My Secretary, Is My Wife

My Secretary, Is My Wife
Wakil Bicara


__ADS_3

Sungguh apa yang terjadi di dalam kegiatan makan malam bersama sangat di luar dugaan Me Zerg. Padahal, dia sudah merencanakan sebaik mungkin agar meeting malam ini berakhir sukses dengan makan malam bersama Alenta, tapi yang tidak dikehendaki ternyata malah terjadi, dan itu tentu saja dengan adanya Maudi juga Nick di sana. Niat awalnya yang ingin mengobrol lebih jauh dengan Alenta terpaksa ia gagalkan karena Nick selalu saja nimbrung setiap obrolan mereka berdua.


" Alenta, bagaimana perasaan mu setelah hampir empat tahun bekerja bersama dengan Chloe? "


" Sangat luar biasa, Mr Zerg. "


Apalagi, Bos ku adalah orang dungu ilmu, tentu saja sangat luar biasa menguras emosi jiwa dan ragaku setiap hari. Apa tidak lihat tubuhku yang kurus kering seperti mie lidi? Heh! Ini semua karena tekanan batin yang luar biasa.


" Kau benar-benar sangat kompeten, kenapa tidak mencoba membuka usahamu sendiri? Aku siap kok menjadi investor untukmu. "


Nick tersenyum miring dengan tatapan mengejek.


Dasar sialan! Berani-beraninya merayu wanita dengan cara yang sulit di tolak!


" Saya sudah berjanji setia kepada tuan Nathan, dan juga, semua ilmu dan cara bekerja saya ini adalah karena bimbingan tuan Nathan sendiri, jadi saya sendiri juga selalu berharap untuk bisa mengabdikan seluruh kemampuan yang saya miliki untuk Chloe. "


Nick tersenyum senang, padahal sudah jelas kalau tidak ada satu pun namanya tersebut pada kalimat yang Alenta ucapkan tadi, tapi setidaknya tetap bersama Chloe juga sama dengan bersama nya kan?


" Tapi, saat kau bertemu dengan pria yang cocok dan menikah nanti, apa kau juga masih akan tetap bekerja pada Chloe? "


Alenta terdiam sejenak, dia mencoba sebaik mungkin untuk tersenyum agar apa yang tengah ia pikirkan tidak terbaca oleh Mr Zerg.


" Saya tidak tahu seperti apa masa depan yang akan saya lalui nanti, jadi saya tidak dapat menjawab pertanyaan yang saya sendiri belum tahu apa jawabannya. "


Mr Zerg tersenyum kagum kepada Alenta. Cara bicara yang singkat dan jelas, senyum yang menawan, tatapan mata yang seolah tak terbaca bagaimana suasana hatinya, juga bahasa tubuhnya yang selaras dengan ucapannya benar-benar membuat Mr Zerg semakin tertarik. Mr Zerg, pria berusia tiga puluh lima tahun dengan status duda tanpa anak itu sadar benar akan banyak hal yang menarik dalam diri Alenta, bahkan dia juga bisa mengetahui riasan wajah Alenta di poles seolah ingin menutupi kecantikan alaminya. Apakah itu sengaja, atau memang Alenta tidak paham bagaimana merias wajah yang pantas untuknya?


Nick, pria itu rupanya sedari tadi fokus menatap dan memperhatikan tatapan penuh cinta Mr Zerg kepada Alenta. Heh! Benar-benar tidak bisa di diamkan saja, sudah bertanya banyak hal tentang ini itu, jangan harap akan bisa bicara lebih banyak lagi karena takutnya Alenta akan tergoda. Maklum saja, Mr Zerg selain agak tampan, dia juga lumayan kaya, jadi bukan tidak mungkin Alenta akan tertarik kan?

__ADS_1


Maudi, gadis itu benar-benar diam seribu bahasa dengan batin yang tengah menangis tertekan.


" Alenta, dimana kau tinggal? Kalau akhir pekan tidak ada acara, bagaimana kalau pergi menonton konser seorang pianis terkenal dari Eropa. "


" Haha, tapi Alenta paling benci suara musik. Mr Zerg tahu tidak? Aku sering mendengarkan musik saat bekerja, tapi begitu dia datang, dia akan melotot dan memaksaku mematikan musiknya. " Sela Nick dengan percaya diri. Uh, padahal Alenta sudah akan menolak dengan gaya sopan dan anggun, tapi si Nick yang sok tahu dan sok pintar itu muncul dengan dua maksud yang berbeda. Satu untuk mempermalukan Alenta, satu lagi membantu Alenta. Entah alasan mana yang lebih cenderung, tapi sepertinya Nick sangat tertarik untuk menggantikan Alenta bicara jadi biarkan saja dulu.


" Oh, benarkah? Ternyata kau tipe yang sangat serius ya? "


" Benar! Dia saja pernah marah gara-gara ada suara jarum jam. " Sela lagi Nick lalu tertawa sendiri.


Mr Zerg, pria itu sebenarnya benar-benar keberatan dengan Nick yang sudah dua kali menggantikan Alenta untuk bicara Padahal, dia lihat Alenta ingin menjawab sendiri tadi.


" Bagaimana kalau kita pergi kuliner? Ada sebuah restauran yang sangat menyatu dengan alam, di sana kita bisa memancing dan mengolahnya sendiri sesuai selera. "


" Oh, Alenta vegetarian Mr Zerg. "


" Tapi, barusan Alenta makan steak daging. " Ujar Mr Zerg bingung.


" Itu dia! Coba lihat, sedari tadi dia hanya memakan secuil saja kan? Itu karena dia tidak enak menolak, tapi juga tidak sanggup memakannya. Apalagi ini daging sapi, dia pasti sedang membayangkan sapi hidup yang sedang duduk santai, lalu dia mengikis dagingnya langsung, iya kan? " Nick menatap Alenta yang menatapnya kesal. Tak kenal takut, Nick malah sengaja membuat alisnya naik turun karena menunggu Alenta mengiyakan ucapannya.


" Maaf, Alenta! " Mr Zerg meraih tangan Alenta yang duduk di dekatnya dengan tatapan menyesal. Sungguh dia tidak bermaksud memaksa, tapi niatnya hanya karena ingin lebih dekat dengan Alenta saja.


Turunkan tanganmu, bajingan! Batin Nick.


" Tidak apa-apa, Mr Zerg. Saya baik-baik saja kok. "


" Ayolah Alenta, jangan terlalu formal saat bicara denganku. Kita kan sudah beberapa bulan kenal, anggap saja kita sudah dekat. "

__ADS_1


" Ba- "


Baru saja Alenta akan menjawab, tapi lagi-lagi Nick menyambar waktunya untuk bicara.


" Dia bilang tidak apa-apa, pasti sampai dirumah akan menangis sampai ngesot-ngesot meminta maaf kepada arwah sapi yang dia makan. Oh iya, Alenta sangat sopan, jadi dia pasti sulit menyebut aku kamu dengan Mr Zerg. Soalnya dia memang orang yang sangat dingin, sopan, pemarah, juga sangat judes. Jadi lebih baik lupakan saja kalau soal itu. "


Astaga astaga astaga!! Apa-apaan ini?! Alenta menghembuskan nafas kasarnya tanpa sepengetahuan Mr Zerg. Sialan! Benar-benar kurang ajar sekali mulut Nick! Kalau setiap pria mendengar deskripsi tentang dirinya melalui Nick, seribu persen bisa dipastikan tidak akan ada laki-laki yang sudi mendekatinya, apalagi untuk mengajaknya menikah.


" Bos Nick, bagaimana kalau biarkan saja Alenta yang menjawab sendiri? " Mr Zerg yang kesal tapi masih bisa menahannya itu hanya bisa memohon dengan baik agar biarkan saja Alenta bicara.


" Ah, dia pasti hanya akan menjawab, iya, baik, tidak apa-apa, aku baik-baik saja, semoga saja seperti harapan anda. Percaya deh, mulut Alenta hanya akan mengatakan itu saat ada yang mengajaknya bicara diluar tentang pekerjaan. " Nick kembali tersenyum memamerkan barisan giginya yang putih dan rapih. Tidak tahu dai mana kepedeannya itu berasal, tapi kalau mengingat siapa Ayah dan Ibunya, yah pasti semua tahu lah ya?


Mr Zerg menghembuskan nafas panjangnya. Sudahlah, cari waktu lain untuk bersama Alenta lain waktu.


" Nona Maudi, sedari tadi hanya memakan sup, apa kau juga vegetarian? "


Maudi terdiam sesaat, lalu menatap Nick.


" Bos, mau mewakili ku menjawab tidak? "


" Kau kan ada mulut sendiri, kenapa aku harus repot-repot membantumu bicara? " Ujar Nick.


Hah, sudah kuduga kalau lebih baik aku tidak ada disini. Tadi apa Bos lupa kalau Alenta juga punya mulut yang selalu full baterai kalau untuk bicara?


" Aku sedang sulit menelan, Mr Zerg. Menelan sup ini saja sudah seperti menelan pasir gurun, jadi abaikan saja aku, silahkan lanjutkan apa yang terjadi barusan. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2