My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Dilarang Buka Bab Ini!


__ADS_3

Nick memeluk tubuh Alenta, dia juga menyambut ciuman Alenta tapi dia tak berharap banyak, karena dia pikir Alenta hanya akan berciuman saja lalu pergi setelahnya. Aneh, karena semakin lama ciuman Alenta seperti menginginkan pelampiasan. Tidak ingin terburu-buru karena takut akan salah paham lagi, Nick menunggu saja kapan Alenta akan menciumnya sampai selesai.


Berhasil? Tidak! Nick yang imannya hanya secuil mana bisa berlama-lama menahan diri. Pada akhirnya dia juga lepas kendali, dan semakin brutal mencium Alenta. Sekarang bukan hanya bibir saja, tapi Nick sudah mulai menjalankan ciuman itu di leher Alenta, pundak, tangannya juga sudah mulai nakal dengan menyusupkan tangannya ke dalam, masih agak takut pada awalnya, tapi karena Alenta tidak terlihat ingin menolak, maka Nick lanjutkan saja menyentuh bagian yang beberapa saat lalu sempat ia pegang tapi pada akhirnya di mendapat penolakan. Heh! Sempat juga dia membatin sembari berhitung sampai tiga dan pasti Alenta akan menghentikan tangannya. Oh, ajaib sekali! Alenta masih diam saja, seringai dari wajah bajingan hanya mirip ya? Bukan bajingan sungguhan kok, itu nampak jelas karena begitu bahagia saat Alenta tidak menolak.


Semakin kuat Alenta menekan tengkuk Nick saat Nick memijat salah satu bagian dadanya. Nick merasai kulit Alenta yang bergidik, mungkin karena dia merasa geli, ataukah apa juga Nick tidak terlalu paham. Eh, tapi tunggu! Pokoknya harus tunggu dulu sebentar! Nick menurunkan tangannya, dan menjauhkan tubuhnya dari Alenta. Alenta menatap Nick seolah bertanya, tapi Nick juga takut untuk melanjutkan kegiatannya tadi.


" Alenta, aku sudah semakin sulit menahan diri, sebelum aku melakukan sesuatu yang liar, lebih baik kau kembali dulu ke kamar. " Benar, inilah yang sedang Nick pikirkan serta ia rasakan. Bisa saja dia memaksa Alenta saat dia hilang kendali, tapi dia juga tidak sanggup kalau harus menanggung kemarahan Alenta karena takut pada akhirnya itu akan membuat Alenta tidak lagi ingin bersamanya.


Alenta menelan salivanya, benar, dia sendiri juga ingin kembali ke kamar. Tapi akan sampai kapan terus mengindari Nick dan membiarkan Nick tersiksa? Bukankah ini yang dia inginkan agar Nick tidak berselingkuh? Tapi kalau pria normal seperti Nick tidak mendapatkan kepuasan, bukankah sama artinya dia menempatkan Nick di tengah jurang? Melarang tapi juga tidak ingin memberi, apakah pemikiran dan ketakutan ini dia biarkan saja sampai akhir hayat?


Alenta mengepalkan tangannya, dia menatap Nick yang jelas sekali menahan diri dengan wajah yang merah, nafasnya tidak teratur, bahkan keringat nya juga bercucuran. Tidak! Tidak bisa seperti ini, dilema berkepanjangan ini harus segera di akhiri.


" Jangan menahan diri lagi, aku tidak apa-apa. " Ucap Alenta menatap Nick dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Nick sebentar terdiam ditempatnya sembari menatap Alenta, itu seperti sebuah keputusan final, jadi jangan salahkan dirinya yang semakin tak bisa menahan lagi. Nick meraih lengan Alenta, menariknya untuk mendekat, bahkan sampai menempel padanya. Tangan kirinya menahan pinggul Alenta, satu lagi memegang wajah Alenta.


" Jangan menyesal, Alenta. Aku sudah memperingatkan mu. " Alenta tak menjawab, tapi dia segera mencium Nick kembali sebagai jawaban dari ucapan Nick barusan.


Bruk!


Nick menjatuhkan tubuh Alenta di atas tempat tidur, menyusulnya dan menyatukan bibir mereka semakin panas dan semakin rakus. Untunglah dress tidur yang digunakan Alenta sangat mudah untuk ditanggalkan, jadi Nick tak membuang banyak waktu. Hanya tersisa kain penutup bagian dada dan bagian bawahnya, benar-benar seperti mimpi, tapi karena takut Alenta akan berubah pikiran, Nick tak membuang banyak waktu lagi, dia membuka kain penutup bagian dadanya Alenta. Alenta yang merasa malu dengan segera menutup bagian dadanya, pandangannya juga tak berani ke arah Nick yang jelas ada di depan wajahnya.


" Jangan ditahan, Alenta. Tidak apa-apa, kan tidak ada orang dirumah. " Ucap Nick lalu kembali melanjutkan kegiatannya dengan benda kenyal kembar milik Alenta. Cukup puas, Nick melepaskan tangannya dari Alenta, meraih bagian bawah Alenta yang masih tertutup kain segitiga berwarna hitam. Dia jalankan tangannya perlahan menyentuh dari luar kain, lalu menggunakan satu jari untuk bergerak ke atas dan ke bawah membuat Alenta tak tahan untuk mengeluarkan lenguhan yang sedari tadi dia tahan.


" Aku suka suaramu seperti barusan, Alenta. " Nick yang semakin menggila karena suara Alenta akhirnya dengan cepat menanggalkan kain penutup segitiga itu menjauh dari rumah, rumah atau apa yah menyebutnya? Lobang kah? Oh, apa donat? besar dong lubangnya? Jadi apa nih?! Sudah-sudah lah ya, lanjut lagi... Maaf ini selingan soalnya takut para reader terlalu tegang hehe...


Nick memposisikan dirinya, dia memainkan lidahnya untuk membuat Alenta semakin kuat melenguh indah. Benar saja, Alenta semakin sering, bahkan suaranya sampai tak ditahan lagi seperti sebelumnya. Percaya atau tidak, ini juga pertama kalinya bagi Nick melakukan ini, karena dengan wanita-wanita sebelumya dia tidak banyak melakukan aksi karena si wanitanya lah yang seperti kucing liar kelaparan, jadi kebanyakan Nick hanya diam menikmatinya saja. Tapi melakukan banyak hal seperti ini sungguh membuatnya merasakan kepuasan tersendiri, apalagi melihat wajah Alenta yang memerah. Mungkin malu, tapi dia juga tidak ingin menghentikan kegiatan ini.

__ADS_1


" Alenta, aku mulai ya? "


Alenta tak bicara, sungguh dia malu, tapi apakah Nick tidak peka? Mulai ya mulai saja kenapa harus izin?! Sejak kapan juga Nick jadi sesopan ini dengannya? Batin Alenta.


" Ah! " Pekik Alenta saat Nick mencoba menerobos masuk. Aneh? Iya? Bukankah seharusnya tidak sesulit ini? Bukannya dia dan Alenta pernah melakukannya beberapa bulan lalu? Melihat Alenta yang memang tidak berbohong kalau sakit, Nick akhirnya mencoba perlahan-lahan mengarahkan tongkat ajaibnya untuk masuk ke dalam sana.


" Ah, sakit! "


" Sebentar Alenta, hanya sebentar, tahan ya? " Ucap Nick lalu mendorong perlahan untuk masuk. Benar saja, darah segar keluar dari sana pertanda kalau ini adalah yang pertama kali untuk Alenta. Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang terlintas di kepala Nick saat ini, tapi kalau membahas ini sekarang, bisa-bisa Alenta berubah pikiran dan menyudahi saja padahal dia baru saja masuk. Abaikan saja, dia mengambil beberapa lembar tisu untuk menyeka darah dari milik Alenta, lalu perlahan lagi memasukkan miliknya perlahan seolah dia begitu perhatian dan tidak tega melihat Alenta mengernyit menahan sakit.


Heh! Sayangnya beberapa detik kemudian Nick tak bisa lagi tahan dan mengarahkan pinggangnya maju mundur dengan cepat. Meracau tak jelas, menyebut nama Alenta terus menerus, mengatakan betapa nikmatnya apa yang dia lakukan, hingga pelepasan tercapai dan dia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Alenta.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2