My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Ibu, Tolong!


__ADS_3

Alenta dan Nick terdiam canggung karena lagi-lagi harus berada di ranjang yang sama. Padahal ini tentu bukan yang pertama bagi Nick untuk tidur bersama dengan wanita, tapi kenapa rasanya canggung sekali saat bersama dengan Alenta? Ya elah! Padahal ya cuma berbaring saja, tapi kenapa kok jantungnya berdegup seperti sedang disko sih?.


Alenta juga merasakan yang sama, bukannya merasa canggung dan berdebar seperti yang dirasakan Nick, hanya saja meski sudah beberapa kali tidur diranjang yang sama dengan Nick, dia masih tidak biasa, dan merasa was-was. Kenapa was-was? Tentu saja merasa kalau Nick adalah laki-laki yang memiliki mata keranjang, jadi perlu sekali hati-hati karena takutnya pagi besok bangun perut Alenta sudah ada bayi kecilnya.


" Bos, miring sana! Jangan terlentang seperti itu, hadapkan saja punggungmu. " Ucap Alenta yang ingin sekali tidur, tapi tidak bisa tidur selama Nick masih dengan posisi yang sama dengannya.


" Kenapa posisi tidurku saka harus kau yang atur? " Tanya Nick, lalu menoleh ke arah Alenta.


" Kau, apa yang kau pikirkan? Kenapa kau menutupi dada mu dengan bantal? " Tanya Nick setengah protes melihat Alenta menutupi dadanya dengan bantal, lalu kakinya mengait satu guling dengan erat. Mau merasa biasa saja sih, tapi tetap saja tida bisa karena perasaan tersinggung lebih terasa baginya.


Alenta menghela nafas panjangnya, lalu menatap Nick.


" Maaf sekali Bos, tidur dengan buaya mana mungkin aku tidak waspada? "


Nick terperangah kesal, gila ya? Walupun sebenarnya dia memang sedikit tergoda dengan tubuh Alenta, tapi setidaknya dia akan mencoba mengunci rapat-rapat resleting nya agar isi dalamnya tidak nakal kepada Alenta. Tapi ya meskipun begitu, mana mungkin Nick akan mengakuinya? Sampai lebaran monyet juga tidak akan di akui hal yang memalukan seperti itu.


" Alenta, artis terkenal saya sudah pernah aku pacari dan aku cicipi, mana mungkin juga aku tergoda denganmu yang seperti ini?! " Nick mendengus kesal, lalu membuang pandangan tanpa mengubah posisi tubuhnya.


" Artis terkenal? Maksud Bos gadis yang sekarang menjadi istri kedua dari seorang pengusaha yang kemarin merayakan ulang tahun ke delapan puluh? "

__ADS_1


Uh! Sakit sekali! Memang dasar mulut Alenta tidak memiliki budi pekerti! Bisa-bisanya begitu update tentang kabar yang membuatnya malu. Ini apakah Alenta sebenarnya selalu mencari apapun untuk bisa membuat Nick merasa malu atau bagaimana sih?


" Alenta, jangan sok tahu tentang kehidupan orang lain! Siapa tahu memang jodohnya pria matang seperti itu. "


" Oh, kalau delapan puluh tahun sih bukannya matang lagi, tapi sudah hampir busuk Bos. "


" Alenta, kalau saja kita ada perang, demi Tuhan aku akan menjadi manusia paling beruntung karena memilki satu orang dipihakku yang bisa membunuh lawan hanya dengan berbicara. "


Alenta menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan tidak suka.


" kalau saja memang kita hidup di jaman perang, aku pasti akan menjadikan Bos sebagai makanan ringan saat aku merasa iseng. "


Lagi? Memang tidak punya perasaan! Bagaimana bisa Alenta menjadi sehebat ini, dan tidak terkalahkan saat berbicara dengannya? Ini saja bahas masalah jika, tapi balasan dari ucapan Alenta malah sukses membuatnya merinding dan ngilu luar dalam. Eh, tapi tunggu dulu! Ini masih bisa kan dibantah lagi? Heh! Nick sepertinya sudah mulai mempunyai susunan kata-kata yang bisa ia gunakan untuk membuat Alenta diam dan dia jadi pemenangnya di argumen ini.


" Boleh juga sih, makanan ringan saat aku iseng ingin menyuapi anjing betina yang garang. Bagaimana menurutmu bos? "


Gila! Memang Alenta juaranya! Berikan saja piala dan rekor muri sebagai gadis bermulut sialan di dunia! the one, and only one. Memang butuh menarik nafas fan membuangnya dengan tuntas, karena mau berpikir sekeras apapun, Alenta adalah Alenta yang tidak akan mengalah apalagi kalah sungguhan.


" Alenta, cantik sekali hari ini, sudah siap melayani suami mu belum? Ngomong-ngomong Bagaiamana dengan enam anak? Oh, delapan? Em, kalau lima belas anak bagaimana? Apa kau mau tiga puluh? Lima puluh? Seratus? dua ratus? "

__ADS_1


Matamu!


Alenta terdiam menahan kesal, lagi-lagi ancaman mesum semacam ini?


" Duh, bagaimana ya? Aku malah tidak yakin Bos bisa membuat anak, buktinya nona Rebecca saja tidak hamil juga padahal sudah enam bulan lebih pacaran. Atau mungkin cairan penghasil anak milik Bos sudah habis, atau mungkin juga cairan penghasil anak milik Bos itu sudah terlanjur ngambek karena sering dibuang dengan percuma? " Alenta tersenyum lebar memamerkan barisan giginya yang putih dan rapih saat Nick menatapnya kesal. Iya lah tentu saja dia kesal, tapi kalau di ingat-ingat memang sering juga dibuang percuma. Di toilet, juga di atas perut Rebecca, terus juga di pengaman yang ia pakai saat sedang kikuk kikuk.


" Jangan sok tahu! Mau coba buat tidak? " Nick masih mencoba untuk mengalahkan Alenta karena dia tahu kalau Alenta tidak terlalu tertarik saat membicarakan yang beginian.


" Tidak mau yang sudah lusuh, aku sih maunya yang fresh, Bos. "


Oh, memang! Mau apapun caranya tetap saja Nick adalah korban tak terselamatkan dari jahatnya mulut Alenta. Tarik selimut tunggi-tinggi saja, punggungi Alenta, pejamkan mata, dan cobalah untuk bermimpi indah setelah kesedihan karena tak bisa menang dan terhindar dari mulut si Alenta yang bagikan anak panah beracun juga berapi.


" Good night, sayang? Tidur yang nyenyak ya? Tidak bangun lagi tidak apa-apa kok, heh! Juga mimpikan hal-hal yang menyeramkan ya? Misanya, tongkat ajaib mu terjepit eskalator, atau terlindas truk tronton, atau mungkin terpotong belati yang tajam, eh? Bagaimana kalau misalkan mimpi sedang berperang dan tidak sengaja ditebas musuh? Dan, kalau di panah juga keren kok. Oh, kalau tertusuk paku bagaima- "


" Alenta! Ba bagaimana bisa kau bicara seperti itu! " Nick berbalik menatap Alenta yang tersenyum dengan begitu licik juga jahat. Tahu tidak sih?! Dari awal Alenta berucap, dia sudah menggigit selimut yang menutupi sebagian tubuhnya dengan perasaan ngilu dan takut. Keringat dingin juga langsung saja keluar dengan dibarengi tubuh yang bergetar takut.


" Eh, hanya bercanda kok Bos. Jangan terlalu serius. Lagian mana mungkin juga anu mu terjepit eskalator? Terlindas truk tronton juga kecil kok kemungkinannya, terpotong belati, itu tidak akan terjadi kalau anu mu tidak berniat buruk denganku, soalnya hanya aku yang mampu melakukannya. Kalau di panah, dan di paku, itu juga- "


Nick menatap Alenta dengan wajah yang ngeri seolah sungguhan itu akan terjadi padanya.

__ADS_1


" Ibu! Ibu tolong aku! Ibu! " Nick segera bangkit dari tempat tidur dan berlari keluar kamar.


Bersambung.


__ADS_2