My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Perasaan Cemburu


__ADS_3

Nick tersenyum melihat jemarinya yang kini kembali dia pasang cincin pernikahannya bersama Alenta, hah! Dia benar-benar bahagia karena tidak perlu melepaskan cincin itu lagi mulai sekarang.


Alenta, gadis itu justru berbeda, dia lebih memilih untuk menyatukan cincin pernikahannya ke dalam kalung yang ia gunakan demi menjaga agar hubungan mereka tetap menjadi rahasia. Bukan tidak ingin mengakui, hanya saja Alenta merasa akan lebih baik kalau hubungannya tetap disimpan untuk mereka saja.


" Bos, hari ini kita punya jadwal yang padat sekali, untuk meminimalisir dikejar-kejar waktu, kita jalan terpisah setelah jam makan siang ya? Bos menemui klien dari luar negeri, sementara aku pergi ke lapangan untuk pengecekan langsung. Setelah pulang dari lapangan, sebentar aku akan menemui Mr Zerg karena dia bilang ada kendala dalam proses peresmian karena gedung yang di pilih ternyata mengalami beberapa hal yang belum jelas. "


Nick mengernyit tak bisa menatap Alenta. Kenapa? Padahal dia adalah suaminya Alenta, tapi kenapa Alenta jauh lebih bekerja keras dibanding dirinya? Selama ini juga dia terlalu mengandalkan Alenta. Nick mengepalkan tangannya kuat, dia mulai menatap Alenta yang menatapnya bingung karena tak mendapatkan jawaban apapun.


" Alenta, aku kan menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat, dan aku tidak akan melupakan ketelitian. Setelah jam makan siang kita bisa pergi bersama-sama ke lapangan, urusan menemui Mr Zerg biar aku saja yang melakukannya. "


Kini giliran Alenta yang mengeryit bingung.


" Kenapa? "


" Tidak apa-apa, hanya saja akan lebih baik kita pergi berdua, dan biarkan Maudi datang langsung menemui Mr Zerg bersama dengan Dimas. "


Sekalian aku bisa belajar dengan baik, dan suatu saat nanti aku bisa melihatmu bersantai dirumah saja. Aku ingin bisa di andalkan, khsus untukmu, Alenta.


Sesuai dengan jadwal, Nick dan Alenta menyelesaikan pekerjaan kantor sebelum makan siang, dan sekarang adalah waktunya untuk mereka istirahat sebentar sembari makan siang.


" Bos, kita makan siang di kantin saja ya? " Ucap Alenta yang mendengar percakapan Maudi dan Dimas yang akan pergi kesana.


" Aku ikut kemana kau pergi kok. " Nick tersenyum sembari berjalan beriringan dengan Alenta.


Maudi, gadis itu hanya bisa terus menelan salivanya begitu mendengar kalimat-kalimat mengerikan yang keluar dari mulut Bosnya. Hah? Menggelikan!


" Aku mencium bau-bau asap percintaan! " Ujar Dimas yang masih berjalan mengikuti Alenta dan Nick dari belakang bersamaan dengan Maudi.

__ADS_1


" Percaya atau tidak, tapi lebih baik kau persiapkan dirimu mulai dari sekarang. " Ucap Mudi.


" Kenapa? "


" Kau akan sering mendengar kalimat-kalimat angker dai mulut Bos. "


" Angker? Bukanya malah terkesan manis? Apa kau tidak lihat saat kita sedang rapat dengan Divisi pemasaran tadi? Mata Bos Nick selalu tertuju kepada Alenta, Bos Nick juga sangat murah senyum dengan Alenta. Gadis cantik dan pria tampan, bukannya cocok sekali? "


Maudi melirik kesal kepada Dimas.


" Cocok sekali kentut mu! Alenta itu kan sangat hebat, cantik, dia itu bagaikan Dewi surgawi yang di utus oleh langit untuk mencerahkan dunia yang gelap ini. Bos Nick? Kalau dia bukan anak Tuan Nathan, apa dia bisa jadi Presdir? " Gerutu Maudi berbisik kepada Dimas. Sebenarnya bukan masalah juga kalau Alenta benar-benar adalah istri dari Bosnya, tapi dia merasa kalau Alenta terlalu hebat kalau harus disandingkan dengan Bos Nick.


" Cinta kan seperti itu, saling melengkapi satu sama lain. " Dimas tersenyum memandangi punggung Alenta dan Nick yang nampak indah, juga sangat serasi.


Maudi mendengus kesal.


Sesampainya di kantin.


Nick, Alenta, Maudi, dan juga Dimas kini berada di satu meja yang sama. Lagi-lagi jadi pemandangan luar biasa karena Nick kedua kalinya datang ke kantin kantor, tapi ya sudahlah, dia sama sekali tidak perlu memikirkan hal kecil itu karena yang paling penting bisa terus bersama istrinya. Ah! Istrinya?! Benar-benar menyenangkan menyebut panggilan itu di dalam hati.


" Selamat siang, Bos Nick, Sekretaris Alenta, dan Asisten Maudi, dan anda. " Sapa Talita kepada mereka semua yang duduk di satu meja. Bukan hanya ada Talita saja, rupanya juga ada Arkan yang berdiri tak jauh dari mereka dengan nampan makannya.


" Siang. " Jawab mereka kompak.


Talita tersenyum, tadinya dia ingin bergabung bersama, tapi melihat Nick yang tak menatapnya saat dia tersenyum ke arahnya, dia jadi merasa tidak enak dan memutuskan untuk duduk tak jauh dari mereka bersama Arkan. Sementara Arkan, pria itu hanya diam saja menatap ke arah Alenta yang sedetikpun tak pernah melihatnya. Padahal sudah beberapa hari belakangan ini dia terus mencoba menghubungi Alenta, mengirimnya pesan, tapi sama sekali tak ada respon dari Alenta.


Talita, gadis manis itu rupanya tak begitu konsentrasi dengan kegiatannya, karena tanpa sadar matanya justru sering sekali mencuri pandang ke arah Nick yang tengah menikmati makanannya dengan khusuk. Tampan, bahkan sangat tampan dan semakin tampan saat terus diperhatikan. Memang tidak ada yang mengecewakan kalau keturunan dari Chloe, bahkan keturunan perempuan dari Chloe juga sangat cantik tak kalah populernya.

__ADS_1


" Bos, nanti selesai menemui Mr Zerg aku ijin sebentar menemui Ibuku ya? Soalnya aku lupa memberi uang belanja tadi pagi. "


Nick menepuk pelan kepala Maudi.


" Benar-benar anak berbakti. " Ledek Nick tapi malah mendapati Maudi mendengus sebal. Hal semacam ini adalah hal biasa bagi mereka, Alenta juga tahu benar kala Nick memperlakukan Maudi hampir seperti saudarinya sendiri. Dari kejauhan, Talita yang tak sengaja melihat hal itu tiba-tiba merasa sedikit cemburu, entah kenapa? Padahal hanya menepuk kepala Maudi tapi kok dia ingin marah ya?


" Titip salam untuk Ibumu, semoga dia sehat selalu ya? " Ucap Alenta lalu tersenyum setelahnya.


" Oke, Alenta! Ngomong-ngomong, Ibumu kan sering mengadakan diskon kalau akhir pekan, bilang pada Ibumu untuk menyisakan barang diskonannya, sudah dua pekan Ibuku tidak kebagian. " Protes Maudi yang sebenarnya rumah orang tua mereka berdekatan.


Alenta terkekeh, semetara Nick malah semakin gemas dan tidak tahan untuk mencubit pipi Maudi.


" Penghasilan mu kan banyak, kenapa tega sekali menentukan roti diskon untuk Ibumu?! "


" Ah! Sakit, Bos! " Maudi mengusap pipinya yang sakit akibat cubitan dari Nick.


" Meksipun barang diskon, tapi roti dari toko Ibunya Alenta kan fresh! Jadi untuk pecinta rupiah seperti kami, diskon adalah jakpot terbaik. "


Dimas, Alenta, dan Nick menghela nafas sebal dengan bibir mencibir.


" Benar-benar penggila uang! " Ujar mereka bertiga.


Talita, gadis itu semakin menatap tak suka meski diam-diam dia menyembunyikan tatapan itu dari Arkan, dan semua orang. Maudi, apakah dia adalah kekasih Bos? Tapi, ada rumor juga yang baru dia dengar hari ini bahwa Bos sudah menikah, jadi apakah Maudi adalah istrinya?


Kalau istrinya saja tidak dipublikasikan, berarti Bos tidak mencintai Istrinya kan?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2