My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Peluk Aku!


__ADS_3

" Alenta, peluk aku dong! Aku kedinginan nih! " Pinta Nick seraya menusuk-nusuk punggung Alenta.


" Bos, aku juga kedinginan, tapi aku tidak membutuhkan pelukan kok. " Ucap Alenta tidak tahu bagaimana ekspresinya karena yang di hadapkan dengan Nick adalah punggungnya saja.


" Kalau kau sih tidak apa-apa kedinginan, kalau aku kan tidak boleh, nanti kalau aku sakit bagaimana? "


Alenta menghela nafas kesalnya. Kalau dia sakit tidak boleh, tapi kalau Alenta yang sakit boleh? Memang tidak ada yang bisa menandingi seorang bedebah seperti Nick.


" Alenta, kita kembali ke tempat camping saja yuk? " Ajak Nick yang sebenarnya tahu benar jika Alenta tidak akan mau pergi kesana apalagi untuk bergabung camping.


" Bos, aku benar-benar tidak mau! "


" Kalau begitu aku sendiri saja kemana ya? "


Alenta segera bangkit lalu duduk dan menatap Nick dengan tatapan kesal. Gila ya? Dia ini tidak ada keperdulian sama sekali ya? Masa iya seorang gadis tega dia tinggalkan di saung sendirian, malam pula. Otak mana otak?! Ingin sekali rasanya Alenta mencongkel bola mata Nick agar tak bisa kemanapun dan meninggalkannya disana. Oke, Nick memang menyebalkan, tapi kalau tidak ada Nick juga dia tidak mau lah! Selian gelap, disana juga dikelilingi pepohonan tinggi dan besar, kalau yang pernah dia tonton sih kebanyakan pasti banyak makhluk halusnya, iya walaupun seramnya hantu tidak mampu mengalahkan seramnya seorang Nick, tetap saja menakutkan juga kalau sampai bertemu hantu.


" Bos! Aku ini seorang wanita loh! Oh, aku ini istrimu juga! Dasar suami tidak bertanggung jawab! Berani-beraninya punya niat meninggalkan istrinya di tengah hutan begini! " Huh! Terpaksa sudah menyebut dirinya istri demi membuat Nick tetap disana dan menemaninya, karena kembali ke tempat camping adalah hal yang sangat tidak dia inginkan.


Nick tersenyum, untunglah gelapnya malam mampu menyembunyikan senyum di wajahnya itu. Sebenarnya dia sama sekali tidak merasa terganggu dengan cuaca yang lumayan dingin karena terbiasa tidur ruangan berAc. Tapi sedari tadi dia merasakan pergerakan Alenta yang semakin meringkuk kedinginan, jadi dia meminta dipeluk padahal sebenarnya ya dialah yang ingin memeluk Alenta agar dia merasa sedikit lebih hangat.


" Ya mau bagaimana lagi, Alenta? Aku benar-benar kedinginan. Kau bilang istriku, tapi suaminya kedinginan meminta peluk kau malah menolak. Jadi aku harus rela mati kedinginan demi istri kejam sepertimu?! "


Alenta menelan salivanya sendiri. Sialan! Mau menolak lagi takutnya Nick semakin nekat dan pergi, kalau memeluk dia juga kan tidak terbiasa.


" Kalau tidak mau ya tidak apa-apa, biarkan saja deh aku mati beku disini. Tolong sampaikan pada Ibuku, aku sangat menyayanginya kalau benar-benar aku beku dan mati ya? " Heh! Kalau tidak berhasil juga, maka cara selanjutnya Adalah menarik lengan Alenta, mendekapnya erat-erat, kalau masih tidak mau perkaos saja lah sekalian menghangatkan jiwa dan raga, batin Nick.

__ADS_1


Alenta menelan salivanya, dia mulai berbaring di dekat Nick, lalu mengarahkan kedua tangannya untuk memeluk Nick.


" Seperti ini? " Tanya Alenta yang memang tidak tahu cara memeluk pria dengan posisi tidur. Nick tersenyum, aroma Alenta benar-benar terasa menenangkan, juga begitu harum dan membuat tak bosan untuk menghirupnya. Tapi sayangnya dia harus segera mengubah posisinya karena niat awalnya adalah agar bisa membuat tubuh Alenta lebih hangat lagi.


" Jangan begitu, aku tidak nyaman. "


" Jadi bagaimana? "


Nick mengubah posisinya, mengarahkan kepala Alenta untuk tidur di lengannya, mengubah posisi tangannya untuk memeluk pinggangnya, barulah Nick semakin mengeratkan tubuh Mereka. Dug dug dug, detak jantung keduanya benar-benar terdengar jelas oleh Alenta dan Nick. Agak malu sih, tapi mereka memilih diam karena tak mungkin berbicara di saat canggung begini.


" Kau yakin posisi tidurnya seperti ini saja? Mati kalau lenganmu pegal bagaimana, Bos? "


" Ya aku jauhkan dari kepalamu, kenapa juga harus begitu repot-repot mengorbankan lengan untuk istri jahat sepertimu? "


Heh! Sudahlah, tahan saja dan tidak usah terpancing emosi dulu. Mau bagaimanapun dia sangat membutuhkan Nick malam ini sebagai partner tidur agar tidak bertemu hantu.


Pagi harinya, sepasang manusia itu masih memejamkan mata sampai pada akhirnya sinar matahari menerpa wajah mereka dan barulah Nick mulai mengerjapkan mata untuk bangun. Nick tersenyum melihat bagaimana Alenta mengernyit karena terganggu dengan sinar matahari yang menerpa wajahnya. Dengan segera Nick menghalau dengan satu tangannya agar Alenta tak lagi mengerti silau.


Benar-benar sangat cantik, sayang saja sulit di dekati, kalau tidak kita pasti sudah punya lima puluh anak.


Tak lama Alenta mulai mengubah posisi seraya meregangkan tubuhnya khas bangun tidur.


" Sudah pagi ya? " Tanya Alenta dan Sinta terbangun degan posisi duduk.


" Kenapa tidak membangunkan ku, Bos? " Protes Alenta yang kaget karena sepertinya sudah lewat jam tujuh pagi.

__ADS_1


" Aku sebenarnya ingin membangunkan mu, tapi melihat air liur mu yang mengalir seperti sungai Gangga, aku jadi merasa tidak tega. " Alenta menjebik kesal.


" Alen? "


Alenta membulatkan matanya dan sontak membalikkan tubuhnya, begitu juga dengan Nick yang sama sekali tak memperhatikan ke arah lain karena sedari tadi dia hanya fokus menatap Alenta saja.


" Arkan? "


Arkan menatap Alenta dengan tatapan kecewa. Iya, tatapan itu sungguh bisa dengan jelas Alenta baca, tidak tahu apakah dia minatnya dan Nick tidur sembari berpelukan, ataukah hanya melihat setelah mereka bangun? Tapi bagaimana bisa Arkan sampai disana?


Dengan cepat Alenta bangkit dari duduknya, lalu turun dari saung dan berjalan mendekati Arkan.


" Kau ada disini? " Tanya Alenta yang tak berani menatap Arkan dengan berani seperti biasanya.


Arkan terdiam sesaat, sebentar dia melihat Nick yang terus menatapnya dengan tatapan yang tak biasa lalu menatap Alenta yang kini ada di hadapannya.


" Aku mencari mu karena aku baru sadar subuh tadi kalau kau tidak ada disana. Aku takut kau tersesat atau bagaimana, jadi aku putuskan untuk mencari. "


Alenta terdiam sebentar. Subuh? Apakah dia melihat Nick dan dirinya berpelukan tadi?


" Baiklah, ayo kita kesana. " Ajak Alenta seraya meraih tangan Arkan dan menariknya untuk beranjak.


" Alen, " Arkan menahan tangan Alenta dan menatapnya lekat.


" Kali ini saja, tolong jelaskan padaku agar aku berhenti menduga-duga. "

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2