? Nanti kalau Alenta jatuh cinta lagi dengan Arkan bagaimana? Terus, kalau dia menjadi duda sebelum kikuk kikuk dengan Alenta bagaimana? Tidak! Tidak mau! Tidak boleh!


" Aku ikut, Alenta! " Ucap Nick.

__ADS_1


" Aku tidak pergi ke tempat lain, hanya mengembalikan barang yang seharusnya aku kembalikan. " Nick mengangguk meski dia ingin menggeleng dengan semangat.


Alenta berjalan mendekati Arkan, mereka beberapa saat terus saling menatap, lalu ketika Alenta mengeluarkan sesuatu dari tasnya, barulah Arkan beralih pandang.


" Aku mengembalikan hadiah yang pernah kau berikan padaku, maaf aku tidak bisa menyimpannya karena aku rasa ini tidak cocok untukku. "


Arkan menatap cincin yang di sodorkan kepadanya. Dia ingat benar cincin itu adalah hadiah untuk Alenta, cincin berlian yang ia beli dengan seluruh tabungannya, hadiah yang dia pilih dengan hati-hati dan penuh cinta tidak disangka kini akan dikembalikan padanya.


" Alenta, kau sungguh-sungguh ingin mengakhiri hubungan kita yang sudah dalam ini? Apa kau tahu aku sangat tersiksa? Aku tidak pernah bisa tidur saat malam, aku terus merasakan putus asa karena tidak pernah membayangkan kalau kau akan pergi dariku. "


Alenta menghela nafas. Tidak tahu kemana rasa cinta yang ia miliki selama ini, rasanya hatinya sudah menolak keras Arkan. Mungkin, hatinya mulai kehilangan rasa cinta karena melihat Arkan yang begitu dekat dengan Talita beberapa saat lalu? Entahlah, toh apapun yang terjadi semua memang sudah seperti ini, hanya tinggal jalani saja apa yang sudah dia putuskan dan sesuai dengan permintaan Ibunya.


" Maaf, beberapa hari lalu mungkin aku yang sudah terlalu emosi sehingga tidak bisa mengontrol ucapan ku sendiri. Aku terlalu egois dan tidak memahami mu, sekarang kau juga harus memikirkan dirimu, Arkan. Selama ini kau selalu mengutamakan aku, kau selalu mengalah hanya agar aku bahagia meski kau tahu benar kau tidak bahagia, mari sudahi semuanya dan kita pilih jalan kita masingmasing. "


" Ini bukan masalah tega atau tidak, ini adalah tentang kebahagiaan, sekarang kau bisa mengatakan pada dirimu sendiri bahwa kau bahagia ketika aku bahagia, tapi menikah bukan untuk setahun dua tahun, menikah untuk selamanya dan keduanya harus bahagia, berhentilah menjadi naif, Arkan. "


" Kak Alenta dan kak Arkan sangat serasi ya? " Ujar Talita yang hanya bisa melihat Alenta dan Arkan mengobrol tanpa bisa mendengar apapun yang mereka bicarakan.


Nick, pria itu sebenarnya sebal sekali melihat pemandangan itu, ditambah lagi ucapan Talita barusan, hah! Kalau menjahit mulut orang itu dibolehkan, mulut Talita sepertinya lumayan juga untuk latihan menjahit.


" Kak Arkan dan kak Alenta pasti akan memiliki anak yang tampan dan cantik, juga pasti akan secerdas keduanya. " Ujarnya lagi.

__ADS_1


Matamu yang mana bisa menilai begitu?! Jelas-Jelas aku lebih tampan dari Doraemon alias siluman cacing pita itu! Kalau anak dariku dan Alenta, barulah dia akan menjadi tampan dan cantik, pintar juga Seperti Ibunya.


" Aku benar-benar mendoakan kelancaran hubungan mereka. "


Hah?! Nick semakin di buat kesal oleh ucapan Talita. Kalau saja tidak di kantor, Talita pasti sudah akan dia buat mulut sialan itu tidak bisa lagi berbicara.


Talita, pantas saja Alenta ku tercinta begitu membencimu, ternyata kau lebih menyebalkan dari pada Rebecca ya? Hah! Kalau kau bukan manusia, aku benar-benar akan menyedot embun-embunanmu!


" Bos, aku sudah menambahkan akun sosial media mu agar aku bisa mengikuti aktifitas, ternyata Bos bukan orang yang aktif di media sosial ya? Photo perempuan juga hanya ada Maudi dan Kak Alenta saja, Bos ternyata orang yang sangat tertutup dengan kehidupan pribadi. "


Heh! Aku tidak punya banyak waktu! Itu semua karena istri tercintaku membuatku sibuk setiap harinya.


" Bos? " Sapa Maudi yang baru saja datang ke lobby, maklum saja, dia harus menyusun jadwal untuk besok agar esok hari tidak kacau pekerjaannya.


" Belum pulang? Dimana Alenta? "


" Tuh! " Tunjuk Nick menggunakan bibirnya.


" Aku tahu, ayo tersenyum Bos! " Nick sebenarnya sangat tidak ingin tersenyum, tapi dia paksakan saja senyumnya.


Talita menatap keduanya dengan mata meneliti.

__ADS_1


Apa mereka pasangan yang saling mencintai?


Bersambung.


__ADS_2