OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kebucinan Smith


__ADS_3

Sudah hampir satu jam, sepasang suami istri itu bergelut di atas ranjang. Keringat mengucur deras dari kening sang lelaki, tapi itu tak membuat semangat nya untuk menggempur sang istri berkurang, dia tetap bergerak naik turun dengan tempo yang cepat.


Sedangkan Amelia, gadis itu sudah kelelahan. Dia terlalu banyak klimakss, hingga membuat tubuh nya lemas. Dia hanya diam, sesekali akan mendesaah atau meringis kesakitan jika sang suami menghujam miliknya terlalu kuat dan terlalu dalam.


"By.."


"Yess, oppa.."


"Kamu masih menikmati nya? Atau kita selesaikan cepat?" Tanya Smith.


"Oppa belum puas?" Balik tanya Amelia. Pria itu menggeleng, tanda bahwa ia belum puas.


"Kalau begitu lakukan saja,"


"Aku takut kamu kesakitan saja sayang, kalau sakit kita sudahi saja."


"Tidak, lanjutkan saja." Amelia tersenyum dan melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh sang suami.


"Terimakasih By, kamu memang paling mengerti kebutuhan ku."


"Aku istri mu kalau kamu lupa Oppa." Smith membungkuk dan mengecup singkat kening sang istri.


Smith melanjutkan permainan nya, dia terus mengeluar masukan senjata nya di lubang sempit milik sang istri.


Dia merasa aneh sebenarnya, dia sering memasukkan senjata itu, tapi kenapa tidak longgar? padahal biasa nya ada yang longgar kan? Ini tidak sama sekali, milik istri nya tetap sempit menggigit, sama seperti awal-awal dulu.


Smith memacu tubuh nya semakin cepat, setelah merasa desakan pelepasan semakin dekat.


"Oppa, jangan terlalu kuat, ngilu.."


"Hanya sebentar By, tahan dulu." Jawab Smith dengan suara berat nya, tentu berat karena dia menahan dorongan untuk klimakss.


"Argghhh..." Erang Smith, dia menusukkan senjata nya lebih dalam agar milik sang istri lebih memijat senjata nya dengan kedutan manja nya.


Smith ambruk menimpa tubuh mungil Amelia, nafas nya tersengal setelah pelepasan nya. Amelia mengelus kepala belakang sang suami, pria yang selalu membuat nya jatuh cinta setiap hari nya, dengan tingkah dan kelakuan nya.


"Sesak, turun dong.." Smith berguling ke samping, setelah dia mencabut pisang raja nya.


Smith meraih tubuh polos istri nya, memeluk nya dengan erat.


"Kenapa oppa?"


"Gapapa By, hanya ingin memeluk mu. Kan sudah biasa nya.."


"Baiklah, aku harus ke dapur. Tadi bibi nyuruh bantu dia masak buat makan malem kan?"


"Tetap seperti ini dulu Baby, aku lebih membutuhkan mu disini."

__ADS_1


"Huhh baiklah, makin lama kamu makin manja Oppa."


"Terus kenapa? Kamu gak suka By?"


"Bukan begitu Oppa, aku cuma ngerasa sikap manja kamu itu terlalu berlebihan." Cicit Amelia pelan.


"Berlebihan? Apa iya sifat manja ku sudah di tahap berlebihan, aku rasa masih wajar."


"Kita bukan pengantin baru, tapi kamu selalu mengurung ku di kamar." Ucap Amelia.


"Hey, apa maksudnya bukan pengantin baru? Kita ini pengantin baru netas, kita menikah baru satu minggu By."


"Iya-iya terserah oppa aja deh, emang nya telor pake netas segala." Smith hanya tersenyum simpul, dia mengecupi kening sang istri.


....


Di lantai bawah, Bibi Roseanne tengah berkutat dengan alat dan bahan masakan nya. Dia juga mengolah tauge menjadi tumis seperti keinginan sang menantu, juga memasak menu pedas untuk makan malam kali ini.


Dia akan memasak malatang, makanan khas dari negara china tapi sangat populer di korea. Roseanne tentu nya punya resep tersendiri untuk masakan ini, di pastikan yang makan akan ketagihan.


"Kemana Amel ini, katanya mau bantuin masak. Tapi sampe sekarang belum turun juga..". Keluh Roseanne, seperti nya dia lupa kalau Smith begitu senang mengurung istrinya setelah menikah.


"Ahhh aku lupa, pasti anak nakal itu mengurung menantu ku lagi." Cetus Roseanne, setelah berfikir beberapa detik. Dia menggelengkan kepala nya heran, selama satu minggu tinggal di mansion, Amelia benar-benar tak di biarkan turun atau membantu memasak oleh Smith, dia hanya mengeluarkan Amelia dari kamar saat waktu makan malam.


Jika siang pun, Smith akan terus menerus meneror istrinya dengan panggilan suara atau panggilan video, membuat Rose terkadang kesal. Karena dia ingin lebih dekat dengan menantu nya, tapi Smith nakal seperti tak memberikan waktu untuk mereka bisa bersama-sama.


Tapi tak lama, Amelia muncul dengan piyama bermotif beruang nya. Rambut nya masih setengah basah, dan tanda merah yang tercetak jelas kalau Amelia menyibak rambut nya ke belakang.


"Eeehhh." Bibi Rose memasang kuda-kuda bela diri, seperti mau mengajak bertarung saja.


"Maaf, bibi refleks karena terkejut Mel."


"Iya gapapa bi, masak apa?"


"Malatang, ini tumis toge pesenan kamu."


"Malatang? Amel belom pernah makan makanan seperti itu, bentuk nya kayak apa?" Tanya Amelia.


"Seperti hotpot sayang, kuah nya panas dan pedas. Isi nya ada irisan daging sapi, jamur, sayur, aneka seafood segar, sosis, dumpling, masih banyak lagi..".


"Wahh kayaknya enak, Amel mau belajar buat nya." Dengan senang hati Roseanne mengajari sang menantu memasak makanan ini.


"Makanan ini khas negara china, tapi sangat populer di korea, Mel. Jangan heran kalau pas makan nanti lidah mu mati rasa ya."


"Kenapa bi?"


"Karena biji mara yang pedes buat lidah mati rasa.." Amelia mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


Tak lama, Smith juga turun dengan piyama yang sedikit transparan.


"Baby.." Smith nyelonong masuk ke dapur dan memeluk sang istri dari belakang, membuat Amelia tersentak kaget hingga menjatuhkan sodet yang dia pegang.


"Apaan sih? Ngagetin aja," Ucap Amelia ketus, dia memungut sodet dari lantai, mencuci nya dengan air mengalir, dengan Smith yang terus memeluk nya, bahkan rela berjalan seperti penguin daripada melepaskan pelukan nya pada sang istri.


"Kangen."


"Kamu baru gempur aku satu jam lebih, dan sekarang udah bilang kangen? Udah ah, sana pergi, jangan ganggu aku lagi masak." Usir Amelia, selain merasa risih dan terganggu, dia juga merasa tak enak jika Appa atau bibi Rose melihat Smith yang selalu nempel padanya.


"Baby ngusir?"


"Itu tau, pake nanya.." Amelia sibuk mengaduk kaldu instan.


"Iya deh, tapi buatin kopi."


"Iya.." Jawab Amelia singkat, setelah itu Smith pergi, tapi tak jauh hanya duduk di meja makan sambil memperhatikan gerak gerik sang istri yang terlihat begitu fokus.


"By.." Panggil Smith, Amelia menoleh dan Smith tersenyum sambil menunjukan finger heart.


Amelia geleng-geleng, kelakuan suami nya memang kadang membuat nya gemas sekaligus kesal.


"Ditungguin suami bucin ya Mel masaknya." Celetuk Bibi Rose yang baru datang dengan sekantong sayuran segar yang dia panen dari kebun belakang.


"Iya Bi, gak bisa jauh kayaknya." Jawab Amelia.


"Bibi darimana?" Tanya Amelia, apalagi saat melihat tangan bibi nya membawa kantong kresek berisi sayuran yang nampak baru di petik.


"Habis panen sayur dari kebun belakang."


"Ada kebun gitu di belakang Bi?" Tanya Amelia, jujur saja dia tak tau kalau di halaman belakang ada kebun sayur.


"Ada dong, bibi nanem sendiri secara organik."


"Amel gak tau ada kebun bi.."


"Gimana mau tau, kamu nya aja di kurung di kamar terus." Ucap bibi Rose dengan melirik sinis ke arah Smith, tapi yang di lirik nampak cuek.


"Gak usah di sindir Bi, gak bakalan mempan. Udah kuat banget." Bisik Amelia, membuat bibi Roseanne mendelikan mata nya.


Mereka pun melanjutkan acara masak-memasak nya, tentu dengan Smith yang sedari tadi mengawasi dari meja makan.


....


🌻🌻🌻


Bucin nya udah kuadrat itu🤭🤭

__ADS_1



senyum nya cerah banget, kayak gak punya dosa ya udah bikin orang kesel Smith🤣🤣


__ADS_2