
Roy menghela nafas nya, lalu memutuskan untuk segera menemui Rena di ruangan IGD.
Roy membuka pintu dan menutup nya pelan, dia melihat Rena sedang duduk dengan mata yang terpejam.
"Yang.." Panggil Roy hingga membuat kedua mata Rena terbuka perlahan.
"Haii.." Rena tersenyum manis menatap nya, sungguh senyuman itu membuat Roy tersiksa. Dia merasa sangat bersalah atas apa yang sudah dia lakukan hingga membuat kekasih nya hamil.
"Sudah mendingan yang?" Tanya Roy, lalu duduk di sisi ranjang tempat Rena membaringkan setengah tubuh nya.
"Hanya sedikit pusing." Jawab Rena, jidat nya terbalut hansaplas yang terlihat sedikit noda darah.
"Maafkan aku sayang.."
"Untuk apa? Apa kamu sudah tau semua nya?" Tanya Rena dan Roy menganggukan kepala nya, membuat Rena tercengang.
"Kenapa kamu tak memberitahu ku kalau kamu sedang hamil sayang?" Tanya Roy, mata nya menatap intens pada wajah cantik Rena.
Rena diam, bukan tanpa alasan dia tak memberitahu kan kabar kehamilan nya pada ayah sang jabang bayi, tapi dia merasa ragu. Apalagi Roy masih punya masalah dengan wanita dari masa lalu nya.
"Kenapa yang? Aku ayah dari anak ini, aku berhak tau."
"Jawab yang, jangan diam saja." Desak Roy, tanpa memperdulikan buliran bening yang meluncur bebas dari kedua mata sang kekasih.
"Apa kamu punya keberanian untuk tegas pada Riska yang sudah jelas menjadi pihak ketiga diantara kita? Kamu mampu?" Roy diam, dia tak mampu menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut sang kekasih.
"Lalu bagaimana bisa aku mengakui kehamilan ku pada mu, sedangkan masalah mu saja kau tak mampu menyelesaikan nya dengan tegas."
"Aku sudah bilang, aku butuh kejelasan kan. Itu bukan untuk ku saja, tapi untuk anak kita Roy. Kamu tau usia kandungan ku? 2 bulan Roy, itu tanda nya setelah kau merenggut paksa kesucian ku waktu itu."
"Kau ingat kan hari itu aku baru saja selesai datang bulan, bahkan belum mandi wajib saat kau menggagahi ku."
"Tapi aku membelikan mu pil kontrasepsi itu yang, tapi kenapa bisa hamil?" Tanya Roy, belum habis rasa penasaran nya, bagaimana Rena bisa hamil padahal dia sendiri yang mengatakan tak mau hamil di luar nikah.
"Tanyakan saja pada pisang dan toge yang kau tanam di rahim ku, sekuat apa mereka hingga pil kontrasepsi pun tak mampu menghalangi mereka." Jawab Rena.
"Lalu kapan kamu sadar kalau kamu hamil sayang?"
"Tepat nya dua minggu yang lalu saat aku tiba-tiba ingin makan soto, kamu ingat?" Tanya Rena, ya dua minggu yang lalu Rena merengek minta di belikan soto di ujung komplek perumahan yang jarak nya cukup jauh dari apartemen.
"Aku ingat sayang.."
"Kamu juga tentu ingat bagaimana porsi makan ku belakangan ini, aku iseng tespek sendiri dan hasil nya positif." Jawab Rena.
"Lalu kenapa tak bilang padaku.."
"Seperti yang aku katakan di awal, aku ingin kau menyelesaikan dulu masalah mu dengan Riska, aku tak mungkin membebani mu dengan kehamilan ku ini."
__ADS_1
"Membebani? Tidak sayang, aku bahagia kamu hamil. Secepatnya kita menikah, aku akan segera mengurus surat-surat untuk pernikahan kita. Anak ini butuh status dan nama ayah yang bertanggung jawab." Jawab Roy.
"Syukurlah,"
"Tapi yang, selama ini kamu selalu minum pil itu kan?"
"Iya, kamu selalu melihat nya sendiri saat aku meminum nya. Tapi ya setelah tau aku hamil, aku tak minum lagi." Jawab Rena.
"Kecebong ku memang ganas, bahkan pil kontrasepsi pun tak mampu menghentikan berenang mu nak." Ucap Roy bangga dengan tangan yang mengusap perut datar Rena.
"Tunggu.."
"Kenapa?" Tanya Rena dengan dahi yang mengernyit heran.
"Berarti perubahan mood mu itu karena hormon kehamilan juga dong yang?"
"Maybe." jawab Rena santai.
"Pantesan garang banget kayak singa.."
"Apaa!!" Tanya Rena dengan nada tinggi hingga membuat Roy terlonjak kaget.
"Hehe, nggak kok. Kamu cantik sayang.."
"Awas ya,"
Dia bahagia, sebentar lagi akan menjadi papa. Ya meski harus menunggu beberapa bulan lagi untuk menunggu sang buah hati lahir.
"Bobo lagi ya, kata dokter kamu gak boleh kecapean sayang."
"Aku tau, sebelum nya aku pernah ke dokter buat periksa sendiri."
"Seniat itu kamu menyembunyikan kehamilan mu ini sayang?" Roy menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Ya mau bagaimana lagi, kamu tak bisa di harapkan." Sindir Rena.
"Maaf yang."
"Oke, tapi setelah ini aku harap kamu bisa bersikap lebih tegas sama wanita gatal itu."
"Iya sayang."
"Iya aja terus, tapi pas ada orang nya meleleh kayak es krim." Sindir Rena lagi.
Roy hanya nyengir-nyengir mendapat sindiran dari sang kekasih.
"Nyengir aja terus, harus nya kamu tuh mikir. Calon istri lagi bunting juga, tetep aja lembek."
__ADS_1
"Iya iya sayangku, kali ini aku janji bakal lebih tegas."
"Buktiin, jangan cuma bacwott.."
"Iya calon istri galak ku, aku mencintaimu."
"Calon suami lembek ku, aku juga mencintaimu" Jawab Rena, dia gemas dengan tingkah Roy dan mencubiti pipi nya hingga membuat pria itu meringis.
....
Rena tertidur setelah minum vitamin dan memakan buah.
Roy berkutat dengan ponsel nya, dia sedang fokus membaca pesan yang di kirim Barry dua jam yang lalu.
"Tuan, misi selesai. Orang yang anda perintahkan sudah ada di tempat biasa." Isi pesan yang membuat senyuman licik tersungging di kedua sudut bibir nya.
Tak lama, pintu terbuka menampilkan sosok tuan muda bersama istri cantik nya, Amelia.
Amelia begitu khawatir saat mengetahui sahabat nya pingsan gara-gara berdebat dengan Riska dan di bawa ke rumah sakit karena kondisi nya lemah.
"Rena kenapa Asisten Roy?"
"Dia hanya sedang istirahat karena kelelahan saja Nona." Jawab Roy, mana berani dia bilang kalau Rena hamil karena ulah pisang tanduk nya.
"Halah, bilang saja Rena hamil Roy."
Amelia melotot saat mendengar ucapan nyinyir sang suami.
"Apa itu benar?" Tanya Amelia, wajah nya menelisik ekspresi asisten itu.
"B-benar Nona."
"Astaga, ya ampun. Malang sekali nasib mu bestie, kamu hamil bahkan di saat belum mendapat kepastian hubungan mu mau di bawa kemana."
"Kayak judul lagu, By."
"Diam. Nasehatin asisten kamu tuh, berani banget buntingin anak orang." Ketus Amelia.
"Aku mana bisa nasehatin dia By, kelakuan aku sebelas dua belas sama dia, cuma beda nya kamu gak sampe hamil."
"Memang nya asisten sama bos sama mesoom nya, minggir sana pergi sekalian." Usir Amelia.
Jujur dia sangat marah saat ini, apalagi setelah tau sahabat nya tengah mengandung di saat status mereka masih pacaran.
...
🌻🌻🌻
__ADS_1
Gak tau aku mau ngomong apa😂 tambahin deh. Ohya, hukuman apa yang pantes buat Riska ya? Komen nya ditunggu🤭🤭🤭