My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Sabar, Itu Ngidam!


__ADS_3

Nick berjalan sangat pelan untuk masuk ke dalam kamar. Ini sudah pukul sebelas malas, jadi dia yakin kalau Alenta sudah tidur sehingga dia bisa tidur di samping istrinya. Yah maklum saja, Alenta sampai sekarang ini masih mual kalau dekat dengan Nick, jadi terpaksalah Nick hari mengendap-endap kalau mau tidur di dekat istrinya. Sejauh ini sih Nick masih terus menyabarkan diri dengan mengatakan tidak masalah dengan ngidamnya Alenta, dan semoga saja sampai akhir juga dia bisa sabar seperti itu.


Nick tersenyum senang karena sampai dia berbaring Alenta tidak terbangun, jadi dia bisa tidur nyenyak disana. Sayang, keinginan itu harus terhempas saat tiba-tiba Alenta menggeliat dan terbangun.


" Nick? Kok ada disini? " Tanya Alenta, lalu segera menutup hidungnya agar tak mual, tapi ya tetap saja ada rasa ingin muntah hanya dengan melihat Nick di dekatnya.


Nick menelan salivanya, dia bangkit setelah menghembuskan nafas kasarnya. Sedih sekali, padahal dia itu sudah benar-benar bidan tidur di depan pintu kamarnya. Sian tidak nyaman, dia juga tidak terbiasa kalau tidur terlalu jauh dari Alenta.


" Sayang, aku tidak bisa kalau tidur di depan pintu terus-terusan. " Ujar Nick dengan wajah sedihnya.


Alenta terdiam, sebenarnya dia juga merasa kasihan dengan Nick, tapi dia juga tidak tahu kenapa setiap kali melihat Nick dia akan terpancing untuk marah, atau mual saat mencium aroma tubuh Nick padahal jelas sekali Nick itu sama sekali tidak pernah tercium bau badan yang kurang sedap.


" Nick, aku lapar. " Ucap Alenta.


" Mau makan? Aku ambil ya? "


" Aku mau gado-gado, tapi jangan pakai saus kacang ya? " Entah apa yang dipikirkan Alenta, tapi dia merasa jika yang dia katakan itu akan se-enak yang ia bayangkan. Nick pria bodoh itu mengangguk saja karena sejujurnya dia sama sekali tidak pernah memakan yang namanya gado-gado, jadi dia tidak tahu seperti apa bentuknya. Tidak masalah, ini baru pukul sebelas pasti tidak akan sulit untuk mencarinya.


" Ya sudah aku jalan dulu ya? Eh, mau ikut atau biar aku sendiri? " Tanya Nick.


Alenta mengibaskan tangannya meminta Nick untuk pergi sendiri.


" Ya sudah aku jalan dulu ya? " Izin Nick.


" Nick, maaf ya karena aku jadi tidak bisa dekat denganmu, tapi maaf juga karena ku tidak akan mengizinkan kau selingkuh. " Ucap Alenta sebelum Nick keluar dari kamarnya.


Nick tersenyum, sejujurnya dia agak kesal juga karena kehamilan Alenta ini dia jadi tidak bisa kikuk kikuk sudah satu bulan, bahkan lebih. Tapi tidak apa-apa, Dokter bilang mood Ibu hamil memang sering kali aneh, yang penting dia harus tetap sabar, sebisa mungkin menjaga diri agar tidak tergoda dengan wanita lain. Yah, meksipun sudah sebulan ini dia colai, setidaknya itu lebih baik dari pada kikuk kikuk dengan wanita diluar sana.


" Iya sayang, makanya jangan lama-lama ngidam begitunya. Kan kasihan kalau cairan ku cuma ditumpahkan di tangan saja. " Ujar Nick, dia terkekeh seraya berjalan keluar dari kamar.


Alenta tersenyum, dia menghela nafas begitu Nick sudah keluar dari kamar mereka. Kasihan sekali rasanya melihat Nick yang tidak bisa menyalurkan keinginan nya, tapi sungguh setiap kali dekat dengan Nick perasaan egois dan kesal tiba-tiba muncul dan sulit untuk di kontrol.


Nick keluar dengan semangat malam ini, selain belum terllau malam, ucapan Alenta tadi membuatnya merasa bahagia entah mengapa. Yah tidak apa-apa lah sementara cuma bisa colai saja, nanti kalau sudah lewat tiga bulan juga bisa kikuk kikuk sepuasnya, tidak ada datang bulan, sebulan full tiga puluh hari di kali enam bulan. Ah, membayangkan enam bulan tanpa datang bulan istrinya semakin membuatnya semangat.


Satu jam Nick berputar mencari gado-gado, akhirnya dia sampailah di sebuah gerbang abang-abang yang menjual gado-gado. Nick menepikan mobilnya, dan itu sukses membuat dua orang yang sedang makan disana bengong, begitu juga penjualnya. Bagiamana tidak? Baru kali ini ada mobil mewah menepi di dekatnya, saat Nick keluar mereka jadi tambah terbengong-bengong karena ternyata yang keluar adalah pria tampan, tampak sekali malah.


" Pak, gado-gadonya satu ya? "


" I iya. " Jawab tukang gado-gado gugup.

__ADS_1


" Pak, jangan pakai saus kacang ya? "


" Eh? " Tukang gado-gado itu mengeryit menatap Nick dengan tatapan bingung. Kalau tidak pakai saus kacang lah ya namanya makan sayur rebus dong?


" Ini, Tuan sungguhan tidak mau pakai saus kacang? "


" Iya. "


" Nanti kalau tidak ada rasanya bagaimana makannya? "


" Yang penting jangan pakai saus kacang saja pak. " Jawab lagi Nick.


Entah lah! Karena sudah sampai mengatakannya berkali-kali, berarti Nick memang hanya ingin makan sayur rebus saja.


" Tuan, ini pakai cabai bawang, atau apa ya bumbunya? Soalnya saya masih kebingungan dengan gado-gado tanpa saus kacang. "


Nick menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Bapak bagaimana sih? Kan bapak yang jualan, jadi saya tidak tahu. Pokoknya, jangan pakai saus kacang, itu saja. "


Penjual gado-gado hanya bisa menelan salivanya. Jujur dia masih ragu, tapi layani saja lah. Tidak tahu apakah selera orang kaya itu aneh atau bagaimana, yang jelas dia sudah melayani sebisanya.


" Ini, tuan. " Ucap penjual itu menyodorkan kantung plastik kecil berisi gado-gado, atau lebih tepatnya sayuran nya saja tanpa bumbu.


" Sepuluh ribu saja, Tuan. "


Nick memberikan selembar uang lima puluh ribuan.


" Ambilah saja kembalinya. " Ucap Nick.


" Te terimakasih, Tuan. " Ucap Penjual gado-gado masih dengan tampang bingungnya.


" Orang kaya memang begitu ya? Saya jadi bingung. " Gumam penjual gado-gado sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Sesampainya dirumah, Nick segera berjalan ke dapur. Dia memindahkan gado-gado itu ke piring, lalu mengambil segelas air putih. Ia letakkan di satu nampan, lalu dia bawa ke kamar Alenta.


Tok Tok


" Sayang, ini gado-gado nya. " Ucap Nick, tak lama Alenta keluar dengan menggunakan masker penutup wajah. Maklum saja, mual yang parah membuatnya tidak tahan mencium bau makanan yang nanti akan tertinggal di kamarnya kalau dia makan di dalam kamar, jadi Alenta keluar saja.

__ADS_1


Sebentar Alenta meminum air putih, lalu perlahan menyendokkan gado-gado itu ke mulutnya.


" Huek! " Alenta menutup mulutnya, lalu menjauhkan piring itu darinya.


" Kenapa sayang? " Tanya Nick bingung.


" Ini apa sih?! "


" Gado-gado, tida pakai saus kacang kan? "


Alenta menghela nafas sebal.


" Tidak enak! Kalau tahu begini harusnya pakai saja saus kacangnya. Tidak ada rasanya, mana bisa aku makan! "


Nick terperangah tak menjawab.


" Kembali ke tukang gado-gado, lalu minta saus kacangnya sana! "


Nick menelan salivanya, mau bilang tidak tapi dia takut dengan marahnya Alenta yang menyeramkan.


" Iya deh. " Nick bangkit dai duduknya. Sesampainya di dalam mobil dia menjambak rambutnya sendiri karena kesal.


" Kok balik lagi, Tuan? " Tanya pedagang gado-gado.


" Saus kacangnya ketinggalan. " Ucap Nick.


" Tadi katanya tidak mau pakai saus kacang? "


" pokoknya tadi ketinggalan, sekarang berikan aku saus kacangnya. "


" Hah? Iya. "


Entah lah, orang kaya memang aneh ya? Batin penjual gado-gado itu.


Sesampainya di rumah.


" Sayang, ini saus kacangnya! "


" Makan saja, aku sudah kenyang makan buah barusan. "

__ADS_1


" What the f**k! " Maki Nick pelan.


Bersambung.


__ADS_2