
"Yang, itu ponsel mu kenapa? Kok retak gini.." Tanya Roy saat melihat ponsel kekasih nya tergeletak dengan kondisi yang nemprihatinkan.
"Jatuh tadi gara-gara mau nelponin kamu tapi gak di angkat mulu."
"Jatuh atau di banting yang?" Tanya Roy lagi.
"Jatuh kok, beneran.." Jawab Rena.
"Besok beli sekalian jalan-jalan ya, beli model terbaru. Bobo sekarang? Besok kan pasti cape pindahan." Ajak Roy.
"Baru aja makan, masa langsung rebahan. Yang ada perut aku buncit nanti, nimbun lemak."
"Kan olahraga dulu sambil nungging yang.." Celetuk Roy hingga mendapat hadiah tepukan di bahu nya.
"Yuk, di jamin enak.." Roy menarik tangan gadis nya ke kamar, kalau sudah begini mau bagaimana lagi selain di nikmati ya kan? Doyan ini.
Roy menyingkap daster selutut gadis nya dan membuka segitiga berwarna merah itu, Roy membasahi ujung senjata nya dengan air liur agar memudahkan benda itu melesak masuk ke dalam lubang yang masih sempit itu.
"Asshhh, pelan-pelan.." Ringis Rena saat merasakan benda tumpul nan panjang itu melesak masuk perlahan.
Roy mulai menggerakkan pinggul nya maju mundur perlahan.
"Huhh yang, sempit banget padahal udah basah.." Racau Roy, tubuh nya terus bergerak memacu gadis nya dari belakang.
"Aduhh, perut ku sakit lho terguncang gini. Baru juga makan udah di hajar aja.." Gerutu Rena, tapi dia tetap menikmati perbuatan pria nya.
"Sakit ya? Bentar lagi meledak kok," Benar saja, Roy segera mempercepat gerakan nya agar lebih cepat sampai puncak nya.
"Sakitt ihh, pelan-pelan dong.." Rutuk Roy, tapi pria itu tetap bergerak cepat mengejar pelepasan yang terasa semakin mendesak datang.
"Arrghh..." Roy menusukan senjata nya lebih dalam saat dia melepaskan kecebong kecil di dalam inti gadis nya yang menyambut benih itu dengan kedutan manja.
Roy melepas penyatuan dan membawa gadis nya duduk di sisi ranjang, Rena membersihkan inti nya dari sisa-sisa cairan pelepasan pria nya dengan tissu.
"Jangan lupa di minum pil nya yang, nanti jadi bayi. Aku sih gapapa, malah bagus kalo punya anak, tapi aku cuma takut kamu belum siap aja."
"Bagus apanya? Malu iya, hamil tapi kagak nikah." Ketus Rena.
"Ya kalau kamu hamil ya aku nikahin sayang, aku bakal tanggung jawab kok."
"Sekarang ngomong gitu, nanti kalo beneran kejadian gimana? Kabur nggak?"
"Enak aja kabur, emang nya aku cowok apaan. Bukan tife aku kali yang, aku juga gak mau nelantarin anak aku sendiri kali." Jawab Roy.
"Oke lah, aku udah minum kok tadi sebelum makan. Kok haus ya?"
"Aku ambilin minum dulu.." Roy hendak bangkit, tapi keburu Rena mencekal tangan nya.
"Pengen boba.." Rengek Rena, lengkap dengan wajah yang di buat seimut mungkin.
"Disini dimana yang ada boba sayang, kalau di apartemen aku ada yang deket. Besok aja ya sambil pindahan?"
__ADS_1
"Yaudah deh, sekarang minum aja.." Roy pun pergi dari kamar mengambilkan minum sekalian dia menunaikan hajat nya.
....
Pagi harinya, seperti rencana kemarin hari ini Rena akan pindah ke apartemen Roy. Mereka sedang beres-beres barang yang akan di bawa pindah.
Rena sedang mengemas beberapa sepatu yang sekira nya masih layak dia pakai, pakaian kerja dan banyak pakaian santai juga piyama.
"Apa gak punya semacam pakaian sexy seperti lingerie?" Tanya Roy heran saat melihat Rena hanya punya piyama bermotif kartun dengan tangan dan celana yang panjang.
"Baju gituan buat apa? Aku pake daster aja kamu dah tergoda, kalau aku pake lingerie gimana? Bisa-bisa besok aku gak bisa jalan gara-gara kamu hajar aku terus-terusan."
"Aku beliin mau gak? Suka warna apa?"
"Kok nanya aku? Kamu suka nya aku pake yang warna apa, gitu aja kok repot." Jawab Rena ketus.
"Merah kali ya, biar hot.."
"Bantuin napa? Biar cepet selesai."
"Iya sayang ku, bentar.."
....
Singkat nya, setelah kedua nya selesai berkemas dan berpamitan pada pemilik kost an, mereka pun pergi dari kost an sederhana itu.
"Yang.."
"Hemm." Rena hanya menjawab dengan deheman, dia anteng melihat keluar jendela dengan pemandangan gedung-gedung tinggi pencakar langit.
"Emang ada pemandangan lain selain gedung gitu? Kok pake nanya, padahal dia tau jawaban nya." Sindir Rena.
"Ya ada, liat pemandangan cogan di samping kamu nih."
"Ganteng sih, tapi mesumm.."
"Ya kan cuma sama kamu doang,"
"Terserah.." ucap Rena tak peduli.
...
Hingga mobil yang Roy kendarai sampai di halaman gedung apartemen yang Roy tinggali.
"Kamu bakalan sering ketemu Nona Amel, yang. Dia sama Tuan Smith juga tinggal disini, di lantai yang sama."
"Beneran?"
"Ya beneran, cuma kamu gak boleh main ke apartemen Nona Amel, takut ganggu privasi tuan Muda, kalo mau ketemuan ajak aja Nona Amel ke apartemen kita."
"Kita? Bukan nya punya kamu ya?"
__ADS_1
"Ya kan sekarang jadi tempat tinggal kita berdua, ya jadi apartemen kita sayang.."
"Ohh gitu ya, yaudah deh. Tinggi banget, apa gak takut jatuh ya ini."
"Ya enggak lah, balkon nya juga ada pagar nya jadi aman. Lagi pun, gak ada yang berminat bunuh diri di gedung apartemen ini sayang."
"Hiss, liat aja aku dah ngeri."
"Ayo.." Ajak Roy, dia menggamit tangan gadis nya mengajak nya masuk.
"Pak, bawain beberapa tas ke atas ya." Roy meminta security yang berjaga untuk membawakan barang-barang gadis nya ke atas.
Tingg...
Bunyi lift yang terbuka di lantai teratas, sepasang kekasih itu berjalan pelan menuju unit nya di ikuti security di belakang nya.
"Lantai berapa ini?"
"Lantai teratas, 24. Disini hanya ada 3 kamar, milik tuan Smith, aku dan seseorang dengan nama misterius." Jawab Roy.
"Pantesan sepi banget.."
"Awalnya Tuan Smith di lantai 15, tapi karena terlalu ramai, jadi pindah kesini biar lebih terjaga privasi nya."
Rena kembali di buat menganga saat masuk ke dalam apartemen mewah milik Roy, sangat jauh berbeda dengan isi apartemen yang selama ini dia lihat dalam ponsel.
Luas, dengan furniture yang lengkap, fasilitas nya juga, kompor listrik dan ada tangga yang menghubungkan dengan kamar di lantai atas.
"Ini buat bapak, makasih ya.."
"Sama-sama tuan, saya permisi dulu." Pamit security itu.
"Waw.." Gumam Rena, gadis itu masih celingukan di ambang pintu.
"Kenapa sih?" Tanya Roy yang baru saja masuk setelah memberi tips pada security yang sudah membantu nya.
"Luas banget ini mah, aku kira apartemen tuh sempit."
"Ini apartemen mewah kalau kamu lupa sayang, Tuan Smith yang membelikan nya untuk ku saat aku berulang tahun."
"Hadiah ulang tahun nya apartemen? Daebak.."
"Udah melongo nya, lebih baik beres-beres, nanti sore kan mau jalan-jalan sama Nona Amel."
"Iya, bantuin dong capek."
" Oke.." Jawab Roy, dia pun membantu gadis itu menata barang nya.
Hingga sore hari, mereka baru selesai bebenah merapikan barang-barang yang Rena bawa.
...
__ADS_1
๐ป๐ป๐ป
Bab nanti malam tentang double date, oke? Oke gak? Okein aja ya๐๐